Latihan 45 Menit/Hari Mampu Cegah Radang Ginjal Lupus Nefritis

Apa itu Lupus nefritis? Lupus nefritis adalah salah satu penyakit autoimun dari Lupus eritematosus sistemik yang mempengaruhi glomerulus (pembuluh kecil ginjal yang menyaring limbah) dan menyebabkan radang ginjal hingga gagal ginjal.

Pencegahan lupus nefritis
Penyakit Lupus Nefritis

Ada dua jenis lupus. Lupus eritematosus sistemik adalah bentuk lupus yang mempengaruhi kulit, sendi, ginjal dan otak. Bentuk lain adalah lupus eritematosus diskoid, yang hanya mempengaruhi kulit Anda.

Penyakit autoimun adalah suatu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang sel sehat di tubuhnya sendiri. Antibodi menyerang pembuluh darah karena dianggap benda asing yang menyebabkan vaskulitis di seluruh tubuh.

Lupus nefritis merupakan bentuk penyakit vaskulitis, yaitu peradangan pembuluh darah yang merusak ginjal, menyebabkan sindrom nefrotik, nefritis interstisial, dan nefropati membranosa. Hampir 60% penderita Lupus eritematosus sistemik akan mengembangkan lupus nephritis. Sepersepuluh dari populasi mempengaruhi penyakit ginjal kronis

Penyebab lupus nefritis

Riwayat keluarga dan paparan lingkungan seperti infeksi bakteri, virus, bahan kimia beracun atau polutan (asap mobil, asap pabrik) mungkin berperan dalam menyebabkan penyakit ini.

Gejala lupus nefritis

Tanda-tanda lupus nefritis meliputi:

– Darah dalam urin (hematuria): Urin terlihat merah muda atau coklat muda karena bercampur darah.
– Protein dalam urin (proteinuria): Ada protein ke dalam urin akibat gangguan glomerulus di ginjal
– Edema: Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau sekitar mata Anda karena cairan
– Penambahan berat badan: akumulasi cairan edema yang sulit dibuang dari tubuh Anda.
– Tekanan darah tinggi

Pencegahan lupus nefritis

Para periset dari The Ohio State University menemukan bahwa olahraga hanya 45 menit per hari dengan berjalan kaki di treadmill secara signifikan menurunkan risiko radang ginjal lupus nefritis dibanding orang-orang yang tidak berolahraga.

“Jika kita mengamati hasil dalam penelitian, ini bisa berarti bahwa pengurangan stres dan terapi fisik harian harus dianggap sebagai strategi intervensi dalam perawatan medis saat ini,” kata penulis senior Nicholas Young, seorang ilmuwan riset di bidang reumatologi. dan imunologi di Ohio State’s Wexner Medical Center.

“Kami telah menunjukkan bahwa olahraga dan penanganan stress dapat mempengaruhi regulasi sistem kekebalan tubuh, ini memberikan kesempatan untuk membantu kehidupan lebih baik untuk orang-orang yang menderita peradangan ginjal kronis terkait dengan penyakit autoimun seperti lupus nefritis,” kata Young.

Young mengatakan bahwa temuan penelitian ini mendorongnya untuk meneliti lebih lanjut tentang potensi olahraga terkait penurunan peradangan untuk penyakit lain yang mempengaruhi sendi, termasuk artritis dan asam urat. (Sumber: Eurekalert)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!