Patofisiologi Kanker Kulit

Patofisiologi Kanker Kulit

Kanker berkembang akibat pertumbuhan sel liar tidak terkontrol. Ada berbagai jenis kanker kulit, tergantung pada jenis sel liar yang tumbuh di luar kendali tersebut. Apa saja bagian kulitnya?

Ada beberapa lapisan kulit. Lapisan atas (luar) disebut epidermis. Ada 3 jenis sel di epidermis, yaitu

  • Sel skuamosa
  • Sel basal
  • Melanosit

Sel skuamosa terbentuk di lapisan atas atau sel terluar. Mereka memiliki bentuk datar dan ketika mereka mengelupas maka akan terbentuk sel-sel baru. Bagian bawah epidermis ada sel basal.

patofisiologi kanker kulit

Sel-sel basal bergerak ke atas, dan ketika mereka membelah akan menjadi sel-sel skuamosa. Melanosit adalah sel-sel produsen pigmen coklat yang disebut melanin. Melanin memberi warna cokelat atau hitam pada kulit.

Semakin banyak melanin, semakin hitam kulit seseorang. Dikatakan orang berkulit putih, karena melanosit memproduksi sedikit melanin.

Ketika kulit terkena sinar matahari, sel-sel ini membuat lebih banyak melanin. Membran basalis memisahkan epidermis dari lapisan kulit yang lebih dalam; dermis dan subkutis.

Patofisiologi kanker kulit: karsinoma sel basal

Jenis kanker kulit yang paling umum adalah karsinoma sel basal (BCC: basal cell carcinoma). BCC sering berkembang pada bagian-bagian tubuh yang mendapatkan paparan sinar matahari paling banyak.

Secara khusus, 85% BCC ditemukan di kepala atau leher. Hidung adalah tempat yang sangat umum untuk BCC. Sekitar seperempat dari tumor BCC terjadi di sana

Sinar ultraviolet (UV) dari matahari atau tempat tidur tanning (tanning bed) dapat merusak DNA di dalam sel-sel kulit. Perubahan DNA, atau mutasi genetik, dapat menyebabkan pertumbuhan sel liar tidak terkontrol. Perubahan genetik terpenting dalam karsinoma sel basal adalah:

  • PTCH1
  • TP53
  • SMO

PTCH1 dikenal sebagai “agen supresor tumor.” Ini seperti saklar “off switch” yang bekerja membantu sel-sel untuk tumbuh pada tingkat normal. Jika PTCH1 bermutasi , sakelar mati tidak berfungsi lagi. Hasilnya adalah pertumbuhan sel yang tidak terkendali.

TP53 adalah gen penekan tumor lain yang bermutasi pada hampir 40% tumor BCC. Mutasi lain yang cukup umum di BCC terjadi pada gen SMO. SMO dikenal sebagai “proto-onkogen” atau sejenis gen yang membantu sel tumbuh, membelah, dan tetap hidup. Ketika SMO bermutasi, ia terus “aktif.” SMO bermutasi sekitar 12% untuk pengembangan kanker kulit karsinoma sel basal.

Kanker kulit karsinoma sel basal tumbuh perlahan. Jika tidak ditangani segera, kanker bisa tumbuh menjalar ke daerah terdekatnya. Namun, jenis kanker ini bersifat metastatik (menyebar ke organ lain). BCC atau Kanker kulit karsinoma sel basal dapat diobati dan dihilangkan, biasanya dengan operasi kecil atau pengobatan lokal.

Patofisiologi kanker kulit: karsinoma sel skuamosa

Karsinoma sel skuamosa (SCC:Squamous cell carcinoma) juga sering ditemukan pada bagian tubuh yang sering terpapar matahari. Secara khusus, SCC ditemukan di tangan, lengan bawah, wajah, dan leher. SCC biasanya dimulai sebagai keratosis aktinik.

Keratosis aktinik adalah bercak bersisik yang berkembang ketika sinar UV merusak lapisan kulit atas. Diperkirakan 6% hingga 10% keratosis aktinik akan menyebar ke lapisan dermis, menjadi karsinoma sel skuamosa.

Sinar UV yang merusak DNA berkontribusi pada kanker kulit karsinoma sel skuamosa. Mutasi spesifik untuk beberapa kasus SCC adalah bidang penelitian yang sedang berlangsung. Para ilmuwan berharap bahwa penelitian ini akan mengarah pada pengobatan baru untuk menargetkan mutasi tertentu.

Patofisiologi kanker kulit: Melanoma

Mutasi gen juga tampaknya memainkan peran dalam banyak kasus melanoma. Tipe mutasi gen yang paling umum adalah:

  • BRAF
  • NRAS

Mutasi ini mungkin menjelaskan mengapa faktor-faktor risiko tertentu menyebabkan melanoma pada beberapa orang tetapi tidak untuk yang lain. Sebagai contoh, sebagian besar tahi lalat tidak berubah menjadi melanoma, tetapi beberapa terjadi pada orang tertentu.

Frekuensi setiap mutasi itu bisa berbeda dalam kasus melanoma. Sebagai contoh, mutasi BRAF ditemukan pada 10% melanoma yang berkembang pada kulit yang terpapar sinar matahari, dan 50% melanoma terjadi pada kulit yang tidak terpapar.

Bagaimana melanoma menyebar? Penyebaran sel kanker dari tumor kulit asli ke bagian tubuh lainnya disebut metastasis. Sel melanoma menyebar melalui sistem limfatik. Getah bening adalah cairan yang mengandung sel-sel darah putih. Getah bening bergerak melalui tubuh melalui pembuluh getah bening.

Kelenjar getah bening adalah kelompok sel yang menyaring getah bening, menghilangkan bakteri dan membuang zat berbahaya lainnya. Setelah melanoma tumbuh di lapisan dermis, ia bisa masuk ke pembuluh getah bening

“Metastasis lokal” adalah ketika kanker telah menyebar ke area yang dekat dengan tumor asli. “Metastasis jauh” adalah ketika kanker telah menyebar ke bagian tubuh lebih jauh dari tumor asli, seperti otak atau paru-paru.


Referensi:

Patofisiologi Kanker Kulit
5 (100%) 2 vote[s]

Artikel Terkait

Bagikan Ke Temanmu: