Melanoma Amelanotik

Kanker Amelanotic Adalah

Melanoma Amelanotic merupakan satu tipe kanker kulit ganas yang bersifat menyebar atau bermetastasis, dan berpotensi mengancam jiwa penderitanya. Tidak seperti kebanyakan bentuk melanoma umumnya, seseorang didiagnosa melanoma amelanotik tidak mengembangkan ciri-ciri khusus seperti halnya adanya tahi lalat .

Karena kanker amelanotik ini tidak berpigmen atau mengandung melanin, sehingga keberadaannya sulit untuk dikenali. Melanin adalah pigmen yang memberi warna kulit dan warna tahi lalat. Karena tidak memiliki pigmen ini, menyebabkan kanker amelanotik sering salah diagnosis, dianggap hanya iritasi kulit saja.

Apa itu melanoma amelanotic?

Kanker Amelanotik adalah bentuk kanker kulit melanoma yang tidak memiliki warna atau pigmen, sering digambarkan sebagai warna merah daging, sehingga kanker amelanotik ini sangat sulit dideteksi karena warna yang cenderung menyatu dengan kulit.

Karena bentuk kanker yang tidak berwarna, melanoma amelanotik luput dari perhatian untuk waktu lama. Beberapa orang mendapat beberapa gejala seperti gatal atau bercak merah. Tetapi, gejala melanoma amelanotik ini dianggap iritasi biasa karena tidak mempengaruhi melanin di kulit.

Pakar medis setuju bahwa kanker amelanotik memiliki kecenderungannya menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh. Belum ada obat yang diketahui untuk menyembuhkan kanker amelanotik. Namun, ada pilihan perawatan efektif terutama jika kanker didiagnosis dini.

Penyebab Kanker Amelanotik

Beberapa faktor resiko yang menjadi penyebab melanoma amelanotik, termasuk:

  • Terlalu banyak menghabiskan waktu di bawah sinar matahari.
  • Lampu ultraviolet yang digunakan di tempat tidur tanning dapat meningkatkan faktor risiko
  • Memiliki banyak tahi lalat. Waspada akan perubahan pada tahi lalat. Perubahan pada tahi lalat terutama warna, ukuran, atau bahkan iritasi seperti gatal atau perdarahan, sebaiknya diperiksakan ke dokter kulit.
  • Sistem kekebalan lemah. Orang-orang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah juga rentan untuk mengembangkan melanoma. Kekebalan lemah bisa menjadi hasil dari kondisi yang sudah ada sebelumnya seperti kelainan darah, atau riwayat kanker sebelumnya. Juga, mereka yang baru saja menjalani prosedur atau penyakit bedah meningkatkan risiko gangguan immunitas.
  • Individu dengan kulit putih pucat juga berisiko lebih besar. Jika kulit Anda mudah terbakar atau berbintik-bintik meski sedikit terkena sinar matahari, Anda beresiko.
  • Faktor risiko lain yang diketahui menyebabkan kanker amelanotik adalah HPV (Human Papilloma Virus), paparan kimia, dan pilihan gaya hidup yang buruk seperti merokok.

Ciri-Ciri dan Gejala Kanker Amelanotik

Seperti disebutkan sebelumnya, kanker amelanotik sering tersembunyi dari mata kita. Lesi bisa muncul di mana saja, tetapi karena tak memiliki warna sehingga sering tidak diperhatikan.

Sebagai metode yang dirancang untuk membantu mendeteksi gejala kanker amelanotik, profesional medis merancang akronim, disebut sebagai ABCDE skin Ca untuk mendeteksi tanda-tanda dan gejalanya:

  • A = Asimetri, lesi memiliki bentuk tak beraturan.
  • B = Border, lesi memiliki batas tidak rata.
  • C = Color, didefinisikan sebagai perubahan pigmen. Bisa berwarna biru atau kehitaman dengan bintik-bintik merah atau merah muda.
  • D = Diameter, lesi di atas ¼ inci.
  • E = Evolusi, didefinisikan sebagai perubahan lesi baik ukuran atau bentuk dari aslinya. Perubahan diiringi rasa sakit di area tersebut

Apa pun yang terlihat pada perubahan penampilan lesi, harus segera dilaporkan ke dokter Anda.

Pengobatan

  • Pembedahan adalah salah satu pilihan yang lebih disukai karena seluruh tumor/kanker akan dihapus.
  • Kemoterapi adalah pengobatan yang terdiri dari terapi obat tertentu untuk menyingkirkan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh.
  • Terapi Radiasi adalah radiasi sinar X ditujukan langsung pada tumor kanker. Ia bekerja untuk menghilangkan atau menyusutkan ukuran kanker.
  • Terapi imun adalah perawatan yang relatif baru. Obat-obatan diberikan untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Dengan kekebalan yang ditingkatkan, ini akan membantu melawan sel-sel kanker.

Bagikan Pada Temanmu!