7 Kelainan Genetik Sebagai Penyebab Leukemia Limfoblastik Akut

Etiologi leukemia limfoblastik akut

Etiologi leukemia limfoblastik akut tidak begitu jelas. Periset telah menunjukkan bahwa penyakit kanker darah tipe ini disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor termasuk genetik, biologis, dan lingkungan.

Ditinjau dari aspek etiologi, beberapa faktor risiko dari penyakit kelainan genetik sebagai penyebab leukemia limfoblastik akut (LLA), termasuk

1. Sindrom Down

Anak-anak dengan sindrom Down memiliki peningkatan risiko leukemia akut beberapa kali lipat. LLA lebih umum terjadi pada anak-anak yang memiliki riwayat medis sindrom Down.

Syndrome Down adalah kelainan kromosom sejak bayi dilahirkan. Hampir 1 dari setiap 700-900 bayi yang lahir di seluruh dunia akan menderita sindrom Down.

2.  Neurofibromatosis

Neurofibromatosis adalah kelainan genetik yang menyebabkan tumor terbentuk pada jaringan saraf. Tumor ini bisa berkembang di saraf manapun, termasuk otak, sumsum tulang belakang dan saraf.

3. Sindrom Shwachman,

Sindrom Shwachman adalah penyakit genetik yang mempengaruhi sumsum tulang, pankreas, dan sistem rangka. Fungsi utama sumsum tulang adalah menghasilkan sel darah baru Ini termasuk sel darah merah dan sel darah putih

Pada sindrom Shwachman, malfungsi sumsum tulang menandakan tubuh tidak membuat beberapa atau semua jenis sel darah putih.

4. Sindrom Bloom

Sindrom Bloom adalah kelainan bawaan yang ditandai dengan perawakan pendek, ruam kulit setelah terpapar sinar matahari, dan meningkatkan risiko kanker.

Ada sekelompok kecil pembesaran pembuluh darah (telangiectases) sering muncul dalam bentuk ruam kulit setelah terpapar sinar matahari. Meskipun telangiektasis juga bisa terjadi di mata.

5. Ataksia telangiektasia

Ataksia-telangiektasia adalah kelainan bawaan yang mempengaruhi sistem saraf, sistem kekebalan tubuh, dan sistem metabolis tubuh lainnya. Mereka (anak-anak) yang terkena cenderung memiliki protein dalam jumlah tinggi dalam darah yang disebut alpha-fetoprotein (AFP).

Anak-anak yang mengalami gangguan ini ditandai dengan kesulitan berjalan, masalah dengan keseimbangan dan koordinasi tangan, gerakan menyentak spontan (chorea), otot berkedut (mioklonus) dan gangguan fungsi saraf (neuropati).

6. Sindrom myelodysplastic

Sindrom myelodysplastic adalah sekelompok penyakit yang mempengaruhi produksi sel darah normal di sumsum tulang. Pada sindrom myelodysplastic, sumsum tulang menghasilkan sel darah abnormal dan tidak matang yang disebut sel blast.

Sel-sel blast yang gagal matang tidak dapat bekerja dengan baik dan mudah matisebelum meninggalkan sumsum, atau sesaat setelah mencapai aliran darah.

7. Kelainan myeloproliferative

Kelainan myeloproliferative adalah sekelompok kondisi yang menyebabkan sel darah, trombosit, sel darah putih, dan sel darah merah; tumbuh secara tidak normal di sumsum tulang.

Salah satu gejala kelainan mieloproliferatif adalah limpa yang membesar. Limpa yang membesar bisa menyebabkan sakit perut dan perasaan kenyang.

Faktor Lingkungan

Selain penyakit genetika, faktor lingkungan juga andil sebagai pemicu kanker darah leukemia akut. Pada anak-anak yang sering terpapar berbagai zat berbahaya atau bahan kimia, menjadi awal kehidupan buruk saat mereka masih janin dalam kandungan, atau pasca kelahiran.

Secara umum faktor lingkungan meliputi:

– Paparan utero atau postnatal pada radiasi pengion dosis tinggi, seperti sinar-X atau sinar gamma
– Radioterapi untuk pengobatan kanker dapat menyebabkan perkembangan leukemia di masa depan
– Infeksi virus, seperti virus Human Thymic Leukemia (HTLV-1,) diduga memicu leukemia sel T pada manusia.
– Studi telah melaporkan hubungan antara leukemia dan peningkatan paparan radiasi elektromagnetik (EMR)

Referensi

1. Young J, Gloeckler RL, Silverberg E, Horm J, Miller R. Cancer incidence, survival and mortality for children younger than age 15 years. Cancer 1986; 58: 598-602.
2. Gurney JG, Severson RK, Davis S, Robinson L. Incidence of cancer in children in the United States. Cancer 1995; 75: 2186-2195.
3. Pui CH, Evans WE. Acute lymphoblastic leukemia. N Engl J Med 1998; 339: 605-615.
4. Pui CH. Acute lymphoblastic leukemia. Pediatr Clin North Am 1997; 4: 831-846.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Leukemia Pada Ibu Hamil Dan Dampak Untuk Janin Dalam Kandungan Ada 2 tipe leukemia akut pada ibu hamil: dua pertiga adalah leukemia myeloid akut; dan sepertiganya adalah leukemia limfoblastik akut. Paparan pestisida selama kehamilan dapat menyebabkan risiko leukemia untuk bayi pada dua kali lebih […]
  • Leukemia Limfoblastik Akut Leukemia limfoblastik akut adalah salah satu bentuk kanker darah yang ditandai dengan proliferasi abnormal limfoblas di sumsum tulang dan getah bening, sel kanker memiliki kemampuan untuk berkembang dalam waktu singkat. Kata "Akut" […]
  • Tanda dan Gejala Leukemia Akut Saat Sel-Sel Limfoblast Bereaksi Gejala leukemia limfoblastik akut cenderung menyerupai kondisi medis lainnya, namun setiap individu mungkin mengalami gejala berbeda. Gejala yang muncul dapat berupa gejala spesifik atau gejala umum akibat tubuh memproduksi sel blast atau […]
  • Apa Leukemia Limfoblastik Kronik CLL Bisa Diobati Dan Disembuhkan? Apakah leukemia kronik CLL bisa sembuh? Leukemia kronik CLL sulit untuk bisa sembuh dengan perawatan standart namun mereka bisa mendapatkan hidup lebih lama. Kebanyakan, pasien tidak perlu memulai pengobatan segera setelah diagnosis, […]
  • Levofloksasin, Antibiotik Untuk Neutropenia Pada Leukemia Anak-Anak Leukemia menandakan makna bahwa sel darah yang belum matang bermutasi menjadi sel kanker. Sel-sel mentah ini tidak bekerja sebagaimana mestinya dan mereka menyingkirkan sel darah sehat di sumsum tulang. Peneliti Rumah Sakit St. Jude […]