Actinic Keratoses

Actinic Keratoses

Pengertian Actinic keratoses (dibaca: Keratosis aktinik, juga dikenal sebagai solar keratosis, atau keratosis matahari) adalah kulit kasar yang disebabkan oleh kerusakan akibat paparan sinar matahari selama bertahun-tahun.

Biasanya, penyakit kulit ini bukan masalah serius dan bisa hilang sendiri, tapi penting untuk memeriksanya ke dokter karena ada kemungkinan keratosis aktinik akan berubah menjadi kanker kulit pada suatu saat.

Actinic keratoses adalah
Keratosis aktinik; Photo Credit: NHS Uk

Penyebab Actinic Keratoses

Penyebab pertama. paparan sinar matahari kronis adalah penyebab hampir semua keratosis aktinik. Kerusakan kulit akibat sinar matahari bersifat kumulatif, 70-80 persen sinar ultraviolet matahari (sinar UV) bisa menembus awan yang memantul di air, salju dan permukaan reflektif lainnya, sehingga memberi Anda paparan sinar ultraviolet ekstra.

Yang kedua, radiasi ultraviolet juga dilepaskan oleh lampu di pabrik penyamakan juga bisa lebih terkonsentrasi dan berbahaya daripada sinar matahari. Semakin lama terpapar, semakin tinggi kemungkinan Anda mengembangkan Keratosis aktinik.

Ketiga, keratosis aktinik juga akibat paparan sinar X yang ekstensif dan berlangsung lama dari pabrik bahan kimia industri.

Gejala keratosis aktinik

Keratosis aktinik biasanya muncul pada kulit yang terkena sinar matahari. Lokasi kulit yang biasa ditemukan keratosis adalah:

– wajah
– lengan
– tangan
– kulit kepala
– telinga
– kaki bagian bawah

Ciri-ciri pat kulit dari keratosis aktinik

– Warna kulit merah, pink, atau coklat
– Kulit kasar atau bersisik
– Lesi menonjol keluar seperti tambalan (mirip kutil)
– sakit atau gatal

Kapan harus memeriksakan ke dokter?

Kunjungi dokter umum Anda jika Anda memiliki:

– pertumbuhan yang tidak biasa pada kulit
– Ada tambalan atau benjolan di kulit seperti kutil yang meluas, terasa sakit atau berdarah
– Memiliki riwayat keratosis aktinik sebelumnya dan berpikir Anda mungkin memiliki pat kulit baru

Pengobatan keratosis aktinik

Jika tambalan menyebabkan masalah (sakit, berdarah) atau dokter khawatir jika itu bisa berubah menjadi kanker, dokter menyarankan perawatan seperti:

– Salep kulit, termasuk krim 5-fluorouracil, krim imiquimod, gel diklofenak (ini tidak sama dengan gel penghilang rasa sakit) dan ingenol mebutate gel
– Pembekuan pat kulit (cryotherapy), ini membuat tambalan kulit lepas sendiri setelah beberapa minggu
– Kuretase (kuret), pengerokan kulit dengan alat seperti sendok tajam yang disebut kuret, kulit yang dikerok akan mendapat anestesi lokal untuk mencegah sakit.
– Terapi fotodinamik (PDT – photodynamic therapy), di mana krim khusus diterapkan pada tambalan kulit kemudian disinari untuk membunuh sel yang tidak normal.

Pencegahan

Jika Anda memiliki keratosis aktinik, sangat penting untuk melindungi kulit dari sinar matahari untuk mengurangi risiko munculnya lebih banyak tambalan (pat kulit) dan mengurangi risiko terkena kanker kulit.

– Tutupi kulit Anda dengan pakaian atau topi selama bulan-bulan musim panas
– Oleskan tabir surya dengan sun protection factor (SPF) sebelum keluar rumah saat musim panas
– Cari tempat teduh saat sinar matahari berada pada posisi puncak sinar UV (antara pukul 11.00 dan 15.00)

Komplikasi dan bahaya keratosis aktinik

Jika keratosis aktinik tidak segera diobati, kemungkinan bisa berubah menjadi sejenis kanker kulit yang disebut squamous cell carcinoma (SCC).

Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan beberapa tambalan kulit (pat kulit) memiliki risiko sekitar 1 dari 10 kemungkinan terkena kanker kulit dalam waktu 10 tahun setelah mengembangkan keratosis aktinik.

Tanda-tanda keratosis aktinik menjadi kanker meliputi:

– Tambalan kulit tumbuh dengan cepat
– Sangat menyakitkan
– Mudah terjadi pendarahan

Kunjungi dokter jika Anda memiliki gejala ini atau jika Anda mendapatkan tambalan atau benjolan baru di area kulit lain. SCC biasanya bisa diobati dengan sukses jika terdeteksi tahap awal.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Acanthosis Nigricans (Akantosis Nigrikans) Pengertian Acanthosis nigricans (dibaca: Akantosis Nigrikans) adalah istilah medis untuk mengambarkan bentuk pat kulit yang kusam, menebal, keriput, kebiruan seperti beludru, biasanya berkembang di lipatan kulit seperti ketiak, […]
  • Dermatitis Varikosa Dermatitis atau eksim varikosa adalah penyakit kulit dermatitis jangka panjang yang mempengaruhi kaki bagian bawah, sering terjadi pada orang dengan varises. Dermatitis varicose (dibaca:varikosa) juga dikenal sebagai venous, salah satu […]
  • Dermatitis Numular – Eksim Diskoid Apa itu penyakit kulit eksim nummular? Eksim nummular, juga dikenal sebagai eksim diskoid atau dermatitis numular. Kata "nummular" berasal dari kata Latin yang berarti koin, karena bintik-bintik yang muncul seperti koin di […]
  • Eksim Neurodermatitis Apa itu neurodermatitis (lichen simpleks chronicus)? Penyakit Kulit Eksim Neurodermatitis adalah salah satu bentuk eksim yang dimulai gatal-gatal, kulit bersisik dan menebal yang biasanya muncul di leher, pergelangan tangan, lengan bawah, […]
  • Dermatitis Atopik Dermatitis atopik adalah salah satu tipe eksim yang paling umum dan parah sering muncul sebagai ruam merah dan gatal pada pipi, lengan dan kaki. Dermatitis atopik memiliki dua kondisi alergi: asma dan demam (rhinitis alergi). Orang yang […]