IStilah Dan Kamus Penyakit Kanker Darah

Sel darah terbentuk di sumsum tulang, jaringan spons ditemukan di dalam tulang. Sel induk darah membelah untuk memperbanyak dirinya dari sel imatur (belum matang) menjadi sel darah matang seiring berjalannya waktu. Sel induk darah bisa menjadi sel induk myeloid atau sel induk limfoid.

Sel induk myeloid menjadi satu dari tiga jenis sel darah matang:

  • Sel darah merah itu membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh.
  • Trombosit yang membentuk bekuan darah saat pendarahan
  • Granulosit (sel darah putih) melawan infeksi dan penyakit.

Sel induk limfoid menjadi sel limfoblas dan satu dari tiga jenis limfosit (sel darah putih):

  • Sel limfosit B yang membuat antibodi untuk melawan infeksi.
  • Sel Limfosit T yang membantu limfosit B membuat antibodi yang membantu melawan infeksi.
  • Sel natular killer (pembunuh alamiah) untuk menyerang sel kanker dan virus.

Leukemia mempengaruhi sel darah putih yang diklasifikasikan menurut jenis yang terkena (myeloid atau limfatik) dengan cara akut atau kronis. Akut dan kronis tidak mengacu pada seberapa serius penyakit ini tapi seberapa cepat perkembangan kanker darah.

Ada empat tipe utama leukemia:

  1. Leukemia mieloid akut (AML) – berkembang dengan cepat, mempengaruhi sel myeloid (granulosit)
  2. Leukemia myeloid kronis (CML) – Perlahan berkembang, mempengaruhi sel myeloid (granulosit)
  3. Leukemia limfoblastik akut (ALL) – berkembang dengan cepat, mempengaruhi limfosit
  4. Leukemia limfoblastik kronis (CLL) – Perlahan berkembang, mempengaruhi limfosit

Leukemia akut berkembang dengan cepat, kecuali jika diobati secara efektif dengan perawatan standar, seperti transplantasi sumsum tulang, terutama pada pasien lebih muda.

Leukemia kronis berlangsung perlahan. Namun, meskipun  diobati dan ditangani, biasanya sulit menyembuhkan leukemia kronis dengan perawatan standar.

Kamus Kanker Darah

Terapi ablatif

Kemoterapi dosis tinggi atau radioterapi ditujukan untuk menghancurkan sel kanker residual namun pada saat bersamaan juga merusak sumsum tulang pasien itu sendiri, oleh karena itu memerlukan penyelamatan sel induk.

Adenosine deaminase inhibitors

Obat yang digunakan dalam pengobatan leukemia limfositik kronis dan limfoma, namun kurang invansif karena hanya mendorong kematian sel, tidak membunuh sel secara aktif.

Agen alkilasi

Obat anti kanker yang berinteraksi dengan bahan genetik (DNA) untuk mencegah pembelahan sel. Obat jenis ini meliputi busulphan, chlorambucil, cyclophosphamide, dan melphalan.

Transplantasi sel induk allogeneik

Transplantasi sel induk darah dari satu orang ke orang lain. Donor biasanya adalah saudara perempuan atau saudara laki-laki atau donor relawan yang tidak terkait keluarga

Alopecia

Rambut rontok. Ini adalah efek samping dari beberapa jenis kemoterapi dan radioterapi. Biasanya bersifat sementara.

Antracyclines

Obat yang digunakan dalam terapi leukemia untuk mencegah pembelahan sel dengan cara mengacaukan struktur DNA. Obat jenis ini meliputi daunorubisin, doksorubisin (adriamisin), epriubisin, dan idarubisin.

Antilymphocyte globulin

Antibodi yang menempel dan menghancurkan limfosit. Ini dapat digunakan secara klinis dengan suntikan ke pembuluh darah, misalnya pada anemia aplastik atau kondisi lain seperti autoimun (sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat)

Antimetabolit

Sekelompok obat anti kanker yang mencegah sel tumbuh dan membelah dengan menghalangi reaksi kimia yang dibutuhkan di dalam sel untuk menghasilkan DNA. Obat jenis ini meliputi mercaptopurine, azathioprine, thioguanine, dan methotrexate.

Apheresis

Proses ‘skimming off’ sel induk dari darah yang akan digunakan untuk transplantasi atau disimpan dalam bentuk beku sampai dibutuhkan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!