Apa Saja Penyebab Keratosis Aktinik

Keratosis aktinik atau keratosis matahari bisa terlihat terutama pada mereka yang sering bekerja di luar ruangan, pelaut, pegolf, pemain ski dan mereka semua yang mendapat paparan matahari tingkat tinggi (untuk kulit putih) Berikut ini adalah beberapa penyebab utama keratosis aktinik:

1. Paparan Terhadap Faktor Karsinogenik

  • Sinar ultraviolet – Sebagian besar dari sinar matahari. Keratosis aktinik paling sering terlihat pada individu berkulit putih yang menghindari akumulasi paparan sinar matahari seumur hidup.
  • Radiasi pengion seperti radioterapi juga dapat meningkatkan kanker kulit.
  • Bahan kimia seperti arsenik meningkatkan risiko kanker kulit, paparan berkepanjangan meski pada konsentrasi rendah.

2. Sindrom Genetik

  • Ada sejumlah sindrom genetik langka yang meningkatkan risiko kanker kulit. Sebagai contoh, xeroderma pigmentosa hasil dari cacat dalam perbaikan DNA.
  • Kondisi ini terkait dengan sensitivitas matahari, mereka risiko semua bentuk kanker kulit hingga 2.000 kali lipat dari populasi normal.

3. Paparan radiasi UV kronis

  • Keratosis aktinik berkembang sebagai konsekuensi dari kerusakan kulit akibat sinar matahari jangka panjang. Namun, proses perkembangan Actinic Keratosis biasanya perlu waktu bertahun-tahun.
  • Insiden kerusakan akibat sinar matahari harus benar-benar dipahami bahwa itu adalah bagian dari etiologi keratosis aktinik.

4. Memiliki kulit putih pucat

  • Orang dengan kulit putih pucat memiliki sedikit melanin sehingga sedikit pula perlindungan dari radiasi UV, menjadikan mereka kelompok yang paling rentan terhadap actinic keratosis.
  • Mereka adalah orang-orang beresiko sehingga butuh perlindungan dari radiasi UV secara alami (matahari) atau radiasi UV buatan ( tanning bed)

5. Lemahnya sistem kekebalan tubuh

  • Faktor penyebab lainnya termasuk sistem kekebalan yang lemah. Seseorang yang pernah menjalani transplantasi organ (ginjal atau jantung) akan memiliki kemungkinan tinggi untuk mengembangkan keratosis aktinik karena obat imunosupresif yang digunakan akan mencegah penolakan organ.

6. Infeksi HIV

  • Pasien AIDS yang memiliki sistem kekebalan yang lemah juga lebih rentan untuk mengembangkan keratosis aktinik daripada populasi umum rata-rata.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Faktor Resiko Menjadi Penyebab Karsinoma Sel Skuamosa Beberapa penyebab dan faktor resiko yang bisa memicu karsinoma sel skuamosa sebagai berikut: 1. Paparan agen Karsinogenik Sinar ultraviolet - Sebagian besar dari UV sinar matahari. Karsinoma sel skuamosa paling sering terlihat pada […]
  • Cara Memahami Beda Antara Sinar UVA Dan UVB, Dan Pengaruhnya Terhadap Kulit Apa perbedaan antara siar ultraviolet A dan B? Bagaimana sinar UVA dan UVB bisa mengakibatkan kerusakan kulit seperti kanker kulit dan penuaan dini? Mengetahui perbedaan antara sinar UVA dan UVB memberi manfaat untuk belajar tentang […]
  • Penyebab Karsinoma Sel Basal Apa saja faktor resiko penyebab Kanker Sel Basal. Beberapa penyebab karsinoma sel basal di bawah ini mewakili berbagai faktor risiko yang diketahui untuk kanker kulit sel basal. Di bawah ini adalah deskripsi dari empat penyebab karsinoma […]
  • 7 Faktor Penting Yang Menyebabkan Anda Berisiko Tinggi Terkena Melanoma. Siapa pun dapat mengembangkan kanker kulit melanoma, yang berarti semua warga Indonesia yang sering terpapar radiasi sinar ultraviolet, terutama UVB, mereka harus menggunakan pelindung matahari dan mendapatkan pemeriksaan kulit secara […]
  • 5 Macam Radiasi UV Yang Menyebabkan Anda Berisiko Kanker Kulit Sekitar 99 persen kanker kulit non-melanoma (karsinoma sel basal dan sel skuamosa) dan 95 persen melanoma disebabkan oleh paparan radiasi ultraviolet (UV). Sementara, sumber radiasi UV yang paling umum adalah matahari. Namun, ada sumber […]