Vaksinasi HPV Beri Perlindungan Anak Dari Kanker Darah Leukemia

Vaksin HPV Untuk Leukemia

Vaksinasi HPV adalah vaksin untuk perlindungan terhadap virus menular yang disebut HPV atau human papilloma virus. Jika dibiarkan terus berkembang, virus dapat menyebabkan kanker serviks, kanker anal, leukemia, kanker tenggorokan dan kanker kelamin.

Organisasi kesehatan terkemuka, American Society of Clinical Oncology (ASCO), merekomendasikan agar anak perempuan dan anak laki-laki menerima vaksin HPV antara usia 9 dan 26 untuk pencegahan kanker, termasuk leukemia.

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa tingkat survivor kanker masa kanak-kanak yang menerima vaksin HPV adalah lebih rendah daripada teman sebayanya yang tanpa kanker. Tingkat vaksinasi HPV untuk survivor kanker masa kanak-kanak adalah 24% dibandingkan dengan 40% dari populasi umum.

Ini adalah studi pertama dan paling komprehensif tentang tingkat vaksinasi HPV pada survivor kanker anak-anak. Menurut para penulis.

“Studi ini menunjukkan bahwa vaksinasi HPV merupakan cara pencegahan kanker yang efektif, dan terjangkau untuk menyelamatkan anak-anak dari beragam kanker,” kata penulis studi James Klosky, PhD, ABPP, anggota Associate Member di St. Jude Children’s Research Hospital di Memphis, Tennessee.

Periset mensurvei 982 survivor kanker masa kanak-kanak, berusia 9-26 tahun, yang telah menjalani pengobatan antara satu dan lima tahun sebelumnya. Sebagian besar peserta (59%) adalah orang yang selamat dari leukemia atau limfoma.

Hambatan yang paling signifikan untuk vaksinasi adalah kurangnya rekomendasi dokter. Tujuh puluh dua persen peserta melaporkan bahwa layanan kesehatan tidak merekomendasikan vaksin HPV, dan hanya 5% dari survivor yang selamat menerima vaksin ini.

Hambatan lain untuk vaksinasi termasuk persepsi orang-orang bahwa mereka tidak memiliki cakupan asuransi untuk vaksin tersebut. ” Ada banyak mitos seputar vaksin ini, namun klaim ini telah dibantah oleh literatur ilmiah,” kata Dr. Klosky.

Beberapa waktu sebelumnya, survivor kanker bisa hidup lebih lama setelah perawatan, namun kesehatan mereka turun dan lebih rentan terhadap penyakit. Ini menyangkut bahwa sebagian besar survivor tidak memanfaatkan vaksinasi HPV sepenuhnya, padahal vaksinasi ini tersedia secara luas dan dapat membantu mereka bebas dari risiko kanker.

Ahli onkologi dan dokter ahli adalah sumber rujukan terpercaya. Sementara, hambatan terhadap penerapan vaksinasi HPV pasti ada. Ini menunjukkan harus ada dialog untuk membantu memecahkan masalah.

Sumber: Eurekalert!

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Levofloksasin, Antibiotik Untuk Neutropenia Pada Leukemia Anak-Anak Leukemia menandakan makna bahwa sel darah yang belum matang bermutasi menjadi sel kanker. Sel-sel mentah ini tidak bekerja sebagaimana mestinya dan mereka menyingkirkan sel darah sehat di sumsum tulang. Peneliti Rumah Sakit St. Jude […]
  • Apakah Leukemia Kronik CML Bisa Diobati Dan Disembuhkan? Ada 4 metode pengobatan untuk kesembuhan Leukemia Mieloid Kronik (CML), yaitu: kemoterapi, terapi tertarget, terapi radiasi, dan transplantasi stem sel. Jika Anda dirawat untuk apapun jenis leukemia, Anda mungkin diminta mempertimbangkan […]
  • Apakah Leukemia Mieloid Akut Bisa Disembuhkan? Leukemia AML bisa disembuhkan dengan perawatan standar, terutama untuk pasien yang lebih muda dengan kondisi lebih fit. Untuk pasien yang lebih tua atau kurang fit akibat usia, juga bisa menerima respons pengobatan awal yang baik, namun […]
  • Apa Leukemia Limfoblastik Kronik CLL Bisa Diobati Dan Disembuhkan? Apakah leukemia kronik CLL bisa sembuh? Leukemia kronik CLL sulit untuk bisa sembuh dengan perawatan standart namun mereka bisa mendapatkan hidup lebih lama. Kebanyakan, pasien tidak perlu memulai pengobatan segera setelah diagnosis, […]
  • Tanda dan Gejala Leukemia Akut Saat Sel-Sel Limfoblast Bereaksi Gejala leukemia limfoblastik akut cenderung menyerupai kondisi medis lainnya, namun setiap individu mungkin mengalami gejala berbeda. Gejala yang muncul dapat berupa gejala spesifik atau gejala umum akibat tubuh memproduksi sel blast atau […]