Hit enter after type your search item
Statistik Penyebaran Virus Corona Di Indonesia Dan Dunia - Terbaru Hari Ini!
Lihat Di Sini
Home / Definisi Penyakit / BPH – Pembesaran Prostat

BPH – Pembesaran Prostat

/
/
/
img
5
(1)

BPH (Benign Prostatic Hyperplasia) dalam istilah medis yang berarti pembesaran prostat jinak adalah kondisi dimana adanya pembengkakan pada kelenjar prostat namun bukan berarti kanker. Penyakit ini sebagian besar dialami oleh pria, karena kelenjar prostat hanya dimiliki seorang pria dan sering terjadi pada pria yang sudah berusia diatas 50 tahun. Untuk pemaparan lebih lengkapnya, simak bahasan berikut ini:

Menurut pengertiannya, BPH (Benign Prostatic Hyperplasia) adalah suatu penyakit yang terjadi pada kelenjar prostat yang mengalami pembengkakan yang terletak di depan rektum, diantara penis dan kandung kemih. Pembesaran prostat jinak mengelilingi uretra, dimana berfungsi pembawa urin dari kandung kemih untuk dikeluarkan dari tubuh. Pembesaran kelenjar ini dapat mempersempit saluran uretra dan jika tidak segera ditangani akan berdampak pada kesulitan buang air kecil. Dalam banyak kasus urin yang keluar dari tubuh akan tersendat.

Meskipun dalam dunia medis penyakit ini dianggap bukanlah masalah yang serius, tetap saja akan memberi dampak lain yang lebih parah seperti: infeksi kandung kemih, batu di kandung kemih dan kerusakan ginjal. Namun untungnya bukan menjadi penyebab adanya kanker.

Gejala BPH (Benign Prostatic Hyperplasia)

BPH (Benign Prostatic Hyperplasia) memiliki gejala sering buang air kecil, biasanya masyarakat umum menyebutnya dengan sebutan beser, khususnya di malam hari. Meskipun pada awalnya, penderita mengalami kesulitan dalam buang air kecil. Saat urin mengalir keluar, urin tidak dapat mengalir secara total dan pada akhirnya hanya berupa tetesan yang menganggap bahwa urin masih belum kosong dalam kandung kemih.

Gejala lain dari pembesaran prostat jinak yaitu penderita tidak mampu menunda atau menghentikan buang air kecil ketika sudah dikeluarkan. Pada kasus yang lebih parah, justru seseorang dengan penyakit ini tidak mampu untuk buang air kecil sama sekali. Ketika hal ini terjadi dan kandung kemih sudah terinfeksi atau terbentuk batu, gejala lain yang berhubungan dengan infeksi atau penyakit lainnya akan bermunculan.

Selain itu juga, penderita akan mengejan saat buang air kecil, urin akan disertai darah yang keluar. Gejala-gejala tersebut dapat terjadi karena adanya penekanan pada kandung kemih dan uretra pada saat kelenjar prostat mengalami pembesaran.

Gejala tersebut harus segera ditangani karena akan berbahaya bila ternyata gejala tesebut ada, diakibatkan adanya, radang prostat, kanker prostat, kanker kandung kemih dan penyakit lain yang mungkin muncul.

Penyebab Pembesaran Prostat

Penyebab utama Penyakit umum ini belum diketahui pasti. Namun yang jelas kondisi ini dapat terjadi karena perubahan hormon se*ksual akibat dari penuaan.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi ini dapat terjadi:

  1. Kurangnya aktivitas olahraga
  2. Faktor usia yaitu terjadi penuaan
  3. Adanya penyakit jantung atau diabetes
  4. Faktor keturunan
  5. Efek samping obat-obatan

Ada beberapa tes yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang itu menderita BPH (Benign Prostatic Hyperplasia) atau tidak, adapun testnya yaitu:

  1. Tes urine: test ini dilakukan apabila indikasi gejala mengarah pada infeksi kandung kemih
  2. Tes darah: test ini dilakukan dengan memeriksa PSA (protein yang dihasilkan oleh kelenjar prostat). Jika kadar PSA tinggi maka ada kemungkinan pria tersebut menderita BPH juga lebih besar. Malah justru dapat mengarah pada kanker prostat bila kenaikan terjadi sangat signifikan.
  3. Tes kelancaran aliran urine: dokter akan memasukkan keteter yang disertai kamera pada kandung kemih sehingga dokter dapat mengetahui aliran urin tersebut.
  4. CT Program: untuk mengetahui kerusakan atau penyumbatan yang terjadi pada kandung kemih.
  5. USG melalui dubur: untuk mendapatkan gambar kelenjar prostat serta yang ada disekeliling kelenjar tersebut secara lebih rinci dan detail.

Cara Mengobati BPH (Benign Prostatic Hyperplasia)

Yang dilakukan saat anda mengalami permasalahan penyakit ini, masalah awal yang terindikasi pasti susah buang air kecil, sebaiknya anda segera ke dokter untuk konsultasi dan penanganan secara benar.

Ada dua jenis penanganan yang dapat dilakukan, yaitu penanganan dengan gejala ringan, dan penanganan dengan gejala menengah sampai parah. Pada BPH ringan cukup ditangani dengan obat-obatan, terapi menahan berkemih, dan perubahan gaya hidup. Ada beberapa perubahan hidup yang harus dijalankan:

  1. Berolahraga secara teratur, seperti berjalan kaki.
  2. Berhenti atau hindari mengonsumsi minuman berkafein apalagi minuman beralkohol.
  3. Sering buang air kecil di malam hari

Obat penyakit BPH yang sering digunakan adalahdutasteride dad finasteride. Obat ini mampu mengurangi pembengkakan pada  prostat dan meredakan gejala BPH. Kedua obat tersebut bekerja menghambat efek dari hormon dihidrotestosteron. Kedua obat ini memiliki efek samping yang serius sehingga mengonsumsinya harus sesuai resep dokter. Salah satu efek sampingnya adalah turunnya kuantitas sperma dan impotensi.

Namun untuk penanganan BPH (Benign Prostatic Hyperplasia) pada tingkat parah harus dengan jalan operasi. Salah satu jenis operasi yang bisa dilakukan adalah Operasi prostatektomi terbuka dengan jalan mengangkat prostat secara langsung.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :