Gagal Ginjal Kronis

Penyakit Gagal Ginjal Kronis

Penyakit gagal ginjal kronis adalah kehilangan kemampuan ginjal untuk berfungsi normal secara bertahap, asimtomatik namun progresif. Perubahan ini ireversibel disebabkan hilangnya nefron ginjal. Nefron adalah unit dasar fungsi ginjal dan ada sekitar satu juta nefron di setiap ginjal.

Pada pasien dengan penyakit gagal ginjal kronik menandakan bahwa ginjal sudah tidak mampu lagi membersihkan toksin & produk limbah dari darah ataupun pengaturan urin

Penggunaan obat analgesik (penghilang rasa sakit) dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan gagal ginjal. Ini tergolong Non-Steroidal Anti Inflammatory Drugs (NSAID) mulai dari aspirin, ibuprofen dan naproxen, indometasin, Ketorolak, Diklofenak, Piroksikam, Asam Mefenamat dan Celecoxib.

Gejala Gagal Ginjal Kronis

Manifestasi gagal ginjal kronis tidak muncul sampai ada penurunan besar fungsi ginjal. Hal ini karena ginjal mencoba untuk mengkompensasi hilangnya nefron dengan mengaktifkan sisa nefron yang masih berfungsi, secara berlebihan.

Tapi saat fungsi ginjal sangat memburuk, setiap sistem pada tubuh menunjukkan gangguan fungsi yang ditandai dengan gejala-gejala berikut:

– Kesulitan bernafas
– Mual, muntah dan rasa metalik
– Kulit Gatal-gatal
– Meningkat atau berkurangnya frekuensi buang air kecil
– Anemia dan perdarahan
– Neurologis, Gangguan kognitif, kejang, nyeri otot dan kelemahan
– tulang rapuh, cenderung patah tulang dan kelainan rangka
– Kelainan jantung – Nyeri dada
– Gejala tidak spesifik seperti – Bau nafas, tekanan darah tinggi atau kehilangan nafsu makan, kurang/sulit tidur

Faktor risiko atau penyebab

Penyakit gagal ginjal kronis paling sering dipicu oleh:

– Mereka yang memiliki tekanan darah tinggi
– Mereka yang memakai obat jangka panjang, terutama analgesik seperti NSAIDS atau penggunaan acetaminophen
– Beberapa pasien dengan gagal ginjal akut mengalami kegagalan ginjal kronis jika tidak diobati secara tuntas
– Sejarah keluarga
– Semua usia yang rentan terhadap gagal ginjal kronis, namun peningkatan insiden terlihat seiring bertambahnya usia.
– Penderita diabetes

Diagnosis

Gagal ginjal kronis didiagnosis dengan pengamatan kombinasi gejala, pemeriksaan fisik, peningkatan kadar urea nitrogen (BUN) dan peningkatan kreatinin (Cr) yang terus-menerus hadir paling sedikit 3 bulan.

Beberapa kelainan yang ditemukan dalam darah selama diagnosa

– Jumlah sel darah merah rendah dan hemoglobin – Anemia
– Kadar kalsium darah rendah – Hipokalsemia
– Kadar fosfat darah tinggi – Hyperphosphatemia
– Kadar potassium darah tinggi – Hyperkalemia
– Kadar natrium darah rendah – Hiponatremia
– Tingkat bikarbonat darah rendah
– PH plasma rendah (keasaman darah)
– Tingginya kadar hormon paratiroid
– Proteinuria (kelebihan protein dalam urin)
– Ultrasound mungkin menunjukkan bahwa ginjal berukuran kecil
– CT scan dan MRI untuk membantu diagnosa

Penyakit ginjal sering berkembang perlahan, dalam kurun waktu beberapa tahun. Jika penyakit ini dideteksi lebih awal, pengobatan dan perubahan gaya hidup dapat membantu memperlambat perkembangannya dan membuat Anda merasa lebih baik.

Stadium gagal ginjal kronis

Tahapan perkembangan atau stadium gagal ginjal kronis bergantung pada Tingkat GFR (Glomerular Filtration Rate). GFR adalah tingkat filtrasi glomerulus, yaitu ukuran seberapa baik ginjal Anda membersihkan darah.

Dokter akan menghitung tingkat GFR Anda, berdasarkan formula yang telah ditetapkan.

1. Gagal ginjal tahap 1: Kerusakan ginjal dengan GFR normal atau tinggi 90 mL / menit atau lebih
2. Gagal ginjal tahap 2: Kerusakan ginjal dengan penurunan ringan tingkat GFR antara 60 sampai 89 mL / menit
3. Gagal ginjal tahap 3: GFR sedang 30 sampai 59 mL / menit
4. Gagal ginjal tahap 4: Penurunan GFR 15 sampai 29 mL / menit
5. Gagal ginjal tahap 5 Gagal ginjal dengan penurunan tingkat GFR kurang dari 15 mL / menit

Gejala gagal ginjal pada stadium 1 dan 2, sangat sedikit gejala. Oleh karena itu pendeteksiannya sulit, namun jika berhasil didiagnosis maka sangat menguntungkan hasil.

Gejala gagal ginjal stadium 3, anemia (kekurangan sel darah merah) dan/atau penyakit tulang dapat muncul dan harus ditangani segera untuk membantu mengurangi masalah lanjut.

Ketika gagal ginjal telah berkembang ke stadium 4, mungkin mulai mempersiapkan dialisis dan/atau transplantasi ginjal.

Dialisis dibutuhkan ketika tingkat kreatinin lebih tinggi dari normal – lebih tinggi dari 6mg / dl dan merupakan indikasi penyakit ginjal kronis.

Komplikasi Gagal Ginjal Kronis

Beberapa komplikasi yang paling umum terjadi adalah anemia, penyakit tulang, penyakit jantung, tinggi potasium, rentan infeksi, gangguan saraf dan penumpukan cairan atau edema.

Pengobatan

Pengobatan Gagal Ginjal Kronis bertujuan untuk:

– Mengontrol gejala
– Meminimalkan komplikasi
– Memperlambat perkembangan penyakit

Penyakit lain yang diakibatkan oleh gagal ginjal kronik harus dipantau, termasuk Hipertensi, diabetes, gagal jantung kongestif, infeksi saluran kemih, batu ginjal, penyumbatan saluran kemih, glomerulonefritis, dan gangguan lainnya.

Tekanan darah harus kurang dari 130/80. Jika ada protein dalam urin, obat tekanan darah terbaik adalah inhibitor angiotensin converting enzyme (ACE inhibitor) atau penghambat reseptor angiotensin (ARB).

Transfusi darah atau obat-obatan seperti zat besi dan suplemen eritropoietin bertujuan untuk mengendalikan anemia.

Pembatasan asupan cairan – Seringkali carian masuk jumlahnya sama dengan volume urine yang dikeluarkan. Asupan garam, potasium, fosfor, dan elektrolit lainnya mungkin dibatasi.

Dialisis atau transplantasi ginjal mungkin diperlukan pada akhirnya.

Prognosis – harapan hidup

Gagal Ginjal Kronis sering lambat dalam onset. Sementara waktu berjalan, fungsi ginjal terus menurun mengakibatkan penyakit ginjal stadium akhir (ESRD).

Pada gagal ginjal stadium akhir, pasien memerlukan penanganan atau penggantian ginjal dalam bentuk dialisis atau transplantasi ginjal. Jika ini tidak diberikan, kehidupan pasien terancam karena kelebihan cairan dan akumulasi racun dalam darah.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Sindrom Disekuilibrium Dialisis Fenomena dari efek samping dialisis yang melemahkan tubuh penderita ini bisa menimpa mereka yang baru menjalani cuci darah. Berbagai gejala tidak menyenangkan muncul setelah cuci darah, apa yang disebut sindrom disekuilibrium […]
  • 2 Infeksi Bakteri Yg Sering Memicu Penyakit Ginjal Pada Anak Kecil Banyak orang tua kurang mengetahuinya bahwa infeksi umum pada masa kanak-kanak bisa menyebabkan penyakit ginjal dan gagal ginjal. Dua infeksi bakteri masa kecil yang harus diperhatikan adalah 1. Infeksi bakteri Streptococcus, penyebab […]
  • Gagal Ginjal Akut Gagal ginjal akut adalah kehilangan atau penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba yang terjadi ketika ginjal berhenti bekerja selama beberapa jam, hari, atau minggu. Ginjal berbentuk seperti kacang kedelai. Fungsinya: untuk […]
  • Istilah Dan Kamus Dalam Penyakit Ginjal Akut – Kronis Apa itu penyakit gagal ginjal kronik? Penyakit ginjal kronis terjadi saat ginjal tidak lagi mampu membersihkan racun dan produk limbah dari darah yang terjadi secara bertahap, lama kelamaan ginjal mengalami gagal fungsi sama […]
  • 20 Kiat Sukses Menjaga Ginjal Sehat Dan Meningkatkan Fungsinya Memiliki tubuh dan ginjal sehat adalah impian kebanyakan orang. Untuk memenuhi target ini, maka seseorang juga harus menjaga pola dan gaya hidup sehat. Kebiasaan hidup sehat akan membuat organ-organ internal dalam tubuh Anda bisa […]