Obat Tamoxifen & Raloxifene Dan Efek Sampingnya

National Institute of Health and Care Excellence (NICE) telah merilis panduan terbaru mengenai beberapa wanita yang berisiko tinggi terkena kanker payudara akibat riwayat keluarga, dikenal istilah kanker payudara keturunan.

Awal 2004, NICE merekomendasikan obat tamoxifen atau raloxifene untuk mengurangi risiko kanker payudara pada kelompok wanita yang belum memiliki penyakit, namun dia salah satu anggota keluarga dari kanker keturunan, untuk MENCEGAH KANKER PAYUDARA sejak dini.

NICE mengatakan bahwa perawatan dengan tamoxifen atau raloxifene bisa membantu mencegah kanker payudara pada sekitar 488.000 pada wanita berusia 35 tahun ke atas.

Rekomendasi obat tamoxifen atau raloxifene

NICE merekomendasikan tentang:

1. Wanita yang belum pernah menderita kanker payudara, namun memiliki risiko tinggi untuk mengembangkannya harus menemui dan berdiskusi dengan profesional kesehatan spesialis genetika tentang obat tamoxifen atau raloxifene, mencakup manfaat, dan efek samping

2. Wanita pra-menopause yang berisiko tinggi terkena kanker payudara ditawarkan tamoxifen selama lima tahun, kecuali mereka memiliki riwayat kanker payudara masa lalu atau mungkin berisiko tinggi terkena penyakit tromboemboli (penyakit yang disebabkan oleh pembekuan darah seperti stroke) atau kanker endometrium.

3. Wanita pasca-menopause tanpa rahim dan berisiko tinggi terkena kanker payudara ditawarkan tamoxifen selama lima tahun, kecuali jika mereka memiliki riwayat kanker payudara masa lalu atau mungkin berisiko tinggi terkena penyakit tromboemboli atau mereka memiliki riwayat kanker endometrium di masa lalu.

4. Wanita pasca-menopause memiliki rahim dan berisiko tinggi terkena kanker payudara ditawarkan baik tamoxifen atau raloxifene selama lima tahun, kecuali jika mereka memiliki riwayat masa lalu atau mungkin berisiko tinggi terkena penyakit tromboemboli atau kanker endometrium.

5. Dokter mempertimbangkan perawatan obat yang sama pada wanita dalam tiga kelompok di atas yang berisiko sedang untuk mengembangkan kanker payudara.

6. Wanita yang berisiko tinggi terkena kanker payudara namun memiliki mastektomi bilateral tidak ditawari tamoxifen atau raloxifene.

7. Pengobatan dengan tamoxifen atau raloxifene dibatasi tidak berlanjut lebih lama dari lima tahun.

8. Wanita diberitahu bahwa mereka harus menghentikan tamoxifen setidaknya dua bulan sebelum mencoba ingin hamil dan enam minggu sebelum operasi elektif.

Informasi tambahan pada para wanita tentang faktor-faktor risiko kanker payudara, seperti pil kontrasepsi oral pada wanita berusia di atas 35 tahun, terapi sulih hormon, penyalahgunaan alkohol, dan obesitas.

Efek samping tamoxifen

Seperti semua obat, tamoxifen memiliki efek samping. Efek samping tamoxifen yang paling umum seperti:

– Hot flushes (sangat gerah, panas, jantung berdebar) dan berkeringat
– Gatal-gatal di area genital
– rambut rontok
– mual dan muntah
– kelelahan
– sakit sendi dan nyeri tulang
– sakit kepala
– Masalah bekuan darah (tromboembolisme)

Efek samping raloxifene

Efek samping umum dari obat raloxifene meliputi:

– hot flushes
– Gejala seperti flu seperti sakit kepala, sakit tenggorokan dan nyeri sendi
– keram kaki
– batu empedu

NICE juga merekomendasikan agar wanita dengan riwayat keluarga terkena kanker payudara:

– Tetap menyusui bayinya
– Hindari mer0kok dan penyalahgunaan alk0hol

Rincian informasi selengkapnya dapat diakses secara online di situs NICE

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!