Pengobatan Hiperhidrosis: Antikolinergik, Injeksi Botulinum, Operasi Dll

Apakah hiperhidrosis bisa disembuhkan? Hiperhidrosis merupakan tantangan pengobatan dan mungkin butuh beberapa waktu untuk menemukan pengobatan terbaik untuk Anda. Pengobatan pertama adalah perawatan non invasif lebih dahulu sebelum melangkah jauh.

Beberapa pengobatan hiperhidrosis yang biasanya akan direkomendasikan adalah

Pengobatan hiperhidrosis non invasif

Antiperspirant kuat

Jika antiperspirant biasa tidak mengendalikan keringat Anda, dokter mungkin memberi resep obat atau menyarankan Antiperspirant yang lebih kuat untuk Anda.

Antiperspiran kuat yang mengandung aluminium klorida sering digunakan untuk mengobati hiperhidrosis. Antiperspiran ini bekerja dengan cara menutup kelenjar keringat. Anda perlu menerapkannya di malam hari sebelum Anda pergi tidur dan mencucinya di pagi hari.

Efek samping antiperspiran mengandung aluminium chloride adalah iritasi ringan, gatal dan kesemutan di mana tempat diterapkan.

Gunakan antiperspirant ketika dibutuhkan saja untuk mencegah dan mengurangi iritasi. Gunakan emolien (pelembab) secara teratur dan cuci dengan sabun setelah pemakaian.

Antikolinergik

Anda mungkin diberi resep obat yang disebut antikolinergik atau antimuskarinik. Ini bekerja dengan menghalangi efek zat kimia yang disebut asetilkolin. Asetilkolin sebuah zat aktif untuk sistem saraf untuk mengaktifkan kelenjar keringat.

Antikolinergik tersedia sebagai tablet oral atau diterapkan pada area yang terkena. Obat-obatan ini jarang digunakan untuk mengobati hiperhidrosis dan kebanyakan jenis ini tidak diberi lisensi pengobatan untuk hiperhidrosis, namun beberapa orang merasa tertolong.

Propantheline bromide adalah salah satu dari obat antikolinergik yang dilisensikan untuk mengobati hiperhidrosis. Ada beberapa obat antikolinergik yang tidak berlisensi untuk hiperhidrosis – seperti oxybutynin dan glycopyrronium bromide.

Efek samping obat Antikolinergik

Kemungkinan efek samping antikolinergik termasuk mulut kering, penglihatan kabur, kram perut, sembelit dan sulit buang air kecil.

Pengobatan hiperhidrosis invasif

Jika perawatan non invansif tidak bekerja, dokter mungkin mengarahkan Anda ke dokter kulit (dermatologist) untuk perawatan lebih lanjut, seperti iontophoresis, suntikan toksin botulinum atau pembedahan.

Iontophoresis

Iontophoresis dapat membantu jika Anda berkeringat berlebihan yang mempengaruhi tangan atau kaki Anda. Ini juga bisa digunakan untuk merawat ketiak, meski biasanya ini kurang efektif.

Iontophoresis melibatkan penanganan daerah kulit yang terkena dengan arus listrik tegangan rendah, tangan atau kaki diletakkan tempat basah untuk membantu menghalangi kelenjar keringat.

Jika ketiak Anda perlu diobati, bantalan kontak basah ditempatkan di setiap ketiak dan arus listrik tegangan rendah akan dilewatkan melalui bantalan.

Perawatannya tidak menyakitkan tapi arus listrik bisa menyebabkan ketidaknyamanan ringan serta iritasi kulit. Setiap sesi iontophoresis berlangsung antara 20 dan 30 menit, dan biasanya Anda memerlukan dua sampai empat sesi dalam seminggu.

Suntikan toksin botulinum

Toksin botulinum disuntikkan ke kulit di daerah tubuh yang terkena hiperhidrosis. Ini membantu mengurangi keringat di area ini dengan menghalangi sinyal dari otak ke kelenjar keringat.

Sekitar 15-20 suntikan diberikan di daerah yang terkena seperti ketiak, tangan, kaki atau wajah. Prosedur biasanya memakan waktu sekitar 30-45 menit.

Efek dari suntikan biasanya berlangsung selama beberapa bulan, setelah itu waktu pengobatan bisa diulang jika perlu.

Efek samping suntikan toksin botulinum

Efek samping potensial dari injeksi toksin botulinum meliputi:

– sakit, kemerahan atau gatal dimana suntikan diberikan
– mual, sakit kepala setelah suntikan
– bagian lain tubuh berkeringat sebagai jalur pengganti arus area yang disumbat- dikenal sebagai keringat kompensasi
– Kelemahan otot di sekitar area perawatan

Sebagian besar efek samping ini sembuh karena efek suntikannya hilang.

