Manfaat Buah Delima Mencegah Penyebaran Sel-Sel Kanker Prostat

Manfaat Buah Delima Untuk Kanker Prostat. Buah delima (Punica granatum L.) merupakan tanaman asli Asia dan bisa tumbuh di seluruh kawasan Mediterania termasuk Asia Tenggara, Hindia, Afrika, dan Amerika Serikat. Delima telah digunakan untuk tujuan pengobatan sejak zaman kuno.

Masing-masing bagian dari buah delima memiliki senyawa bioaktif, bahan kimia yang mempromosikan kesehatan bagi tubuh. Ini termasuk:

– Kulit delima mengandung senyawa bioaktif seperti fenolat, flavonoid, dan ellagitannins (sumber utama antioksidan aktif);

– Biji, mengandung asam punicic, asam lemak omega-5;

– Aril (daging di lapisan luar yang mengelilingi biji), mengandung fenolat dan flavonoid termasuk ; anthocyanin yang memberikan warna merah pada daging biji, dan menjadikan jus delima berwarna merah.

Studi: Buah delima untuk kanker prostat

Sebuah studi dari 13 senyawa yang terkadung pada buah delima menunjukkan kemampuan memperlambat pertumbuhan dan penyebaran sel-sel kanker prostat dan menyebabkan kematian sel.

Asam Punicic (senyawa bioaktif yang ditemukan dalam biji delima) telah terbukti memiliki efek kuat dalam menyebabkan kematian sel kanker prostat, dengan dosis yang lebih tinggi pengobatan menjadi lebih efektif.

Sebuah studi lain dari tikus yang disuntik dengan sel-sel tumor prostat, menemukan bahwa tikus yang minum ekstrak buah delima yang dilarutkan air, memiliki tumor yang lebih kecil dan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengembangkan tumor sekunder daripada tikus yang minum air biasa.

Dalam sebuah studi populasi, dari 48 pasien dengan meningkatnya prostat spesifik antigen (PSA), setelah operasi atau terapi radiasi, pasien diberi 8 ons jus delima setiap hari selama 33 bulan.

Pasien yang diberi minum jus delima memiliki waktu penggandaan PSA yang lambat (berapa lama waktu yang dibutuhkan kadar PSA dalam darah meningkat 100 persen).

Ketika sel-sel kanker prostat (LNCaP) di laboratorium diobati dengan darah pasien – sebelum dan sesudah penelitian – ada penurunan dalam pertumbuhan sel dan peningkatan kematian sel kanker setelah pengobatan delima.

Efek samping buah delima untuk kanker prostat

Apakah ada efek samping atau risiko dilaporkan dari pengobatan kanker prostat dengan buah delima?

Dari penelitian di atas, pasien kanker prostat yang diobati dengan jus delima melaporkan belum/tidak ada efek samping yang serius.

Beberapa produk delima yang dijual di supermarket mungkin berisi tambahan gula. American Institute for Cancer Research (AICR), merekomendasikan untuk membatasi minuman manis. 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Pentingnya Nutrisi Lycopene Dalam Terapi Kanker Prostat Lycopene Untuk Kanker Prostat. Lycopene adalah karotenoid, sebuah pigmen alami yang dibuat oleh tanaman. Lycopene melindungi tanaman dari stres yang berhubungan dengan cahaya dan membantu mereka menggunakan energi matahari untuk membuat […]
  • Mengobati Kanker Prostat Dgn Kulit Jeruk Pektin Mengobati Prostat Dengan Kulit Jeruk adalah dengan mengambil pektin dari kulit dan pulp buah jeruk yang dimodifikasi melalui proses dikondisikan dalam PH tinggi dan dipanaskan suhu tinggi untuk memecah molekul-molekul sehingga mudah […]
  • Uji Klinis: Diet Selenium Untuk Mencegah Kanker Prostat Selenium Untuk Kanker Prostat. Apa itu selenium? Selenium adalah mineral dan nutrisi sangat penting bagi manusia, berperan banyak bagi fungsi tubuh, termasuk reproduksi dan imunitas, biasanya ditemukan dalam protein. Selenium disimpan […]
  • Pantangan Makan Setelah Operasi Prostat – Wajib Baca! Pantangan Setelah Operasi Prostat. Di sisi lain, banyak makanan dapat berkontribusi pada pengembangan, penyebaran dan bahkan membuat kekambuhan kanker setelah Anda menjalani pengobatan, operasi kanker prostat. Penelitian menunjukkan, […]
  • Peran Kalsium dalam Tubuh Penderita Kanker Prostat Apa peranan kalsium bagi kanker prostat? Kalsium adalah mineral yang diperlukan untuk pembuluh darah dasar, otot, fungsi saraf, sinyal dari sel ke sel, dan pelepasan hormon. Tubuh menyimpan kalsium terutama di jaringan tulang. Kalsium […]