Hit enter after type your search item
Statistik Penyebaran Virus Corona Di Indonesia Dan Dunia - Terbaru Hari Ini!
Lihat Di Sini
Home / Penyakit / Kanker Darah / Levofloksasin, Antibiotik Untuk Neutropenia Pada Leukemia Anak-Anak

Levofloksasin, Antibiotik Untuk Neutropenia Pada Leukemia Anak-Anak

/
/
/
img
0
(0)

Leukemia menandakan makna bahwa sel darah yang belum matang bermutasi menjadi sel kanker. Sel-sel mentah ini tidak bekerja sebagaimana mestinya dan mereka menyingkirkan sel darah sehat di sumsum tulang.

Peneliti Rumah Sakit St. Jude Children telah mengidentifikasi antibiotik untuk leukemia yang secara signifikan mengurangi kemungkinan infeksi pada anak-anak yang memulai pengobatan untuk leukemia limfoblastik akut, tanpa peningkatan resistensi antibiotik.

Kemoterapi untuk anak-anak leukemia sering menyebabkan neutropenia. Apa itu neutropenia? Neutropenia adalah penurunan sel darah putih, membuat pasien berisiko rawan infeksi. Hingga 4 persen anak-anak leukemia meninggal karena infeksi terkait pengobatan.

“Penelitian ini memberikan bukti yang mendukung penggunaan profilaksis antibakteri yang ditargetkan untuk penderita leukemia, yaitu antibiotik levofloxacin…,” kata Joshua Wolf, MD, seorang asisten anggota Departemen Jude St.

Periset melaporkan bahwa terapi antibiotik dengan levofloksasin atau antibiotik lainnya guna mengurangi kemungkinan infeksi, termasuk demam dan infeksi aliran darah, sekitar 70 persen atau lebih pada pasien leukemia, terutama anak-anak, mereka mengalami neutropenia selama terapi induksi (kemoterapi).

Levofloxacin juga mengurangi kemungkinan infeksi bakteri Clostridium difficile sebesar 95 persen atau lebih. Infeksi bakteri C. difficile dikaitkan dengan hampir tujuh kali peningkatan risiko kematian pada anak-anak dengan leukemia akut.

“Akan tetapi, terapi antibiotik profilaksis dengan levofloksasin menjadi kontroversial untuk anak-anak,” kata Wolf. “Dokter khawatir bahwa pengobatan antibiotik proaktif pada anak-anak akan meningkatkan resistensi obat, terutama terhadap antibiotik untuk mengobati infeksi yang mengancam jiwa pada pasien yang terinfeksi..”

Mulai bulan Agustus 2014, pedoman perawatan di rumah sakit St. Jude Children dirubah dengan merekomendasikan terapi levofloxacin selama terapi induksi untuk pasien leukemia akut yang mengembangkan neutropenia selama tujuh hari.

Wolf dan rekan-rekannya menggunakan perubahan tersebut untuk membandingkan tingkat infeksi dari

– 173 Pasien leukemia yang tidak menerima antibiotik
– 69 Pasien diobati secara profilaksis dengan levofloksasin
– 102 pasien menerima antibiotik profilaksis lainnya, seperti cefepime, ciprofloxacin atau vankomisin.

Periset melaporkan bahwa pasien dengan neutropenia yang mendapat terapi levofloksasin jauh lebih kecil mengalami demam atau infeksi aliran darah.dibandingkan mereka yang tidak menerima. Penurunan infeksi C. difficile hanya terjadi pada pasien yang diobati dengan levofloksasin.

Penggunaan Levofloxacin dikaitkan dengan berkurangnya paparan antibiotik lainnya. Pengurangan paparan antibiotik lain mungkin sebagian menjelaskan mengapa infeksi C. difficile menurun pada pasien yang diobati dengan levofloksasin, Wolf mengatakan.

Sementara itu, resistensi antibiotik pada tubuh anak-anak dengan leukemia tidak meningkat secara signifikan meski penggunaan levofloksasin lebih banyak.

“Kami sangat optimis bahwa setiap efek samping levofloksasin terhadap resistensi antibakteri akan diimbangi dengan pengurangan penggunaan antibiotik lainnya.

Meskipun begitu, resistensi antibiotik jangka panjang pada tubuh anak-anak dengan leukemia masih diperlukan penelitian lanjut untuk membuktikannya,” kata Wolf.

Sumber: Eurekalert!

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :