9 Tes Laboratorium Untuk Mendiagnosis Dan Mendeteksi Kanker Usus

9 Tes Laboratorium Untuk Mendiagnosis Dan Mendeteksi Kanker Usus

Ada 9 uji laboratorium untuk mendeteksi dan mendiagnosis kanker usus (kanker kolorektal – kanker kolon dan rektum), diantaranya 7 tes standar, dan 2 tes uji laborat terbaru.

1. Digital Rectal Exam (DRE)

Pada pemeriksaan rektum digital, dokter memeriksa rektum (anus) dengan ujung jari. DRE sering disertakan sebagai bagian dari pemeriksaan fisik rutin. Tes sederhana ini untuk mendeteksi adanya pertumbuhan di kanal anus atau rektum bawah.

2. Fecal Occult Blood Test (FOBT)

FOBT digunakan untuk mendeteksi adanya darah dalam tinja yang tidak terlihat karena jumlah kecil. Pembuluh darah di permukaan polip atau permukaan kanker seringkali rapuh dan mudah rusak karena dilalui oleh feses/kotoran.

Pembuluh darah yang rusak biasanya melepaskan sejumlah kecil darah ke dalam kotoran. Hanya jarang ada cukup perdarahan untuk mewarnai tinja berwarna merah. Jumlah darah yang sangat sedikit menyebabkan perubahan warna tinja, FOBT bisa mendeteksi adanya darah di tinja melalui reaksi kimia.

3. Immunochemical Fecal Occult Blood Test (iFOBT)

iFOBT adalah tes baru, varian dari FOBT, membantu mendeteksi adanya darah tersembunyi di tinja. Ini lebih spesifik daripada FOBT karena mengurangi jumlah hasil positif yang palsu.

4. Flexible Sigmoidoscopy

Sigmoidoskopi Fleksibel adalah sebuah tes untuk uji kanker usus yang memungkinkan dokter untuk melihat langsung lapisan bawah usus besar dan rektum (anus) dengan bantuan instrumen sederhana yang disebut Sigmoidoscope. Tes ini membantu dokter untuk mendiagnosa tanda-tanda dan gejala awal kanker kolorektal seperti perdarahan dan polip.

5. Kolonoskopi

Kolonoskopi memungkinkan dokter untuk memvisualisasikan keseluruhan usus besar dan rektum menggunakan instrumen yang disebut kolonoscope.

Disini tabung fleksibel panjang dilengkapi cahaya dimasukkan melalui rektum/dubur. Kolonoscope dihubungkan oleh sebuah ke kamera video dan monitor komputer sehingga dokter dapat melihat dan memeriksa dengan seksama bagian dalam usus besar.

6. Biopsi

Biasanya, jika dokter curiga adanya kanker kolorektal setelah tes diagnostik apapun, sebuah prosedur biopsi biasanya dilakukan selama prosedur kolonoskopi.

Dalam prosedur biopsi untuk kanker usus, dokter akan mengambil sepotong kecil jaringan dengan instrumen khusus melalui ruang lingkup skope.

Spesimen biopsi akan dikirim ke laboratorium patologi. Patologis adalah seorang dokter terlatih untuk mendiagnosa kanker dan penyakit lainnya pada sampel jaringan dengan memeriksa jaringan di bawah mikroskop.

7. Double Contrast Barium Enema

Barium enema kontras ganda adalah serangkaian prosedur sinar-x dari keseluruhan kolon dan rektum. ‘Kontras ganda’ mengacu pada penggunaan barium dan udara untuk menggambarkan garis usus besar.

Sinar-x diambil setelah pasien diberikan enema dengan larutan barium dan udara dimasukkan ke dalam usus besar. Prosedur ini membantu menguraikan dan mendiskripsikan polip dan kanker.

Dua tes terbaru untuk diagnosis kanker usus

Periset sedang mengembangkan teknologi terbaru, untuk menyempurnakan skrining yang kurang invasif ke skrining yang lebih baik, bisa ditolerir dan lebih diterima.

Dua metode skrining terbaru adalah:

8. Uji DNA dalam tinja

Uji ini untuk memeriksa sampel tinja sebagai penanda seluler, tes ini dapat mengungkapkan diagnosa polip usus prakanker dan adanya kanker usus besar

9. Kolonoskopi Virtual – CT scan kolonografi

Kolonoskopi Virtual (CT colonography) adalah teknologi terbaru untuk mendiagnosis kanker dengan mengambil data dari CT scan konvensional untuk membuat gambar tiga dimensi dari interior usus besar, yang memungkinkan dokter mendeteksi pertumbuhan abnormal tanpa memasukkan kolonoskop.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • IStilah Dan Kamus Kanker USus Kanker kolorektal adalah kanker kolon (usus besar) atau rektum. Dalam kasus yang paling sulit - ketika kanker telah menyebar ke hati, paru-paru atau tempat lain - operasi menjadi pilihan bagi banyak orang, serta memperpanjang dan […]
  • Kanker Rektum Prevalensi kanker usus di Indonesia awal tahun 2013 meningkat mulai 1,4 kasus per 1.000 jiwa. Pada th 2016, kasus kanker usus mencapai 10 % penduduk. Itu artinya, kanker usus di Indonesia berada di peringkat 3 setelah kanker […]
  • Mengenal Anatomi Usus Besar Dan Cara Kerjanya Panjang usus besar sekitar enam kaki atau 182.4 cm ( 1 kaki = 30.4 cm) dan memiliki empat bagian yaitu usus besar naik (kolon asendens), usus besar melintang (kolon transversus), usus besar menurun (kolon descending), dan kolon […]
  • Operasi Kanker Rektum: Reseksi Lokal, Total, Anterior & Abdominoperineal Ada beberapa jenis operasi kanker dubur/rektum yang bisa dilakukan tergantung seberapa jauh kanker telah menyebar. Umumnya, beberapa operasi sepenuhnya melalui bagian bawah (anus), tanpa perlu sayatan perut. Beberapa teknik utama untuk […]
  • Apakah Kanker Kolon Dan Kanker Rektum Bisa Disembuhkan? Penyembuhan dan pengobatan untuk kanker usus besar (kolon) dan kanker rektum (anus) bergantung pada bagian usus mana yang terpengaruh dan seberapa jauh kanker telah menyebar. Operasi bedah merupakan perawatan utama untuk kanker kolon dan […]