Operasi dan prosedur lainnya

Dalam beberapa kasus, pengobatan hiperhidrosis parah mungkin pembedahan direkomendasikan.

Simpatektomi torak endoskopi (ETS)

Endoskopi thoracic sympathectomy (ETS) adalah jenis operasi yang paling banyak diminati untuk pengobatan hiperhidrosis, terutama yang mempengaruhi telapak tangan atau ketiak. Operasi dilakukan dengan anestesi umum dan dilakukan pada kedua sisi tubuh.

National Institute for Health and Care Excellence (NICE) merekomendasikan agar ETS dapat digunakan untuk mengatasi keringat berlebihan pada telapak tangan atau ketiak.

Namun, sebelum prosedur dilakukan, Anda harus mengetahui banyak hal sebelum menjalani operasi

– ETS membawa risiko komplikasi serius (lihat di bawah)
– Adalah sangat umum terjadi keringat kompensasi berlebihan terjadi setelah prosedur, yang menyebabkan beberapa orang menyesali prosedurnya

Semua ini hanya untuk orang dengan hiperhidrosis berat yang belum menanggapi pengobatan lain, selain prosedur bedah.

Konsultasikan pada dokter Anda tentang simpatektomi thoraks endoskopik untuk hiperhidrosis primer pada ekstremitas atas.

Efek samping dan komplikasi operasi hiperhidrosis

Efek samping dan komplikasi operasi ETS juga bisa meliputi:

– Berkeringat pada wajah dan leher setelah makan makanan – ini dikenal sebagai keringat kompensasi yang mempengaruhi hingga setengah dari orang-orang yang memiliki prosedur
– dada berdarah saat operasi
– Udara terperangkap di dalam dada (pneumotoraks), yang bisa menyebabkan nyeri dada dan kesulitan bernafas
– Kerusakan pada sistem saraf yang menyebabkan kelopak mata atas di satu sisi tubuh terkulai (sindrom Horner) – ini mungkin permanen.

Merusak atau menghapus kelenjar keringat

Berkeringat berlebihan di bawah lengan terkadang dapat diobati dengan prosedur untuk mengeluarkan atau merusak kelenjar keringat di ketiak.

Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara:

– membuat sayatan di ketiak dan dengan menggores (kuretase) atau memotong (prosedur Shelley) kelenjar keringat
– menggunakan probe yang dipegang di atas kulit (tidak ada sayatan), yang memancarkan radiasi elektromagnetik untuk merusak kelenjar keringat.
– memasukkan perangkat laser di bawah kulit melalui sayatan kecil untuk menghancurkan kelenjar keringat

Prosedur ini umumnya dilakukan dengan anestesi lokal, yang berarti Anda tidak merasakan sakit.

Prosedur ini tidak bekerja untuk semua orang, ini berarti tidak selalu ada bukti tentang keamanan dan efektivitas jangka panjang mereka.

Mengobati kecemasan dan stress

Perasaan cemas tidak secara langsung bertanggung jawab menyebabkan hiperhidrosis primer, namun bisa membuat situasi semakin buruk.

Anda mungkin merasa tidak sadar membuat kecemasan dalam situasi tertentu, seperti saat bertemu orang baru atau berada di ruangan yang penuh sesak. Kecemasan bisa membuat keringat memburuk.

Jika kecemasan membuat keringat berlebihan dan memburuk, anda butuh jenis terapi yang disebut terapi perilaku kognitif (CBT). Obat kimia untuk kegelisahan biasanya tidak dianjurkan karena bisa membuat berkeringat berlebihan menjadi lebih buruk.

Tips mengatasi keringat berlebihan

Mengubah gaya hidup Anda tidak dapat menyembuhkan hiperhidrosis primer (hiperhidrosis tanpa sebab yang jelas), namun dapat memperbaiki gejala dan membantu kepercayaan diri Anda.

Saran di bawah ini bisa membantu.

– Hindari pemicu yang membuat keringat memburuk, seperti makanan pedas dan alk0hol.
– Gunakan antiperspirant, bukan deodoran.
– Hindari memakai pakaian ketat, atau kain dari serat mitasi seperti nilon.
– Mengenakan pakaian hitam atau putih bisa meminimalkan tanda-tanda keringat.
– Gunakan deker ketiak untuk menyerap keringat berlebihan dan melindungi pakaian Anda dari basah
– Kenakan kaus kaki yang menyerap kelembaban, seperti kaus kaki tebal yang terbuat dari serat alami, atau sol sepatu khusus yang dirancang untuk menyerap kelembaban.
– Hindari memakai kaus kaki yang terbuat dari bahan buatan manusia (serat nilon) dan ganti kaus kaki Anda setidaknya dua kali sehari jika memungkinkan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!