Diet Sehat Pasien Kanker Prostat Rekomendasi Para Ahli

Diet Kanker Prostat. Pakar penelitian mengatakan bahwa diet yang benar dapat mencegah, mengurangi, dan membantu pengobatan kanker prostat Anda. Mereka menyarankan kombinasi diet untuk membatasi atau menghindari, dan memilih makanan mana yang baik untuk dimakan.

Rekomendasi diet sehat ini tercantum dalam sebuah jurnal edisi 30 Juni ” Journal of American College of Nutrition”, yang dipelopori oleh Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM), sebuah kelompok berbasis non-provit di Washington DC, yang dikenal sebagai advokasi dari pola makan nabati dan hewani.

Mungkin tidak mengejutkan untuk sebuah organisasi yang mendorong pola makan nabati, memberi rekomendasi yang menyoroti manfaat dari buah-buahan dan sayuran daripada makanan hewani.

Rekomendasi untuk makan lebih banyak sayuran segar dan buah-buahan; makan produk kedelai lebih; membatasi susu; menghindari alk*hol; menghindari daging merah dan daging olahan; dan menghindari makanan panggang, daging goreng/panggang .

“Rekomendasi keseluruhan adalah untuk mendukung makanan nabati,” kata pemimpin penulis Joseph Gonzales, seorang ahli diet terdaftar di PCRM. “Tanaman yang kaya akan senyawa pelindung, dan membantu konsumen menghindari zat penyebab kanker ditemukan dalam produk hewani.”

Rekomendasi dari kelompok PCRM adalah sama dengan rekomendasi yang ditawarkan oleh organisasi penelitian kanker seperti American Cancer Society, meskipun bisa dibilang sangat ekstrim dalam hal apa menghindari produk-produk hewani.

“Bukan suatu de buruk untuk memotong kembali maknan hewani dalam diet Anda seperti pada daging merah” kata Colleen Doyle, seorang ahli diet terdaftar dan direktur nutrisi dan aktivitas fisik untuk American Cancer Society. “Tapi Anda tidak perlu menjadi seorang vegetarian tulen untuk mencegah risiko kanker Anda”, ia menambahkan.

Berikut adalah diet sebagai acuan untuk pasien kanker prostat rekomendasi dari para ahli dalam rangka mencegah atau mengobati.

1. Makan lebih banyak buah dan sayuran,

Terutama tanaman berdaun hijau, untuk membantu mengurangi risiko kanker secara keseluruhan. Kebanyakan dokter setuju.

“Ini adalah fakta tak terbantahkan bahwa diet nabati menurunkan risiko kanker” kata Dr. Paul Talalay, seorang profesor di Johns Hopkins University di Baltimore.

Buah-buahan dan sayuran mempunyai alasan kuat untuk membantu menurunkan risiko kanker adalah bahwa mereka mengandung senyawa pelindung, seperti fitokimia yang ditemukan dalam brokoli pada 1990-an. Juga mengurangi risiko beberapa jenis kanker, mampu mentralisir efek racun dari polutan benzena.

2. Makan produk kedelai.

Kedelai mampu mengurangi baik risiko dan kambuhnya kanker prostat. Produk kedelai – seperti edamame, tempe dan tahu – juga memiliki sifat pelindung dan sebagai pengganti protein untuk menggantikan daging merah.

Selain itu, kedelai disinyalir dapat membantu mengurangi paparan lemak dan bahan kimia lainnya yang mempromosikan kanker prostat.

3. Batasi produk susu

Batasi atau menghindari produk susu untuk mengurangi risiko cancer. Sebuah analisis tentang risiko prostat telah dikaitkan susu tinggi kalsium.

Dolye mengatakan laki-laki harus mempertimbangkan untuk membatasi susu jika mereka memiliki riwayat keluarga kanker prostat.

4. Jaga pola hidup yang baik

Hindari minuman beralk*hol untuk mengurangi risiko kanker prostat berulang. PCRM melaporkan bahwa satu minuman per minggu meningkatkan risiko kanker prostat sebesar 24 persen.

5. Hindari daging merah dan daging olahan 

Hindari daging merah dan daging olahan untuk mengurangi peningkatan risiko kanker prostat. Mengikuti saran ini dapat membantu mencegah penyakit jantung, stroke dan diabetes.

Studi besar dari Harvard School of Public Health mengungkapkan bahwa konsumsi rutin daging merah – terutama daging olahan seperti sosis atau daging bekuan – akan mempersingkat hidup Anda.

6. Hindari masakan daging panggang atau goreng

Hindari masakan daging panggang, goreng untuk mengurangi dan membantu pengobatan kanker prostat.

Alasan ini sangat jelas bahwa bahan kimia penyebab kanker yang disebut heterocyclic amines (HCA) terbentuk ketika creatine dan asam amino di otot rangka daging, dimasak pada suhu tinggi. Bahkan asap dari daging panggang dapat mengkontaminasi sayuran, yang dinyatakan tidak memiliki HCA.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, hingga 30 persen dari semua kanker mungkin disebabkan oleh pola makan yang buruk, Anda tidak peduli apa yang Anda makan.. Sisanya dikaitkan gaya hidup yang buruk, polusi, dan genetik. 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Jurnal: 6 Makanan Sehat Untuk Pasien Prostat Menurut Para Ahli Pilihan Makanan Sehat Untuk Kanker Prostat. Jika Anda mendapatkan kanker prostat setelah vonis dokter, Anda harus segera menentukan langkah pengobatan. Sangat mudah untuk menunda prostat agar tidak berkembang ke kanker ganas. Anda hanya […]
  • Uji Klinis: Diet Selenium Untuk Mencegah Kanker Prostat Selenium Untuk Kanker Prostat. Apa itu selenium? Selenium adalah mineral dan nutrisi sangat penting bagi manusia, berperan banyak bagi fungsi tubuh, termasuk reproduksi dan imunitas, biasanya ditemukan dalam protein. Selenium disimpan […]
  • Peran Kalsium dalam Tubuh Penderita Kanker Prostat Apa peranan kalsium bagi kanker prostat? Kalsium adalah mineral yang diperlukan untuk pembuluh darah dasar, otot, fungsi saraf, sinyal dari sel ke sel, dan pelepasan hormon. Tubuh menyimpan kalsium terutama di jaringan tulang. Kalsium […]
  • Pentingnya Nutrisi Lycopene Dalam Terapi Kanker Prostat Lycopene Untuk Kanker Prostat. Lycopene adalah karotenoid, sebuah pigmen alami yang dibuat oleh tanaman. Lycopene melindungi tanaman dari stres yang berhubungan dengan cahaya dan membantu mereka menggunakan energi matahari untuk membuat […]
  • Pantangan Makan Setelah Operasi Prostat – Wajib Baca! Pantangan Setelah Operasi Prostat. Di sisi lain, banyak makanan dapat berkontribusi pada pengembangan, penyebaran dan bahkan membuat kekambuhan kanker setelah Anda menjalani pengobatan, operasi kanker prostat. Penelitian menunjukkan, […]