Kanker Nasofaring

Patofisiologi Kanker Nasofaring

Apa itu kanker nasofaring? Karsinoma nasofaring atau kanker nasofaring adalah tumor langka yang timbul dari epitel nasofaring di hidung. Kanker nasofaring menyumbang sekitar 1% dari kanker ganas masa kanak-kanak. Sedangkan kanker nasofaring pada orang dewasa adalah karsinoma sekitar 35-50% dari kanker ganas.

Infeksi DNA manusia sehat oleh DNA virus Epstein-Barr (EBV) pada nasofaring telah menunjukkan bahwa virus tersebut dapat menginfeksi sel epitel sebagai patogensis keganasan kanker nasofaring. Salinan EBV telah ditemukan di sel-sel lesi prainflamasi, ini menunjukkan bahwa itu berkaitan langsung dengan proses transformasi.

Penyebab kanker nasofaring tidak diketahui secara pasti. Tetapi para ilmuwan telah menemukan bahwa penyakit ini terkait dengan diet, infeksi, dan genetik tertentu, penelitian masih terus dilakukan untuk mempelajari lebih lanjut penyebab ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah mempelajari bagaimana virus Epstein-Barr (EBV) dapat menyebabkan sel-sel di nasofaring menjadi kanker.

Di negara maju, kebanyakan orang yang terinfeksi virus Epstein-Barr hanya mengembangkan infeksi mono nukleosis (mono), dan sistem antibodi mereka mampu mengenali dan menghancurkan virus tersebut. Tapi dalam beberapa kasus, beberapa bagian DNA virus bercampur dengan DNA orang-orang di sel nasofaring.

DNA adalah bahan kimia di sel-sel tubuh kita yang menyusun gen. Selain itu, DNA juga merupakan petunjuk bagaimana fungsi sel kita bekerja normal. Beberapa gen berperan mengendalikan pertumbuhan sel dan pembelahannya menjadi sel baru.

Virus seperti EBV juga mengandung DNA. Bila sel tubuh kita terinfeksi virus, DNA virus bisa bercampur dengan DNA kita yang masih sehat . Jika infeksi berlanjut, DNA virus EBV dapat menginstruksikan sel-sel nasofaring untuk membelah dan tumbuh dengan cara yang tidak normal.

Sebenarnya, infeksi EBV jarang menyebabkan kanker nasofaring. Akan tetapi, ada faktor lain yang mendukung perubahan (transformasi) dari sel-sel normal menjadi sel-sel kanker.

Kegemaran diet tinggi garam seperti mengonsumsi ikan dan daging yang diasamkan garam tampaknya meningkatkan kemampuan virus Epstein-Barr untuk menyebabkan kanker nasofaring.

Beberapa studi menunjukkan bahwa makanan yang diawetkan dengan garam dapat menghasilkan bahan kimia yang dapat merusak DNA. DNA yang rusak mengubah kemampuan sel untuk mengendalikan pertumbuhan dan replikasinya.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa mewarisi gen jenis jaringan tertentu dapat menyebabkan risiko kanker nasofaring pada seseorang.

Jenis jaringan tersebut berperan dalam antibodi atau sistem kekebalan tubuh, beberapa ilmuwan menduga bahwa reaksi kekebalan yang abnormal terhadap infeksi virus Epstein-Barr di sel-sel nasofaring terlibat sebagai patogenesis dan patofisiologi kanker nasofaring.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait