Kanker Rektum

Kanker Rektum

Prevalensi kanker usus di Indonesia awal tahun 2013 meningkat mulai 1,4 kasus per 1.000 jiwa. Pada th 2016, kasus kanker usus mencapai 10 % penduduk. Itu artinya, kanker usus di Indonesia berada di peringkat 3 setelah kanker payudara.

Apa itu Kanker Rektum?

Definisi kanker rektum adalah istilah khusus untuk kasus kanker usus besar yang dimulai di bagian bawah usus besar. Istilah Kanker rektum bergantung pada dimana tempat kanker dimulai. Kadang, orang menyebut kanker rektum disebut kanker kolon atau kanker dubur, atau kanker anus.

Jenis kanker rektum yang paling umum adalah adenokarsinoma (98%), dan pria tampaknya lebih mungkin untuk menderita kanker rektum dibandingkan dengan jenis wanita

Patofisiologi kanker rektum

Rektum adalah bagian bawah usus besar yang menghubungkan antara usus besar ke anus. Fungsi utama rektum adalah menyimpan tinja untuk persiapan defekasi (buang air besar).

Seperti usus besar, ada tiga lapisan dinding rektum adalah sebagai berikut:

– Mukosa: Lapisan dinding rektum di permukaan bagian dalam. Mukosa terdiri dari kelenjar yang mengeluarkan lendir untuk membantu proses defekasi tinja.
– Muscularis propria: Lapisan tengah dinding rektum yang terdiri dari otot yang membantu rektum berkontraksi secara terkoordinasi untuk mengeluarkan tinja.
– Mesorektum: Jaringan lemak yang mengelilingi rektum.

Selain ketiga lapisan ini, komponen penting lain dari rektum adalah kelenjar getah bening di sekitarnya yang disebut kelenjar getah bening regional.

Kelenjar getah bening ini merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh untuk pengawasan terhadap bahan berbahaya (termasuk virus dan bakteri) yang mungkin mengancam tubuh. Kelenjar getah bening regional mengelilingi setiap organ dalam tubuh, termasuk rektum.

Kanker rektum dimulai dari mukosa, kemudian sel kanker bisa menyebar atau bermetastasis dari rektum ke kelenjar getah bening, lalu sel kanker berjalan dan menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Prognosis dan pengobatan kanker rektum bergantung pada seberapa dalam kanker telah menyerang dinding anus dan kelenjar getah bening di sekitarnya (tahapnya, atau tingkat penyebarannya).

Namun, pengobatan kanker rektum adalah tantangan karena lokasi rektum di panggul menimbulkan tingkat kesulitan tersendiri jika dibandingkan dengan pengobatan kanker kolon (usus besar)

Faktor risiko – etiologi kanker rektum

Tidak diketahui pasti apa yang menjadi pemicu kanker rektum. Secara etiologis, riwayat medis seperti penyakit kolitis ulserativa atau penyakit Crohn di usus besar selama lebih dari 10 tahun bisa memicu perkembangan kanker rektum.

Selain itu, ada beberapa hal yang bisa meningkatkan faktor risiko, termasuk:

1. Usia – hampir 9 dari 10 kasus kanker rektum terjadi pada orang berusia 60 atau lebih
2. Salah diet – diet tinggi daging merah, daging olahan dan rendah serat dapat meningkatkan risiko kanker rektum
3. Berat badan – kanker rektum lebih sering terjadi pada orang yang kelebihan berat badan atau obesitas
4. Minimnya Olahraga – menjadi tidak aktif fisik meningkatkan risiko terkena kanker rektum
5. alkohol dan merokok – kegiatan tidak sehat ini pemicu tinggi atas kanker rektum
6. Riwayat keluarga – memiliki kerabat dekat (ibu atau ayah, saudara laki-laki atau saudara perempuan) yang mengembangkan kanker usus di bawah usia 50 membuat Anda berisiko kanker rektum.

Informasi lebih lanjut, tanyakan pada dokter jika anda mencurigai adanya gejala kanker rektum. Baca artikel selanjutnya: Gejala-gejala kanker rektum.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • IStilah Dan Kamus Kanker USus Kanker kolorektal adalah kanker kolon (usus besar) atau rektum. Dalam kasus yang paling sulit - ketika kanker telah menyebar ke hati, paru-paru atau tempat lain - operasi menjadi pilihan bagi banyak orang, serta memperpanjang dan […]
  • Kanker Kolon Kanker kolon adalah kanker pada usus besar,  bagian bawah sistem pencernaan Anda setelah usus halus.  Sedangkan kanker rektum adalah kanker yang muncul beberapa inci terakhir dari usus besar. Kanker kolon dan kanker rektum […]
  • Apakah Kanker Kolon Dan Kanker Rektum Bisa Disembuhkan? Penyembuhan dan pengobatan untuk kanker usus besar (kolon) dan kanker rektum (anus) bergantung pada bagian usus mana yang terpengaruh dan seberapa jauh kanker telah menyebar. Operasi bedah merupakan perawatan utama untuk kanker kolon dan […]
  • Mengenal Anatomi Usus Besar Dan Cara Kerjanya Panjang usus besar sekitar enam kaki atau 182.4 cm ( 1 kaki = 30.4 cm) dan memiliki empat bagian yaitu usus besar naik (kolon asendens), usus besar melintang (kolon transversus), usus besar menurun (kolon descending), dan kolon […]
  • 9 Tes Laboratorium Untuk Mendiagnosis Dan Mendeteksi Kanker Usus Ada 9 uji laboratorium untuk mendeteksi dan mendiagnosis kanker usus (kanker kolorektal - kanker kolon dan rektum), diantaranya 7 tes standar, dan 2 tes uji laborat terbaru. 1. Digital Rectal Exam (DRE) Pada pemeriksaan rektum digital, […]