Paparan Vitamin D Sinar Matahari Kurangi Risiko Kanker Payudara 50%

Paparan Vitamin D Sinar Matahari Kurangi Risiko Kanker Payudara 50%

Wanita yang berjemur tiga jam sehari di bawah sinar matahari di bulan April dan Oktober dapat mengurangi risiko terkena breast cancer 50% secara signifikan.

Sebuah penelitian telah menunjukkan manfaat vitamin D dari paparan sinar matahari selama 21 jam seminggu antara bulan April hingga Oktober secara signifikan mengurangi kemungkinan pengembangan tumor.

Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti dari Cancer Care Ontario. Pendanaan disediakan oleh Canadian Breast Cancer Research Alliance. Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of American Epidemiology.

Dasar studi

Studi ingin melihat apakah ada hubungan antara produksi vitamin D dari paparan sinar matahari dan risiko breast cancer. Mereka menemukan bahwa wanita yang menghabiskan waktu untuk berjemur memiliki 26-50% kemungkinan risiko breast cancer yang lebih rendah.

Para periset mengatakan bahwa antara bulan November hingga Maret, matahari di Ontario tidak cukup untuk menghasilkan vitamin D. Karena itu, mereka hanya melihat frekuensi paparan sinar matahari dari bulan Mei sampai September.

Dalam analisis statistik mereka, para peneliti menggunakan teknik yang disebut regresi logistik untuk menghitung berapa banyak nilai vitamin D dikaitkan dengan risiko kanker pada setiap periode umur.

Para peneliti juga mengidentifikasi faktor-faktor selain paparan sinar matahari yang dapat dikaitkan dengan risiko breast cancer termasuk: status perkawinan wanita, pendidikan, etnisitas, indeks massa tubuh, status perokok/tidak, masa menyusui, usia menstruasi pertama, penggunaan kontrasepsi oral, usia menopause, penggunaan terapi penggantian hormon, riwayat keluarga breast cancer atau riwayat non-kanker, skrining mammogram, minuman, lemak makanan dan asupan kalori, aktivitas fisik, jumlah vitamin D dan tingkat kalsium yang mereka dapatkan dari makanan atau suplemen.

Apa hasil penelitian?

Para periset membandingkan kemungkinan terkena breast cancer antara wanita yang berjemur lebih dari 21 jam seminggu dan wanita yang jarang keluar rumah (kurang dari enam jam dari paparan sinar matahari selama seminggu ).

1. Wanita yang menghabiskan lebih banyak waktu di luar rumah di masa remajanya memiliki risiko breast cancer 29% lebih rendah daripada mereka suka berada di dalam rumah.
2. Wanita yang sering berjemur di usia 20 dan 30 berisiko breast cancer 36% lebih rendah daripada mereka yang menghabiskan hanya enam jam di luar rumah.
3. Wanita berusia 40 dan 50 tahun yang lebih banyak waktu berjemur memiliki risiko 26% lebih rendah.
4. Menghabiskan lebih banyak berjemur antara usia 60 dan 75 menurunkan kemungkinan breast cancer sebesar 50%

Kesimpulan

Ini adalah studi populasi berbasis studi kasus dan studi kontrol. Temuan menunjukkan bahwa wanita yang menghabiskan banyak waktu berjemur  memiliki risiko breast cancer lebih rendah daripada mereka yang menghabiskan waktu lebih lama di dalam rumah.

Akan tetapi, penelitian ini juga memiliki beberapa kekurangan yang mempengaruhi hasil jika ditafsirkan untuk lokasi diluar Ontario semisal: para peneliti hanya menunjukkan pengukuran proxy vitamin D yang berasal dari matahari.

Untuk menentukan tingkat vitamin D yang sebenarnya pasti diperlukan tes darah. Oleh karena itu, seperti yang ditemukan studi, sulit kemungkinan untuk mengatakan secara pasti dan membuktikan bahwa vitamin D bisa menurunkan risiko breast cancer bagi semua orang.

Namun, meskipun ada keterbatasan, ini memberi makna bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk melihat apakah vitamin D dari paparan sinar matahari mampu mengurangi risiko breast cancer.

Paparan Vitamin D Sinar Matahari Kurangi Risiko Kanker Payudara 50%
5 (100%) 1 vote[s]

Artikel Terkait

Bagikan Ke Temanmu: