Bagaimana Batu Empedu Terjadi Pada Penderita Diabetes?

Batu Empedu Pada Diabetes. Jika Anda memiliki diabetes tipe 1 dan obesitas, risiko lebih besar untuk batu empedu adalah jelas. Orang dengan gangguan batu empedu pada DM Tipe 1 telah ditemukan tingkat yang lebih tinggi trigliserida, merupakan jenis lemak yang mendorong pembentukan batu empedu.

Patofisiologi batu empedu pada diabetes

Teori lain mengatakan dalam patofisiologi batu empedu pada DM Tipe 1 bahwa batu empedu dapat terbentuk akibat komplikasi diabetes neuropati otonom, dimana terjadi kerusakan saraf tak sadar yang mengendalikan gerakan perut dan kandung empedu.

Menurut alur penelitian, empedu disimpan di kantong empedu namun tidak dirilis secara efisien karena saraf otonom yang rusak, dan batu empedu terbentuk dari endapan yang dihasilkan.

Juga, penelitian terbaru pada resisten insulin hewan uji menunjukkan bahwa FOXO1, sebuah protein tertentu yang terlibat dengan diabetes, meningkatkan jumlah kolesterol untuk masuk ke kandung empedu, yang dapat menyebabkan pembentukan batu empedu.

Namun, kolesterol merupakan komponen utama dari sebagian besar penyebab batu empedu pada mereka yang berpredikat penyandang penyakit diabetes melitus.

Gejala komplikasi batu empedu pada diabetes

Dr. Armand seorang ahli endokrinologi di Universitas Hospital Medikal Pusat di Cleveland mengatakan bahwa untuk orang yang hidup dengan penyakit diabetes melitus, mengontrol diabetes adalah cara untuk mencegah masalah kandung empedu dan batu empedu.

Ketika diabetes terkendali, komplikasi neuropati otonom biasanya tak menjadi masalah, dan tingkat trigliserida Anda akan lebih rendah. Dengan demikian, maka akan mengurangi peluang diabetes untuk mengembangkan batu empedu.

Batu empedu pada diabetes melitus biasanya tidak menimbulkan gejala dan hanya memerlukan pengobatan ringan. Namun, jika kandung empedu mendapat “serangan mendadak” terutama setelah mengkonsumsi makanan sarat lemak, maka harus segera dilakukan penanganan

Gejala dari serangan kandung empedu akibat batu empedu, seperti

– Nyeri tiba-tiba di perut kanan bagian atas yang dapat berlangsung beberapa jam
– Nyeri antara tulang belikat atau di bawah bahu kanan
– Nyeri perut berpusat di sisi kanan yang semakin memburuk setelah makan
– Mual atau muntah

Meskipun Anda mencoba untuk mengatasi rasa sakit akibat ganguan batu empedu, Anda mungkin perlu untuk menata ulang diet rendah lemak untuk meminimalkan gejala.

Pengobatan batu empedu pada diabetes

Kebanyakan orang dengan masalah batu empedu dan DM Tipe 1 yang berada di bawah perawatan dokter memiliki rencana untuk mengelola dan mengobati penyakit mereka seperti diet sehat, olahraga, obat-obatan, dan pemantauan kadar gula darah sehari-hari.

Mengontrol kadar glukosa darah tidak hanya membantu Anda merasa lebih baik secara umum, tetapi juga dapat menunda timbulnya komplikasi diabetes melitus, termasuk masalah kandung empedu dan batu empedu.

Penyandang diabetes melitus dianggap berisiko tinggi untuk operasi jenis apapun, termasuk operasi kandung empedu (kolesistektomi). Tapi, dalam kebanyakan kasus, ketika batu empedu bermasalah, tindakan yang terbaik adalah kolesistektomi.

Secara umum, seseorang yang memiliki diabetes atau non-diabetes, mereka dapat menghindari masalah kandung empedu dan batu empedu dengan makan diet konsisten yang seimbang, berolahraga cukup, dan mengelola kesehatan mereka secara keseluruhan.

Diet mencegah batu empedu

Pada intinya, diet diabetes melitus untuk mencegah gangguan kandung empedu dan batu empedu adalah diet rendah lemak seperti membatasi makanan yang digoreng untuk mencegah masalah pencernaan, dan menghindari semua makanan berlemak jenuh.

1. Diet rendah lemak

Ganti sumber lemak dengan lemak yang baik misalnya, memilih minyak zaitun sebagai pengganti mentega ketika menggoreng, atau lebih memilih ikan untuk makan malam bukan daging.

Ikan mengandung lemak sehat yang dikenal sebagai asam lemak omega-3. Namun, batasi lemak setiap kali makan kurang lebih 3 gram untuk menghindari masalah pencernaan, karena Anda mempunyai batu empedu

2. Diet Serat

Diet tinggi serat dapat membantu mengelola diabetes. Selain itu, semakin banyak asupan serat dapat membantu sistem pencernaan dan menormalkan defekasi. ADA merekomendasikan setidaknya konsumsi 25 gram serat setiap hari.

Jangan mencoba untuk menambahkan semua serat yang untuk diet sekaligus. Sebab, mungkin menyebabkan sakit perut. Konsumsi asupan serat secara perlahan selama dua sampai tiga bulan. Ini akan memperlambat jika Anda mempunyai gejala batu empedu.

3. Makanan sehat.

Semua penderita gangguan batu empedu dan diabetes melitus harus makan banyak buah-buahan, sayuran dan biji-bijian seperti brokoli pada setiap kali makan.

Jika Anda makan buah-buahan dan sayuran yang berwarna, Anda akan memiliki banyak variasi dan mendapatkan banyak nutrisi. Buah-buahan, sayuran dan biji-bijian juga mengandung banyak serat, ini sangat membantu sistem pencernaan

4. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan.

Meskipun terdapat beberapa produk susu tanpa lemak, seperti susu atau yogurt yang mempromosikan kalsium dan merupakan bagian dari diet diabetes sehat.

Namun untuk beberapa pasien setelah pengangkatan kandung empedu mereka tidak dapat mencerna susu dengan baik setelah operasi kolesistektomi ( kolesistektomi adalah operasi pengangkatan kandung empedu).

Anda bisa mendapatkan kalsium dari sumber lain. Sayuran hijau, seperti bayam serta kangkung, mereka mengandung banyak kalsium. Anda mungkin perlu untuk mengambil suplem3n kalsium dari apotik untuk melengkapi kebutuhan. Tetapi, bicarakan pada dokter Anda tentang penggunaan supl3men tersebut. Semoga bermanfaat.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Komplikasi Diabetes Dan Bau Mulut, Anda Menderita Halitosis Diabetes Bau Mulut. Mengapa diabetes menyebabkan bau mulut? Mulut bau tak sedap pada penderita diabetes akibat kesehatan mulut yang buruk, halitosis adalah kondisi medis lain yang mengganggu kesehatan mulut. Patofisiologi diabetes bau […]
  • Mengapa Diabetes Menyebabkan Sulit BAB? Mengapa DM tipe 1 dan 2  menyebabkan susah buang air besar?  Sembelit pada diabetes tipe 1 dan 2 terkait dehidrasi akibat kontrol glikemik yang buruk. Selain itu, kadar gula darah tinggi kronik dan berulang, menyebabkan berbagai masalah […]
  • Diabetes Dan Masalah Rambut Rontok Yang Sering Dialami Diabetes Rambut Rontok. Mengapa diabetes menyebabkan kerontokan rambut? Bagaimana cara mengatasi rambut rontok akibat diabetes? Jika Anda memiliki diabetes melitus, baik tipe 1 atau 2, ini berarti tubuh Anda tidak memproduksi […]
  • Memahami Perbedaan Antara Ketosis Dan Ketoasidosis Apa beda antara ketosis dan ketoasidosis? Ringkasnya, ketosis adalah proses metabolisme yang normal dimana tubuh menghasilkan keton. Sedangkan ketoasidosis adalah ketosis yang melewati batas normal. Ketosis Apa itu ketosis Ketosis adalah […]
  • Kasus Aterosklerosis dan Dislipidemia Untuk DM Tipe 1 Dan Tipe 2 Arteriosklerosis adalah istilah umum untuk penebalan dan pengerasan pembuluh darah. Ini terjadi secara normal seiring bertambahnya usia. Aterosklerosis adalah jenis arteriosklerosis, ditandai oleh endapan lemak, kolesterol, produk […]