Hit enter after type your search item
Statistik Penyebaran Virus Corona Di Indonesia Dan Dunia - Terbaru Hari Ini!
Lihat Di Sini
Home / Penyakit / Sakit Ginjal / Etiologi Dan Patofisiologi Gagal Ginjal Akut Dan Kronis

Etiologi Dan Patofisiologi Gagal Ginjal Akut Dan Kronis

/
/
/
img
0
(0)

Patofisiologi gagal ginjal baik akut maupun kronis adalah sangat rumit terlepas dari bagaimana ginjal mendapat cidera akibat penyakit seperti diabetes atau kelainan glomerulus, maupun pengaruh induksi obat.

Patofisiologi

Ketika kerusakan ginjal dimulai, sebuah rangkaian proses terjadinya gagal ginjal terjadi kemudian.

1. Sebagai respons terhadap cidera ginjal, diperkirakan terjadi peningkatan tekanan intra-glomerulus dengan hipertrofi glomerulus, karena ginjal mencoba untuk menyesuaikan diri akibat kehilangan nefron untuk mempertahankan fungsi filtrasi pada glomerulus.

2. Terjadi peningkatan permeabilitas glomerular terhadap molekul makro seperti Transformasi Growth Factor-beta (TGF-beta), asam lemak, penanda pro-inflamasi dari stres oksidan, dan protein; yang menyebabkan toksisitas pada matriks mesangial; menyebabkan perluasan sel mesangial, pembengkakan, fibrosis, dan jaringan parut glomerulus.

3. Selain itu, cedera ginjal mengakibatkan peningkatan produksi angiotensin II, menyebabkan peningkatan TGF-beta, berkontribusi terhadap sintesis kolagen dan jaringan parut di ginjal dalam glomerulus.

4. Baik perubahan struktural maupun perubahan biokimia, seluler, dan molekuler, tampaknya menyebabkan kerusakan jaringan ginjal progresif dan hilangnya fungsi ginjal.

5. Semua bentuk penyakit ginjal kronis maupun akut, juga terkait dengan penyakit tubulo-interstisial; sebuah mekanisme cedera yang tidak diketahui secara pasti, namun masalah sekunder akibat pengurangan suplai darah disamping infiltrasi limfosit dan mediator inflamasi akan menyebabkan fibrosis interstisial dan atrofi tubular.

Etiologi Gagal Ginjal

Penyakit ginjal kronis atau akut didefinisikan memiliki beberapa jenis kelainan ginjal, yang ditandai seperti protein dalam urin dan penurunan fungsi ginjal bertahap selama tiga bulan atau lebih lama.

Ada banyak faktor penyebab sebagai etiologi gagal ginjal kronis, termasuk diabetes dan tekanan darah tinggi. Selain kondisi medis, penyakit warisan juga andil sebagai etiologi. Artinya, individu mungkin terlahir dengan kelainan yang bisa mempengaruhi ginjalnya.

Berikut adalah beberapa jenis dan penyebab kerusakan ginjal yang paling umum.

1. Diabetes

Diabetes adalah penyakit di mana tubuh Anda tidak cukup membuat insulin atau tidak dapat menggunakan insulin dalam jumlah normal dengan benar. Hal ini menyebabkan kadar gula darah tinggi, yang dapat menyebabkan masalah pada ginjal.

2. Penyakit darah tinggi

Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah penyebab umum lain dari penyakit ginjal dan komplikasi lainnya seperti serangan jantung dan stroke. Tekanan darah tinggi terjadi saat kekuatan darah membuat tekanan dalam dinding arteri. Tekanan darah tinggi tidak terkontrol, berisiko penyakit ginjal.

3. Glomerulonefritis

Glomerulonefritis adalah penyakit yang menyebabkan radang glomeruli, unit organ penyaringan kecil di ginjal. Penyakit Glomerulonefritis ini dapat berkembang perlahan selama beberapa tahun dan dapat menyebabkan hilangnya fungsi ginjal secara progresif.

4. Penyakit ginjal polikistik

Penyakit ginjal polikistik adalah penyakit ginjal yang paling umum diwariskan. Hal ini ditandai dengan pembentukan kista ginjal yang membesar seiring waktu, menyebabkan kerusakan ginjal yang serius dan bahkan gagal ginjal. Penyakit warisan lainnya yang mempengaruhi ginjal termasuk Alport’s Syndrome, hyperoxaluria primer dan sistinuria.

5. Batu ginjal

Batu ginjal menyebabkan rasa sakit yang parah di punggung dan samping perut Anda. Ada banyak kemungkinan penyebab batu ginjal, termasuk penumpukan kalsium yang diserap dari makanan; dan infeksi atau obstruksi saluran kencing

6. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih terjadi saat kuman memasuki saluran kemih dan menimbulkan gejala seperti rasa sakit dan panas saat buang air kecil; dan meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Infeksi yang menyerang kandung kemih kadang kala menyebar ke ginjal, dan bisa menyebabkan demam dan rasa sakit di punggung Anda.

7. Penyakit genetika

Penyakit bawaan juga bisa mempengaruhi ginjal. Ini biasanya melibatkan beberapa masalah saluran kemih saat bayi berkembang di rahim ibunya.

Kejadian paling umum ketika mekanisme katup antara kandung kemih dan ureter (tabung urin) gagal bekerja dengan baik, memungkinkan air kencing kembali (refluks) ke ginjal, menyebabkan infeksi dan kemungkinan kerusakan ginjal.

8. Induksi obat dan paparan toksin lingkungan

Obat dan toksin juga bisa menyebabkan masalah ginjal. Menggunakan obat penghilang rasa sakit dalam jumlah besar untuk waktu yang lama bisa berbahaya bagi ginjal. Selain itu, toksin pestisida juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal

Referensi:

The National Kidney Foundation  U.S

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :