Leukemia Mieloid Akut

Leukemia Mieloid Akut (AML) adalah bentuk kanker darah, yang mempengaruhi sel darah putih yang dikenal sebagai sel myeloid, salah satu bentuk leukemia cepat berkembang.

Sel darah terbentuk di sumsum tulang, yang merupakan jaringan spons di dalam tulang. Sel darah induk membelah cepat menghasilkan lebih banyak salinan dirinya atau sel imatur yang belum matang, menjadi sel darah matang.

Sel induk myeloid menjadi satu dari tiga jenis sel darah matang di bawah ini:

– Sel darah merah, bertugas membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh.
– Trombosit, berperan sebagai pembeku saat terjadi pendarahan.
– Granulosit (sel darah putih) bertugas melawan infeksi dan penyakit.

Leukemia myeloid akut (AML – Acute myeloid leukaemia) ada dalam bentuk berbeda yang tergantung pada jenis sel myeloid yang sedang diproduksi.

Substansi yang paling penting disebut leukemia promyelocytic akut (APL: acute promyelocytic leukemia). APL menghasilkan sekitar satu dari sepuluh kasus AML; Hal ini menjadi penting karena diperlakukan sangat berbeda. Tes fisik khusus dapat mendeteksi kelainan genetik dari karakteristik APL.

Penyebab dan faktor risiko Leukemia Mieloid Akut

Dalam kebanyakan kasus AML tidak ada penyebab yang jelas, tetapi penting untuk dipahami bahwa:

– Ini bukan penyakit menular
– Ini bukan penyakit warisan dari orang tua kepada anak

Faktor risiko:

– Umur, kebanyakan bentuk kanker AML lebih sering terjadi pada orang tua
– Jenis laki-laki

AML lebih mempengaruhi laki-laki daripada wanita

Gen

Pada sebagian besar kasus, AML tidak berjalan dalam keluarga, atau bukan penyakit keturunan

Lingkungan

Ada beberapa faktor seperti beberapa bahan kimia dan tingkat radiasi tinggi yang dapat meningkatkan kemungkinan pengembangan leukemia.

Penyakit sumsum tulang

Beberapa kasus AML mempengaruhi orang yang sudah memiliki penyakit sumsum tulang. Penyakit sumsum tulang yang paling sering dikaitkan penyakit myelodysplastic syndrome (MDS) dan neoplasma myeloproliferative (MPN).

Gejala dan tanda-tanda leukemia mieloid akut

Tidak ada tanda atau gejala khusus yang memungkinkan diagnosis AML dibuat. Tanda dan gejala yang paling umum muncul karena sumsum tulang tidak mampu menghasilkan sel darah normal yang cukup, dengan ciri-ciri

– Anemia, kekurangan sel darah merah
– Kelemahan, kelelahan, sesak napas, pusing, jantung berdebar
– Infeksi, karena kekurangan sel darah putih
– Mudah terInfeksi, lebih sering, lebih parah dan sulit sembuh
– Demam, malaise (perasaan sakit) dan berkeringat
– Purpura (memar kecil di kulit), mimisan, gusi berdarah
– Perdarahan dan memar – karena kekurangan platelet (trombosit)

Tanda dan gejala AML lain (yang mungkin hanya terjadi dalam beberapa bentuk) meliputi:

– Nyeri tulang, pembesaran hati / limpa, gusi bengkak, benjolan kulit – ini semua disebabkan oleh akumulasi sel AML di jaringan.
– Perdarahan mungkin menjadi masalah khusus di kasus APL (leukemia promyelocytic akut )
– Beberapa pasien yang memiliki jumlah sel darah putih sangat tinggi disebut leukostasis, dimana aliran darah melambat karena darah sangat pekat.

Diagnosa dan pemeriksaan fisik

Meskipun seorang dokter mungkin menduga pasien memiliki Leukemia Mieloid Akut berdasarkan tanda dan gejala, ia hanya dapat mendiagnosis dengan tes laboratorium.

Hasil penghitungan darah sederhana biasanya akan menunjukkan leukemia walaupun jumlah darah menunjukkan angka normal.

Semua pasien AML diambil sampel sumsum tulang untuk mengkonfirmasi diagnosis dan untuk membantu menentukan jenis leukemia. Tes yang lebih khusus sering dilakukan pada saat bersamaan.

Biasanya, x-ray dada akan dipindai untuk mencari kelenjar getah bening bengkak, atau situs lainnya yang terkena dampak.

Sampel darah akan diambil untuk menguji adanya masalah dengan hati, ginjal atau organ lainnya. Di AML, sampel dapat diambil dari cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang – disebut cairan serebrospinal (CSF), beberapa bentuk sel AML bisa masuk ke sistem saraf.

Beberapa tes darah dan scan akan diulang untuk memeriksa respons terhadap pengobatan dan komplikasi apapun. Tes lainnya biasanya hanya dilakukan saat diagnosis.

Tes lain yang mungkin dilakukan meliputi:

Tusukan lumbal

Sampel cairan serebrospinal (CSF) dari sekitar tulang belakang diambil untuk melihat apakah ada sel leukemia pada sistem saraf. Uji ini hanya dilakukan untuk tipe AML yang cenderung masuk CSF

Sinar-X, ultrasound atau scan (CT atau MRI), untuk memantau dampak leukemia pada organ tubuh

Tes darah, sampel sumsum tulang dan tusukan lumbal akan diulang sepanjang perawatan untuk memantau respons pengobatan.

Stadium Leukemia Mieloid Akut

Tidak ada standarisasi stadium yang digunakan untuk AML, karena kanker darah sudah menyebar ke seluruh tubuh saat pertama kali didiagnosis.

Apakah AML bisa diobati?

Leukemia Mieloid Akut sering dapat disembuhkan dengan perawatan standar, terutama pada pasien yang lebih muda dan lebih fit.

Pasien yang lebih tua atau kondisinya kurang fit, biasanya akan mendapat respons awal pengobatan yang baik, Namun akibat kondisi yang lemah, penyakit akan datang kembali dikenal sebagai kekambuhan.

Pengobatan AML adalah:

– Kemoterapi
– Terapi radiasi
– Transplantasi sel induk

Pasien yang lebih muda / lebih fit dapat diberi transplantasi sel induk/stem cell (transplantasi sumsum tulang). Hal ini dilakukan dengan menggunakan sel induk sehat dari pendonor. Stem cell dilakukan jika kemoterapi tidak menyembuhkan penyakit

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!