Kanker Kolon

Kanker Kolon

Kanker kolon adalah kanker pada usus besar,  bagian bawah sistem pencernaan Anda setelah usus halus.  Sedangkan kanker rektum adalah kanker yang muncul beberapa inci terakhir dari usus besar. Kanker kolon dan kanker rektum sering disebut sebagai kanker kolorektal.

Sebagian besar, kasus kanker usus besar dimulai sebagai gumpalan kecil non-kanker (jinak) yang disebut polip adenomatosa. Seiring waktu beberapa polip ini berubah menjadi kanker usus besar.

Patofisiologi kanker usus besar

Pada umumnya, kanker kolorektal timbul dari polip adenomatosa displasia. Ada proses multi step yang melibatkan inaktivasi berbagai gen penekan tumor dan gen perbaikan DNA, dibarengi aktivasi onkogen secara simultan.

Kondisi ini memberikan keuntungan dan dukungan bagi pertumbuhan selektif pada sel epitel usus besar; serta mendukung transformasi (perubahan bertahap) dari sel epitel usus normal menjadi polip adenomatosa, kemudian menuju ke kanker kolorektal invasif (kanker ganas)

Mutasi Germline mendasari dan mendeskripsikan terjadinya sindrom kanker usus besar keturunan, sedangkan kanker sporadis timbul dari akumulasi mutasi gen somatik secara bertahap.

Mutasi germline tunggal pada gen penekan tumor poliposis adenomatosa coli (APC – adenomatous polyposis coli) bertanggung jawab atas sindrom poliposis adenomatosa pada suatu keluarga yang paling dominan.

Penyebaran atau metastasis kanker kolorektal adalah ke kelenjar getah bening lokal, melalui drainase vena enterus ke hati dan hematogen kemudian ke paru-paru.

Kadang, ada kejadian yang jarang dimana metastasis kanker usus menyebar ke tulang dan otak. Namun, karena meningkatnya survivor kanker kolorektal dengan kemoterapi sistemik, metastasis tulang dan otak telah semakin banyak dilaporkan dan ditemukan.

Etiologi kanker usus besar

Secara etiologis, faktor risiko kanker kolorektal merupakan interaksi kompleks antara faktor genetik dan lingkungan.

1. Faktor genetik

Mayoritas kanker kolorektal bersifat sporadis dan tidak selalu akibat penyakit keturunan. Namun seiring dengan usia, riwayat keluarga dan gen keturunan merupakan faktor risiko yang paling umum.

Ada 2 sampai 3 kali lipat peningkatan risiko kanker kolorektal pada orang dengan riwayat keluarga dalam satu tingkat pertama keturunan, dan faktor risiko ini meningkat ketika kanker berkembang pada usia muda, kurang dari 45 tahun.

Ada 3 sampai 4 kali lipat peningkatan risiko kanker kolorektal yang dipengaruhi oleh 2 riwayat keluarga tingkat pertama yaitu famili sindrom adenomatosa dan sindrom Lynch

Ke duanya adalah sindrom kanker keturunan yang paling umum dan dikaitkan dengan cacat gen tunggal. Meskipun, sindrom ini hanya mencakup sekitar 5% sampai 6% kasus kanker kolorektal.

2. Faktor lingkungan

Obesitas dihubungkan dengan faktor risiko kanker kolon 1.5 kali lipat dibandingkan dengan individu dengan berat badan normal, dan obesitas juga dikaitkan dengan risiko mortalitas yang lebih tinggi akibat penyakit ini.

Kegemukan, asupan makanan berlemak tinggi, dan minimnya aktivitas fisik mungkin merupakan faktor risiko sinergis untuk kanker usus besar.

Angka baiknya, sebagian besar penelitian (tapi tidak semua) menunjukkan bahwa asupan makanan berserat tinggi bisa menurunkan risiko kanker kolorektal.

Satu catatan penting, beberapa penelitian dalam prospektif besar dan panjang menunjukkan bahwa asupan tinggi daging merah dan daging olahan dikaitkan dengan peningkatan risiko risiko kanker kolorektal – kanker kolon dan rektum.

Sumber Referensi:

Sundermeyer ML, Meropol NJ, Rogatko A, et al. Changing patterns of bone and brain metastases in patients with colorectal cancer. Clin Colorectal Cancer. 2005;5:108-113.

Arnold CN, Goel A, Blum HE, et al. Molecular pathogenesis of colorectal cancer. Cancer. 2005;104:2035-2047.

Mao Y, Pan S, Wen SW, et al. Physical inactivity, energy intake, obesity and the risk of rectal cancer in Canada. Int J Cancer. 2003;105:831-837.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Kanker Rektum Prevalensi kanker usus di Indonesia awal tahun 2013 meningkat mulai 1,4 kasus per 1.000 jiwa. Pada th 2016, kasus kanker usus mencapai 10 % penduduk. Itu artinya, kanker usus di Indonesia berada di peringkat 3 setelah kanker […]
  • IStilah Dan Kamus Kanker USus Kanker kolorektal adalah kanker kolon (usus besar) atau rektum. Dalam kasus yang paling sulit - ketika kanker telah menyebar ke hati, paru-paru atau tempat lain - operasi menjadi pilihan bagi banyak orang, serta memperpanjang dan […]
  • Studi Ilmiah: 3 Jenis Kacang Dongkrak Imunitas Cegah Kanker Usus 3 Jenis kacang: kacang makadamia, kenari, dan almond bisa mencegah dan melawan kanker usus dengan merangsang serangkaian mekanisme imunitas tubuh yang membuat spesies oksigen reaktif menjadi tidak berbahaya. Kacang-kacangan ini terlibat […]
  • Pedoman Diet Untuk Penderita Kanker Kolon Dan Rektum Diet tepat sangat penting dalam membantu mencegah dan mengobati kanker kolorektal (kanker usus besar dan kanker rektum), dan banyak penyakit lain. Diet untuk penderita kanker usus lebih ditekankan pada makan makanan natural daripada […]
  • Tanda-Tanda & Gejala Kanker Usus Telah Menyebar Ke Organ Lain Kanker kolorektal terjadi ketika sel abnormal tumbuh di kolon atau rectum. Sel-sel abnomral ini tumbuh bersama dan membentuk polip usus. Seiring waktu, polip usus bisa berubah menjadi kanker, disebut kanker usus besar atau kanker dubur, […]