Ini Alasannya, Mengapa Gagal Ginjal Lebih Menyerang Pria Ketimbang Wanita

Ini Alasannya, Mengapa Gagal Ginjal Lebih Menyerang Pria Ketimbang Wanita

Hormon perempuan dapat melindungi wanita dari pengembangan gagal ginjal daripada pria, demikian ulasan dari sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American Society of Nephrology (JASN). Temuan ini dimaksudkan untuk upaya menjaga kesehatan ginjal pada perempuan dan laki-laki untuk masa depan.

Perbedaan jenis kelamin antara pria dan wanita berpengaruh besar bagaimana kegagalan fungsi ginjal itu berkembang meski tidak semua. Tapi ada perbedaan signifikan dari sistem organ dalam tubuh terutama sifat fisiologi wanita yang terlibat dalam reproduksi.

Mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi ginjal, sementara Register Internasional menunjukkan bahwa tingkat risiko penyakit ginjal pada wanita lebih sedikit daripada pria yang mengalami gagal ginjal, penyebab utamanya belum diketahui secara pasti.

Perubahan berulang dari tingkat hormon wanita selama siklus menstruasi alamiah, mungkin terlibat dalam modeling ulang jaringan di organ reproduksi secara periodik hingga tingkat tertentu di ginjal.

Untuk menyelidiki ini, sebuah tim yang dipimpin oleh Judith Lechner, PhD dan Thomas Seppi, PhD (Universitas Medis Innsbruck, di Austria) memeriksa apakah perubahan hormon menstruasi wanita dan sampai dimana itu mempengaruhi kesehatan sel ginjal.

Untuk tujuan ini, sampel urin dari wanita sehat usia reproduksi dikumpulkan setiap hari dan dianalisis untuk meneliti perubahan siklus menstruasi terkait perbedaan tingkat protein

Secara khusus, para peneliti mengukur enzim 2-fruktosa-1,6-bisfosfatase, dan alfa glutathione-S-transferase yang ditemukan pada sel tubulus proksimal, ini enzim-enzim sel paling padat di ginjal.

Ketika sel tubulus proksimal rusak, enzim-enzim ini dibuang ke dalam urin bersamaa periode menstruasi, dan ini menjadi penanda klinis penting untuk gejala cedera ginjal selam penelitian.

Para peneliti mendeteksi adanya peningkatan transien fruktosa-1,6-bisfosfatase dan alfa-glutathione-S-transferase yang berhubungan dengan fase spesifik pada siklus hormon reproduksi wanita, yaitu pada masa ovulasi dan menstruasi.

“Hasil ini menunjukkan bahwa perubahan siklis hormon wanita dapat mempengaruhi kesehatan sel ginjal, yang berpotensi pada wanita memiliki peningkatan resistensi atau ketahanan tubuh terhadap kerusakan ginjal,” kata Dr. Lechner.

“Bisa dibayangkan bahwa perubahan kadar hormon berulang, seperti yang terjadi pada siklus menstruasi alamiah, mungkin terlibat dalam rekonstruksi ulang jaringan secara periodik tidak hanya pada organ reproduksi tapi juga di ginjal, meskipun sampai batas tertentu.”

Memahami mekanisme perubahan ini mungkin memberi sebuah alasan atas risiko penyakit ginjal yang lebih rendah pada kaum wanita ketimbang kaum pria, karena pria tidak mengalami remodeling organ reproduksi sehingga pria lebih rentan memiliki gagal ginjal ketimbang kaum perempuan. (Sumber: Newswise)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • 2 Infeksi Bakteri Yg Sering Memicu Penyakit Ginjal Pada Anak Kecil Banyak orang tua kurang mengetahuinya bahwa infeksi umum pada masa kanak-kanak bisa menyebabkan penyakit ginjal dan gagal ginjal. Dua infeksi bakteri masa kecil yang harus diperhatikan adalah 1. Infeksi bakteri Streptococcus, penyebab […]
  • Etiologi Dan Patofisiologi Gagal Ginjal Akut Dan Kronis Patofisiologi gagal ginjal baik akut maupun kronis adalah sangat rumit terlepas dari bagaimana ginjal mendapat cidera akibat penyakit seperti diabetes atau kelainan glomerulus, maupun pengaruh induksi obat. Patofisiologi Ketika kerusakan […]
  • Gagal Ginjal Akut Gagal ginjal akut adalah kehilangan atau penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba yang terjadi ketika ginjal berhenti bekerja selama beberapa jam, hari, atau minggu. Ginjal berbentuk seperti kacang kedelai. Fungsinya: untuk […]
  • Latihan 45 Menit/Hari Mampu Cegah Radang Ginjal Lupus Nefritis Apa itu Lupus nefritis? Lupus nefritis adalah salah satu penyakit autoimun dari Lupus eritematosus sistemik yang mempengaruhi glomerulus (pembuluh kecil ginjal yang menyaring limbah) dan menyebabkan radang ginjal hingga gagal […]
  • Efek Samping Operasi Gagal Ginjal Tingkatkan Risiko Banyak Kanker Efek samping operasi ginjal termasuk transplantasi dapat meningkatkan berbagai risiko kanker. Cangkok ginjal merupakan tindak pengobatan gagal ginjal yang paling dipilih, meskipun ada beberapa konsekuensi, seperti peningkatan risiko […]