Hit enter after type your search item
Statistik Penyebaran Virus Corona Di Indonesia Dan Dunia - Terbaru Hari Ini!
Lihat Di Sini
Home / Penyakit / Sakit Ginjal / Ini Alasannya, Mengapa Gagal Ginjal Lebih Menyerang Pria Ketimbang Wanita

Ini Alasannya, Mengapa Gagal Ginjal Lebih Menyerang Pria Ketimbang Wanita

/
/
/
img
0
(0)

Hormon perempuan dapat melindungi wanita dari pengembangan gagal ginjal daripada pria, demikian ulasan dari sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American Society of Nephrology (JASN). Temuan ini dimaksudkan untuk upaya menjaga kesehatan ginjal pada perempuan dan laki-laki untuk masa depan.

Perbedaan jenis kelamin antara pria dan wanita berpengaruh besar bagaimana kegagalan fungsi ginjal itu berkembang meski tidak semua. Tapi ada perbedaan signifikan dari sistem organ dalam tubuh terutama sifat fisiologi wanita yang terlibat dalam reproduksi.

Mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi ginjal, sementara Register Internasional menunjukkan bahwa tingkat risiko penyakit ginjal pada wanita lebih sedikit daripada pria yang mengalami gagal ginjal, penyebab utamanya belum diketahui secara pasti.

Perubahan berulang dari tingkat hormon wanita selama siklus menstruasi alamiah, mungkin terlibat dalam modeling ulang jaringan di organ reproduksi secara periodik hingga tingkat tertentu di ginjal.

Untuk menyelidiki ini, sebuah tim yang dipimpin oleh Judith Lechner, PhD dan Thomas Seppi, PhD (Universitas Medis Innsbruck, di Austria) memeriksa apakah perubahan hormon menstruasi wanita dan sampai dimana itu mempengaruhi kesehatan sel ginjal.

Untuk tujuan ini, sampel urin dari wanita sehat usia reproduksi dikumpulkan setiap hari dan dianalisis untuk meneliti perubahan siklus menstruasi terkait perbedaan tingkat protein

Secara khusus, para peneliti mengukur enzim 2-fruktosa-1,6-bisfosfatase, dan alfa glutathione-S-transferase yang ditemukan pada sel tubulus proksimal, ini enzim-enzim sel paling padat di ginjal.

Ketika sel tubulus proksimal rusak, enzim-enzim ini dibuang ke dalam urin bersamaa periode menstruasi, dan ini menjadi penanda klinis penting untuk gejala cedera ginjal selam penelitian.

Para peneliti mendeteksi adanya peningkatan transien fruktosa-1,6-bisfosfatase dan alfa-glutathione-S-transferase yang berhubungan dengan fase spesifik pada siklus hormon reproduksi wanita, yaitu pada masa ovulasi dan menstruasi.

“Hasil ini menunjukkan bahwa perubahan siklis hormon wanita dapat mempengaruhi kesehatan sel ginjal, yang berpotensi pada wanita memiliki peningkatan resistensi atau ketahanan tubuh terhadap kerusakan ginjal,” kata Dr. Lechner.

“Bisa dibayangkan bahwa perubahan kadar hormon berulang, seperti yang terjadi pada siklus menstruasi alamiah, mungkin terlibat dalam rekonstruksi ulang jaringan secara periodik tidak hanya pada organ reproduksi tapi juga di ginjal, meskipun sampai batas tertentu.”

Memahami mekanisme perubahan ini mungkin memberi sebuah alasan atas risiko penyakit ginjal yang lebih rendah pada kaum wanita ketimbang kaum pria, karena pria tidak mengalami remodeling organ reproduksi sehingga pria lebih rentan memiliki gagal ginjal ketimbang kaum perempuan. (Sumber: Newswise)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :