Efek Samping Operasi Gagal Ginjal Tingkatkan Risiko Banyak Kanker

Efek Samping Operasi Gagal Ginjal Tingkatkan Risiko Banyak Kanker

Efek samping operasi ginjal termasuk transplantasi dapat meningkatkan berbagai risiko kanker. Cangkok ginjal merupakan tindak pengobatan gagal ginjal yang paling dipilih, meskipun ada beberapa konsekuensi, seperti peningkatan risiko infeksi dan peningkatan risiko jenis kanker tertentu.

Kebanyakan orang mempertimbangkan operasi ginjal sebagai pilihan pengobatan, namun program transplantasi yang baik biasanya akan mencakup kemungkinan pengembangan kanker dan pencegahannya sebagai bagian dari konseling pra dan pasca transplantasi.

Apa saja efek samping operasi ginjal?

Orang yang menerima transplantasi ginjal akan menghadapi risiko yang lebih tinggi terhadap jenis kanker tertentu, beberapa jenis kanker yang umum adalah:

– Kanker kulit, termasuk melanoma
– Kanker kanker darah, limfoma
– Kanker ginjal, baik ginjal asli mereka sendiri, maupun di ginjal yang baru ditransplantasikan
– Kanker saluran cerna – meliputi kanker kolon, rektum, pankreas, dan lain-lain
– Kanker paru-paru

Mengapa pasca operasi ginjal berisiko kanker?

Kanker hadir dikemas dengan organ yang ditransplantasikan. Namun, bukan alasan umum bagi seseorang untuk mengembangkan kanker setelah menerima operasi cangkok ginjal. Berikut adalah penjelasannya

1. Terapi imunosupresif

Setelah transplantasi ginjal, pasien memerlukan pengobatan lanjutan untuk menekan sistem kekebalan tubuh dan terapi ini biasanya perlu dilanjutkan tanpa batas waktu. Namun, beberapa jenis terapi imunosupresif setelah transplantasi dapat meningkatkan banyak risiko.

Misalnya, obat imunosupresan yang menargetkan beberapa jenis sel darah putih (mis., OKT3 atau serum antilymphocyte) secara signifikan akan meningkatkan risiko yang disebut “kelainan limfoproliferatif pasca transplantasi” atau PTLD (post-transplant lymphoproliferative disorder).

Dampak dari penekanan sistem kekebalan tubuh tidak hanya pada mekanisme perlindungan terhadap infeksi, namun juga mekanisme perlindungan terhadap kelainan produksi sel yang kemudian bisa berubah menjadi kanker. Dengan menekan sistem kekebalan tubuh ini maka akan meningkatkan risiko kanker.

2. Infeksi

Infeksi virus tertentu meningkatkan risiko kanker. Penerima transplantasi ginjal menghadapi risiko infeksi virus yang lebih besar karena status imunosupresi.

Virus berkembang biak dengan mengambil alih dan mengutak-atik mesin replikasi sel kita (DNA). Ini adalah salah satu penjelasan mengapa infeksi virus meningkatkan risiko kanker. Sebagai contoh virus Epstein-Barr (risiko limfoma), Human Herpes Virus-8 (terkait sarkoma kaposi), dan Human Papilloma Virus (terkait kanker kulit).

Bagaimana cara mengurangi efek samping ?

Risiko kanker mungkin membuat Anda ingin menolak transplantasi ginjal, namun itu tidak dianjurkan karena risiko kematian dini akibat gagal ginjal biasanya lebih besar daripada risiko kanker itu sendiri.

Oleh karena itu, setelah konseling pra dan pasca operasi transplantasi ginjal, skrining kanker sangat direkomendasikan sebagai bagian dari rutinitas perawatan pasca operasi untuk mengurangi risiko.

American Society of Transplantation (AST) telah menerbitkan panduan untuk skrining kanker pada orang-orang dengan pasca cangkok ginjal.

– Pencegahan risiko Kanker kulit: Penerima transplantasi diminta untuk memeriksa diri mereka setiap bulan untuk mencari tanda-tanda seperti tahi lalat / bintik hitam yang tidak biasa dll.
– Pencegahan Kanker payudara: Pada wanita berusia di atas 50 tahun, mamografi skrining tahunan sangat direkomendasikan.
– Kanker prostat: Uji rektal digital tahunan dan tes PSA untuk pria berusia di atas 50 tahun.
– Kanker usus besar / dubur: Kolonoskopi setiap 10 tahun sekali setelah usia 50 tahun, dan tes tinja tahunan untuk mendeteksi adanya darah bercampur kotoran

Sumber

Engels EA et al. Spectrum of cancer risk among US solid organ transplant recipients. JAMA. 2011 Nov 2;306(17):1891-901. doi: 10.1001/jama.2011.1592.

Buell JF et al. Malignancy after transplantation. Transplantation. 2005 Oct 15;80(2 Suppl):S254-64.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Sindrom Disekuilibrium Dialisis Fenomena dari efek samping dialisis yang melemahkan tubuh penderita ini bisa menimpa mereka yang baru menjalani cuci darah. Berbagai gejala tidak menyenangkan muncul setelah cuci darah, apa yang disebut sindrom disekuilibrium […]
  • Ini Alasannya, Mengapa Gagal Ginjal Lebih Menyerang Pria Ketimbang Wanita Hormon perempuan dapat melindungi wanita dari pengembangan gagal ginjal daripada pria, demikian ulasan dari sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American Society of Nephrology (JASN). Temuan ini dimaksudkan untuk upaya menjaga […]
  • 20 Kiat Sukses Menjaga Ginjal Sehat Dan Meningkatkan Fungsinya Memiliki tubuh dan ginjal sehat adalah impian kebanyakan orang. Untuk memenuhi target ini, maka seseorang juga harus menjaga pola dan gaya hidup sehat. Kebiasaan hidup sehat akan membuat organ-organ internal dalam tubuh Anda bisa […]
  • Istilah Dan Kamus Dalam Penyakit Ginjal Akut – Kronis Apa itu penyakit gagal ginjal kronik? Penyakit ginjal kronis terjadi saat ginjal tidak lagi mampu membersihkan racun dan produk limbah dari darah yang terjadi secara bertahap, lama kelamaan ginjal mengalami gagal fungsi sama […]
  • Gagal Ginjal Kronis Penyakit gagal ginjal kronis adalah kehilangan kemampuan ginjal untuk berfungsi normal secara bertahap, asimtomatik namun progresif. Perubahan ini ireversibel disebabkan hilangnya nefron ginjal. Nefron adalah unit dasar fungsi ginjal dan […]