Komplikasi & Efek Samping Pasca Operasi Kanker Kolon Dan Rektum

Efek samping yang umum dari operasi kanker usus besar dan kanker rektum (anus/dubur/anal) membawa banyak risiko yang sama seperti operasi besar lainnya, termasuk: pendarahan, infeksi, bekuan darah, masalah jantung dan gangguan pernafasan.

Semua bentuk pengobatan kanker usus baik kolektomi, radioterapi, kemoterapi, dll akan membawa sejumlah risiko komplikasi dan efek samping yang spesifik, seperti dibawah ini

Efek samping pasca operasi kanker usus

Salah satu komplikasi dari dampak pasca operasi usus besar adalah bahwa bagian usus yang disambung tidak sembuh dengan benar dan bocor di dalam perut Anda yang biasanya terjadi beberapa hari pertama setelah operasi.

Efek samping pasca operasi kanker usus

Efek samping pasca operasi kanker rektum (kanker dubur) adalah kerusakan saraf yang mengendalikan urin dan fungsi sek*sual karena saraf ini sangat dekat dengan rektum, dan terkadang operasi untuk mengeluarkan kanker dubur bisa merusak saraf ini.

Setelah operasi kanker rektum, banyak orang sering ke toilet untuk buang hajat lebih sering daripada sebelumnya, yang terjadi dalam beberapa bulan setelah operasi.

Kadang-kadang pula, beberapa orang – terutama pria – memiliki gejala menyedihkan lainnya, seperti nyeri di daerah panggul dan sembelit, beriringan dengan rasa mulas ingin sering buang air besar. Sering buang air besar dapat menyebabkan rasa sakit yang parah di sekitar kanal anus.

Efek samping radioterapi

Bagi pasien pasca radioterapi kanker usus besar atau kanker rektum, Efek samping radioterapi jangka pendek dapat mencakup:

– Rasa sakit
– kelelahan
– diare
– Sensasi terbakar dan iritasi kulit di sekitar rektum dan panggul – seperti terbakar sinar matahari
– Sering buang air kecil
– Sensasi terbakar saat buang air kecil

Efek samping radioterapi jangka panjang dapat meliputi:

– Kebutuhan yang lebih sering untuk buang air kecil atau tinja
– Ada darah di urin dan tinja
– Infertilitas atau ketidaksuburan
– Disfungsi ereksi

Efek samping kemoterapi

Efek samping kemoterapi kanker usus besar atau kanker rektum bisa meliputi:

– kelelahan
– rasa nyeri
– muntah
– diare
– bisul mulut
– Kerontokan rambut
– sensasi mati rasa, kesemutan, rasa terbakar di tangan, kaki dan leher Anda
– Rentan infeksi, kemoterapi juga bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi.
– Infertilitas, Obat dalam kemoterapi juga dapat menyebabkan kerusakan sperma pria dan sel telur wanita

Efek samping ini secara bertahap dan biasanya akan berlalu setelah perawatan selesai. Masalah rambut rontok, biasanya dibutuhkan beberapa bulan agar rambut Anda tumbuh kembali.

Informasikan ke perawat atau dokter Anda sesegera mungkin jika Anda mengalami kemungkinan tanda-tanda infeksi, seperti demam tinggi atau merasa tidak enak badan mendadak.

Perawatan biologis

Perawatan biologis, termasuk cetuximab dan panitumumab, adalah obat baru yang juga dikenal sebagai antibodi monoklonal.

Perawatan ini menargetkan protein khusus, yang disebut reseptor faktor pertumbuhan epidermal (EGFRs – epidermal growth factor receptors), yang ditemukan di permukaan beberapa sel kanker.

Karena protein EGFRs membantu pertumbuhan kanker, menargetkan protein ini dapat membantu mengecilkan tumor,mencegah dan memperbaiki efek samping kemoterapi.

Pengobatan biologis kadang-kadang digunakan dalam kemoterapi kombinasi saat kanker telah menyebar di luar usus (kanker usus metastatik).

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!