Studi Ilmiah: Hubungan Vitamin D Dan Pencegahan Kanker Usus

Vitamin D Dan Kanker Usus

Kanker kolorektal adalah sekelompok sel kanker yang tumbuh di usus besar (kolon) atau rektum (dubur). Kanker kolon dimulai di sel-sel usus besar, sedangkan kanker kolorektal dimulai dari keduanya, baik pada sel-sel usus besar atau dubur.

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa ada kaitan antara vitamin D dan kanker usus besar. Orang yang sedikit vitamin D rendah cenderung mengalami risiko kanker kolon. Lalu, bagaimana menjelaskan hubungan ini?

Hubungan vitamin D dan risiko kanker kolon

Sebuah reseptor vitamin D ditemukan di permukaan sel di mana sel-sel tersebut menerima sinyal kimia. Dengan mengikatkan diri pada reseptor tersebut, sinyal kimia akan mengarahkan sel untuk melakukan sesuatu seperti: pembelahan sel atau kematian sel.

Telah ditemukan reseptor vitamin D pada sel-sel usus besar dan rektum, dan vitamin D ini punya kemampuan untuk mengikat reseptor ini. Hal ini dapat menyebabkan kematian sel-sel onkogen atau berhenti tumbuh.

Dengan demikian, vitamin D bisa menghentikan sel kanker menyebar ke bagian tubuh yang lain. Oleh karena itu, diperkirakan vitamin D dapat membantu mencegah kanker kolorektal, dengan membuat kecil kemungkinan sel kanker untuk tumbuh dan menyebar.

Orang yang jarang diterpa sinar matahari, mereka memiliki risiko tinggi kanker usus daripada orang-orang yang kerap berjemur sinar matahari pagi. Sinar matahari membantu Anda membuat vitamin D, dan para periset menduga bahwa salah satu penyebab kanker usus karena kurangnya vitamin D.

Penelitian tentang vitamin D untuk mencegah kanker usus

Sebuah studi ilmiah pada tahun 2006 di Amerika Serikat, mempelajari sekelompok besar wanita pasca menopause. Para peneliti memberi suplemen kalsium 1.000 mg dan vitamin D 400 IU selama 7 tahun.

Hasilnya, Para peneliti menyimpulkan bahwa suplemen kalsium plus vitamin D dapat mencegah kemungkinan risiko kanker kolorektal untuk wanita.

Sebuah surat kabar yang diterbitkan pada 20-11-10 menulis bahwa ada 9 studi berbeda yang meneliti vitamin D dan risiko kanker usus besar atau kanker dubur, memberi kesimpulan bahwa:

1. Orang dengan vitamin D tertinggi di tubuh mereka memiliki kemungkinan 50% lebih rendah terkena kanker dubur, dan kemungkinan 23% lebih rendah terkena kanker usus besar dibandingkan orang dengan tingkat vitamin D terendah.

2. Ada hubungan yang lebih kuat antara vitamin D dan kanker dubur; daripada vitamin D dan kanker usus besar.

Jika Anda mencoba mencegah kanker kolorektal dan ingin mengkonsumsi vitamin D, mengkonsumsi vit D dengan dosis sekitar 10.000 IU per hari. Bicaralah dengan dokter Anda dahulu untuk mendapatkan saran lebih lanjut tentang suplemen vit D.

Kesimpulan dari beberapa studi ilmiah

Poin utama dari beberapa penelitian:

1. Orang yang memiliki kadar vitamin D lebih rendah cenderung mengalami kanker kolorektal.

2. Daerah yang rendah paparan sinar matahari memiliki tingkat kanker kolorektal yang lebih tinggi daripada orang-orang di tempat lebih cerah.

3. Tingkat vitamin D yang tinggi dalam tubuh dapat memperbaiki kelangsungan hidup dari penderita kanker kolorektal.

4. Sebagian besar penelitian tentang vitamin D dan kanker kolorektal telah diamati, yang berarti bahwa peneliti tidak dapat memastikan, apakah vitamin D dapat mencegah kanker kolorektal atau tidak.

5. Secara keseluruhan, butuh lebih banyak penelitian untuk memberikan jawaban yang lebih jelas, apakah mengonsumsi suplemen vitamin D dapat mencegah atau mengobati kanker kolorektal.

Sumber referensi:

Garland CF & Garland FC. Do sunlight and vitamin D reduce the likelihood of colon cancer? Int J Epidemiol 1980;9:227-231.

Stubbins RE, Hakeem A, & Nunez NP. Using components of the vitamin D pathway to prevent/treat colon cancer. Nutr Rev 2012;70(12):721-729.

Gorham ED, Garland CF, Garland FC, et al. Optimal vitamin D status for colorectal cancer prevention. Am J Prev Med 2007;32(3):210-216.

Wactawski-Wende J, Kotchen JM, Anderson GL, et al. Calcium plus vitamin D supplementation and the risk of colorectal cancer. N Engl J Med 2006;354:684-96.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • IStilah Dan Kamus Kanker USus Kanker kolorektal adalah kanker kolon (usus besar) atau rektum. Dalam kasus yang paling sulit - ketika kanker telah menyebar ke hati, paru-paru atau tempat lain - operasi menjadi pilihan bagi banyak orang, serta memperpanjang dan […]
  • Operasi Kanker Usus Besar: Kolektomi Terbuka, Laparoskopi & Robotik Bedah operasi kanker usus besar untuk tahap awal biasanya hanya menghilangkan atau mengangkat sedikit lapisan dinding usus besar (lapisan mukosa), yang dikenal sebagai bedah eksisi lokal. Jika kanker menyebar ke otot yang mengelilingi […]
  • Kanker Rektum Prevalensi kanker usus di Indonesia awal tahun 2013 meningkat mulai 1,4 kasus per 1.000 jiwa. Pada th 2016, kasus kanker usus mencapai 10 % penduduk. Itu artinya, kanker usus di Indonesia berada di peringkat 3 setelah kanker […]
  • Apakah Kanker Kolon Dan Kanker Rektum Bisa Disembuhkan? Penyembuhan dan pengobatan untuk kanker usus besar (kolon) dan kanker rektum (anus) bergantung pada bagian usus mana yang terpengaruh dan seberapa jauh kanker telah menyebar. Operasi bedah merupakan perawatan utama untuk kanker kolon dan […]
  • Tanda-Tanda & Gejala Kanker Usus Telah Menyebar Ke Organ Lain Kanker kolorektal terjadi ketika sel abnormal tumbuh di kolon atau rectum. Sel-sel abnomral ini tumbuh bersama dan membentuk polip usus. Seiring waktu, polip usus bisa berubah menjadi kanker, disebut kanker usus besar atau kanker dubur, […]