Diagnosa Dan Pemeriksaan Fisik Hipopituitarisme

Diagnosa Dan Pemeriksaan Fisik Hipopituitarisme

Karena kelenjar pituitari menstimulan kelenjar-kelenjar lain, kekurangan hormon hipofisis sering mengurangi jumlah hormon yang diproduksi kelenjar lainnya.

Oleh karena itu, dokter mempertimbangkan kemungkinan terjadinya malfungsi pituitari saat menyelidiki defisiensi kelenjar lain, seperti kelenjar tiroid atau kelenjar adrenal.

Bila gejala menunjukkan bahwa ada beberapa kelenjar inaktif, dokter mungkin menduga adanya hipopituitarisme atau sindrom defisiensi poliglandular.

Pemeriksaan fisik hipopituitarisme biasanya dimulai dengan mengukur kadar hormon dalam darah yang diproduksi oleh kelenjar pituitari (biasanya hormon stimulan tiroid, prolaktin, hormon luteinizing, dan hormon stimulan folikel) dan pada pada waktu bersamaan, juga mengukur kadar hormon yang diproduksi oleh organ target (umumnya hormon tiroid, testosteron pada pria, dan estrogen pada wanita).

1, Mengukur tingkat IGF-1

Produksi hormon pertumbuhan oleh hipofisis sulit dievaluasi karena tidak ada tes yang secara akurat mengukurnya. Tubuh menghasilkan hormon pertumbuhan hany dalam beberapa percikan saja setiap harinya, dan hormon tersebut terlalu cepat digunakan oleh tubuh.

Sehingga, mungkin, dokter akan mengukur tingkat insulin-like growth factor 1 (IGF-1) dalam darah. Produksi IGF-1 dikendalikan oleh hormon pertumbuhan, dan tingkat IGF-1 cenderung berubah secara perlahan sesuai dengan jumlah keseluruhan hormon pertumbuhan yang dihasilkan oleh hipofisis. Pada bayi dan anak kecil, dokter mungkin mengukur kadar zat serupa, yaitu IGF pengikat protein tipe 3.

Karena kadar hormon luteinizing dan hormon stimulan folikel berfluktuasi dengan siklus haid, pengukuran hormon untuk pada wanita mungkin sulit untuk ditafsirkan. Namun, pada wanita pascamenopause yang tidak menggunakan hormon estrogen, hormon luteinizing dan hormon stimulan folikel biasanya tinggi.

2. Mengukur stimulasi ACTH

Produksi ACTH (hormon adrenokortikotropik) biasanya dinilai dengan mengukur kadar target hormon (kortisol) sebagai respons terhadap stimulan, seperti suntikan ACTH sintetis (tes stimulasi ACTH) atau kadar gula rendah dalam darah setelah injeksi insulin (uji toleransi insulin). Jika kadar kortisol tidak berubah dan kadar ACTH dalam darah normal atau rendah, maka diagnosa defisiensi produksi ACTH bisa dikonfirmasi.

Begitu pula hipopituitarisme tidak stabil ketika dilakukan tes darah, kelenjar pituitari biasanya dievaluasi dengan computed tomography (CT) atau magnetic resonance imaging (MRI) untuk mengidentifikasi masalah struktural.

CT atau MRI bisa membantu mengungkapkan daerah individu (terlokalisasi) dari pertumbuhan jaringan abnormal, pembesaran, atau penyusutan kelenjar pituitary. Pembuluh darah yang mensuplai kelenjar pituitari dapat diperiksa dengan angiografi serebral.

Baca artikel lanjutannya: pengobatan dan penanganan hipopituitarisme

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Akromegali Apa itu akromegali? Nama Akromegali berasal dari bahasa Yunani, akro berarti ekstremitas; dan megali bermakna berlebihan. Akromegali adalah kelainan hormonal yang diakibatkan oleh terlalu banyak hormon pertumbuhan (Growth Hormone -GH) […]
  • Pengobatan Hipopituitarisme: Obat, Terapi & Mengganti Hormon Pengobatan hipopituitarisme didasarkan pada penanganan penyebab kelainan pituitari dan mengganti defisiensi/ kekurangan hormon. Pengobatan penyebab Bila penyebab kekurangan hormon hipofisis adalah tumor, operasi pengangkatan tumor […]
  • Hipopituitarisme Apa Itu Hipopituitarisme? Kelenjar pituitari menghasilkan sejumlah hormon atau bahan kimia yang dilepaskan ke dalam darah untuk mengendalikan kelenjar lain di dalam tubuh. Jika hipofisis tidak memproduksi satu atau lebih dari hormon ini, […]
  • Istilah Dan Kamus Dalam Penyakit Pituitari Masalah yang paling umum terjadi pada penyakit kelenjar pituitari adalah ketika tumor jinak yang juga disebut adenoma, berkembang. Tumor hipofisis bukan berarti 'tumor otak'. Istilah tumor jinak digunakan oleh dokter untuk menggambarkan […]
  • Apa Itu Sindrom Nelson? Pelajari Lebih Lanjut…. Sindrom Nelson adalah istilah untuk menggambarkan pembesaran tumor penghasil hormon adrenokortikotropik di kelenjar pituitari, setelah operasi pengangkatan kedua kelenjar adrenal pada pasien dengan penyakit Cushing. Penyakit cushing […]