NSAID Meningkatkan Kelangsungan Hidup Survivor Kanker Usus

NSAID Meningkatkan Kelangsungan Hidup Survivor Kanker Usus

Penggunaan NSAID atau obat antiinflamasi nonsteroid, dikaitkan dengan pengurangan angka kematian survivor kanker usus sekitar 25 persen, menurut penelitian terbaru dari Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson yang akan dipublikasikan 15 Juni di Journal Onkologi.

Studi tersebut menunjukkan bahwa penggunaan NSAID oleh penyandang kanker usus, mereka mendapat manfaat untuk dapat bertahan hidup sebesar 40 persen. Kanker kolorektal adalah penyebab utama mortalitas dan sekitar 70 persen pasien kanker usus tanpa indikator mutasi gen KRAS.

NSAID seperti aspirin, ibuprofen dan naproxen memiliki efek yang sangat menguntungkan bila diambil pada orang baru didiagnosis dengan kanker kolorektal, atau kanker usus lainnya yang tanpa mutasi tumor pada gen KRAS.

“Beberapa penelitian lain telah menunjukkan hubungan antara NSAID dan pencegahan kanker usus menyebar berbanding lurus terhadap diagnosis dan jenis tumor atas perbedaan besar dalam kelangsungan hidup survivor kanker kolorektal,” kata Dr. Polly Newcomb, seorang ahli epidemiologi di Divisi Kesehatan Umum di Fred Hutch dan penulis senior studi ini.

” Penggunaan NSAID adalah praktik yang bisa diterima selain mencegah penyakit kardiovaskular, dan penggunaannya sebagai anti kanker menjadi pertimbangan untuk studi lanjutan lain.” tambah Dr. Polly.

Studi observasional ini mengambil data dari 2.419 pasien yang baru didiagnosis kanker usus di Colon Cancer Family Registry, dengan mengumpulkan faktor pemicu seperti gaya hidup, riwayat keluarga dan informasi medis dari pasien kanker kolorektal dari A.S., Kanada dan Australia.

Para periset membagi pasien menjadi empat kelompok:

– Kelompok yang menggunakan obat sebelum dan sesudah diagnosis,
– Kelompok memulai menggunakan obat pada post diagnosis
– Kelompok yang berhenti menggunakan setelah post diagnosis dan
– Kelompok yang tidak menggunakannya sama sekali.

Para periset juga menggunakan uji penanda tumor dengan menggunakan sampel genotip pasien untuk menentukan mutasi tumor dan jenis tumor.

Penelitian dilakukan di Fred Hutch dan diikuti tiga situs lainnya:

– Mayo Clinic di Rochester, Minnesota;
– Cancer Care Ontario di Toronto, Kanada
– University of Melbourne di Melbourne, Australia

Untuk mendapatkan hasil yang paling akurat, Newcomb dan tim peneliti juga mendata faktor-faktor pemicu lain seperti status merokok, riwayat keluarga, usia dan kemudian melakukan analisis statistik untuk menentukan hubungan potensial penggunaan NSAID dengan kelangsungan hidup kanker usus secara keseluruhan.

“Kami sekarang memiliki gagasan yang lebih baik tentang bagaimana penggunaan NSAID yang memberi manfaat pada subset pasien yang baru didiagnosis menderita kanker kolorektal,” kata Xinwei Hua, penulis pertama studi ini dan seorang ahli epidemiologi di Fred Hutch.

“Selanjutnya, kita butuh penelitian lagi tentang waktu paling optimal, berapa dosis dan bagaimana durasi selama penggunaan NSAID pada pasien kanker usus dengan tipe mutasi gen KRAS. Saat ini, kami baru mulai memahami biologi yang mendukung penggunaan NSAID pada jalur molekuler tumor, dan itu sangat menarik.” tambah Xinwei Hua

Sumber: Eurekalert!

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait