Hit enter after type your search item
Statistik Penyebaran Virus Corona Di Indonesia Dan Dunia - Terbaru Hari Ini!
Lihat Di Sini
Home / Penyakit / Kanker Mammae / Kenapa Saya Harus Uji Reseptor Hormon? Apa Alasannya?

Kenapa Saya Harus Uji Reseptor Hormon? Apa Alasannya?

/
/
/
0
(0)

Apa itu uji reseptor hormon? Uji reseptor hormon adalah sebuah tes untuk menguji apakah hormon estrogen dan progesteron (positif atau negatif) sebagai pemicu kanker payudara. Pengujian reseptor hormon umumnya direkomendasikan untuk pasien yang didiagnosis menderita kanker payudara invasif.

Apa itu reseptor hormon

Reseptor Hormon adalah zat protein khusus yang terletak di permukaan atau di dalam sebuah sel. Reseptor tersebut mengikat hormon estrogen dan progesteron pada wanita, yang mengalir melalui darah. Setelah terikat, hormon tersebut menandakan sel mulai tumbuh dan berkembang biak.

Banyak sel kanker payudara mengandung hormon reseptor, seringkali dalam jumlah besar. Saat hormon reseptor hadir, estrogen dan / atau progesteron bisa memicu pertumbuhan kanker payudara sehingga ada istilah estrogen reseptor (ER) dan progesteron reseptor (PR).

Jika tidak ada reseptor estrogen (ER) atau reseptor progesteron (PR), kanker dikatakan “hormon-reseptor-negatif,” Kanker payudara yang dipicu hormon reseptor negatif biasanya tidak akan merespons jenis pengobatan seperti terapi hormon

Cara kerja dan prosedur uji reseptor hormon kanker payudara

Cara kerjanya, dokter mengambil sampel jaringan payudara diperoleh. Biasanya, sampel berasal dari biopsi, namun tes juga dapat dilakukan pada jaringan yang diambil selama mastektomi.

Uji laborat biasanya menggunakan pewarna khusus disebut pewarnaan imunohistokimia (IHC -ImmunoHistoChemistry) pada sampel jaringan payudara untuk melihat apakah ada reseptor hormon.

Jika kanker dianggap “estrogen-reseptor-positif” (ER +), Itu berarti sel kanker berkembang karena mendapat sinyal dari estrogen.

Jika kanker dianggap progesteron-reseptor-positif (PR +), sel-sel kanker memiliki progesteron sebagai reseptornya.

Apa hasil uji reseptor hormon kanker payudara?

Jika hasil tes dinyatakan bahwa kedua reseptor, estrogen dan reseptor progesteron adalah positif, tipe ini biasanya memiliki prognosis pengobatan dan harapan hidup yang lebih baik dibandingkan dengan reseptornya negatif.

Sebab, jika jenis kanker ER dan PR-negatif, mungkin tidak akan merespon terapi hormon. Prosentase tingkat respons pengobatan dengan terapi hormon adalah sebagai berikut:

– Jika ER dan PR positif: 75-80%
– Jika ER positif dan PR negatif: 40-50%
– Jika ER negatif dan PR positif: 25-30%
– Jika ER negatif dan PR negatif: 10% atau kurang

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :