Hit enter after type your search item
Statistik Penyebaran Virus Corona Di Indonesia Dan Dunia - Terbaru Hari Ini!
Lihat Di Sini
Home / Penyakit / Kanker Darah / Studi: Khasiat Avokatin Biji Alpukat Melawan Leukemia Myeloid Akut

Studi: Khasiat Avokatin Biji Alpukat Melawan Leukemia Myeloid Akut

/
/
/
img
0
(0)

Benarkah alpukat bisa mengobati leukemia atau kanker darah? Kandungan Avokatin B pada biji Alpukat bisa melawan dan mengalahkan bentuk leukemia langka, khususnya leukemia myeloid akut, penyakit kanker sel darah putih ganas dan agresif.

Laporan The Independent memberi kesan pembaca bahwa mengonsumsi alpukat dapat membantu mengobati leukemia. Periset sebenarnya melihat senyawa yang ditemukan pada biji alpukat, disebut avocatin B, yang tampaknya efektif melawan sel leukemia di laboratorium.

Para peneliti telah menguji 800 senyawa untuk melawan sel leukemia manusia. Avocatin B adalah senyawa paling efektif yang menyebabkan sel leukemia mati, namun tidak merusak sel darah normal.

Kebanyakan media pada umumnya melaporkan bahwa senyawa avocatin B diperoleh dari daging alpukat dan bukan dari biji yang dimakan. Jadi berita seperti “makan Alpukat sehari mengobati leukemia” tampaknya tidak akurat dan menyesatkan.

Asal studi

Studi ini dilakukan oleh para peneliti dari University of Waterloo dan Mount Sinai Hospital di Kanada dan University of Perugia di Italia, didanai oleh Leukemia & Lymphoma Society of Canada, Natural Sciences and Engineering Research Council of Canada dan Canadian Institutes of Health Research. Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal medis Cancer Research.

Konsep penelitian

Ini adalah penelitian laboratorium yang mengamati efek ekstrak biji alpukat terhadap kanker darah leukemia myeloid akut.

Leukemia myeloid akut adalah kanker darah sangat agresif. Sel darah dibuat di sumsum tulang dari sel induk. Pada leukemia myeloid akut, ada kelebihan produksi sel darah putih myeloid. Peran sel darah putih adalah melawan infeksi.

Ketika sistem ini mengalami overdrive, sumsum tulang melepaskan sejumlah besar sel darah myeloid yang belum matang ke dalam sirkulasi.

Sayangnya, mereka tidak berkembang menjadi sel darah myeloid normal, namun tetap setengah matang. Produksi besar sel ini menyebabkan penurunan produksi sel normal, yang berujung pada kanker darah.

Jalannya penelitian

Para peneliti menguji 800 produk alami terhadap sel leukemia myeloid akut manusia di laboratorium. Sel leukemia myeloid akut manusia diambil dan ditanam di petridish, kemudian dipaparkan pada masing-masing petridish dengan bahan-bahan alami.

Senyawa paling efektif adalah avokatin B yang bisa menyebabkan kematian sel leukemia, kemudian diuji pada sel induk darah normal.

Sampel sel induk darah perifer dikumpulkan dari sukarelawan. Mereka diberi obat yang disebut G-CSF, yang merangsang tubuh untuk menghasilkan peningkatan jumlah sel induk dari sumsum tulang dan melepaskannya ke dalam sirkulasi.

Para peneliti kemudian menyuntikkan sel myeloid akut yang terpapar avocatin B ke tikus. Mereka membandingkan kemampuan sel untuk tumbuh dan berkembang di sumsum tulang dengan sel myeloid akut yang belum terpapar.

Hasil penelitian

Avocatin B adalah senyawa yang terbuat dari dua karbon lipida 17, hasil ekstraksi dari biji alpukat.

Senyawa avocatin B efektif dalam menyebabkan kematian sel kanker darah, terutama sel darah myeloid yang belum matang. Namun tidak mempengaruhi sel induk darah perifer normal.

Penulis penelitian mengatakan bahwa studi sebelumnya telah menemukan bahwa sel darah myeloid belum matang ditemukan pada leukemia mengandung lebih banyak mitokondria daripada sel darah normal.

Mitokondria adalah kompartemen khusus dalam sel yang menghasilkan energi. Percobaan tampaknya menunjukkan bahwa avocatin B lebih efektif terhadap sel leukemia daripada sel darah normal.

Para peneliti menafsirkan bahwa studi laboratorium mereka terkait avocation B mampu menginduksi toksisitas secara selektif terhadap leukemia dan LSCs (leukaemia stem cells – sel induk leukemia) tanpa toksisitas terhadap sel normal.

Kesimpulan

Penelitian ini telah mengidentifikasi obat alami baru untuk mengobati leukemia myeloid akut. Karena penelitian sejauh ini telah dilakukan di laboratorium, perlu ditekankan bahwa ini adalah awal dari sebuah jalan panjang dalam pengembangan obat lekumeia alami

Penting juga untuk dicatat bahwa senyawa tersebut diambil dari biji alpukat dan bukan dari dagingnya. Perawatan saat ini untuk leukemia melibatkan kemoterapi dan dalam beberapa kasus transplantasi stem sel (NHS Choices)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :