Cek Gula Darah Puasa: Tata Cara Tes GDP Dan Kemungkinan Hasilnya

Apa itu tes GDP? Tes GDP (gula darah puasa) adalah sebuah tes darah untuk mengukur jumlah glukosa yang ada dalam darah setelah Anda berpuasa selama delapan jam. Dengan demikian, hasil tes akan lebih akurat karena tidak terpengaruh oleh asupan makanan.

Tujuan Cek Gula Darah Puasa

Tes gula darah puasa bertujuan untuk:

  • mendiagnosis apakah Anda menderita diabetes mellitus (DM), atau
  • untuk memantau kontrol glukosa pada mereka yang sudah memiliki riwayat diabetes melitus.

Setelah Anda didiagnosis diabetes, pengobatan dan perawatan harus dipantau untuk memastikan kontrol glukosa lebih optimal: kontrol yang baik akan menunda onset, dan mengurangi kemungkinan komplikasi akibat penyakit diabetes.

Selain untuk mendiagnosis diabetes, tes GDP juga dapat digunakan untuk penyelidikan kondisi lain yang terkait dengan kelainan metabolisme glukosa atau fluktuasi kadar glukosa, seperti:

  • kelainan kelenjar adrenal, delirium / demensia,
  • kejang-kejang,
  • tumor pankreas,
  • serangan iskemik transien,
  • trauma, serangan jantung dan baru menjalani operasi.

Bagaimana cek gula darah puasa dilakukan

  • Anda harus berpuasa, tidak makan atau minum setidaknya delapan jam sebelum sampel darah diambil.
  • Rute pengambilan sampel darah: Kulit di atas vena dibersihkan secara antiseptik. Jarum steril dan syringe untuk menarik sekitar 10 ml darah dari vena, situs bekas tusukan ditutup dengan perban bersih.
  • Sampel darah biasanya dikirim ke laboratorium untuk analisis.
  • Sebuah glukometer akan digunakan untuk kalibrasi dan memverifikasi hasil tes GDP, apakah normal atau diabetes.

Nilai Normal dan tidak normal tes gula darah puasa

  • Jika nilai tes gula darah puasa > 7,0 mmol / L menandakan diagnostik DM. Skala angka di atas 7mmol / L – disebut hiperglikemia – bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, termasuk:
    • Diabetes mellitus,
    • Hipertiroidisme,
    • Penyakit langka seperti akromegali, sindrom Cushing, phaeochromocytoma, atau pankreatitis
    • Penggunaan Steroid, Diuretik,
    • Penggunaan beberapa antipsikotik dan antidepresan, Phenytoin, atau parasetamol berlebihan.
  • Hasil tes GDP normal – Tingkat gula darah puasa kurang dari 100 mg / dL (5,6 mmol / L) adalah normal.
  • Hasil tes GDP pre diabetes. Tingkat gula darah puasa dari 100 hingga 125 mg / dL (5,6 hingga 6,9 mmol / L) dianggap prediabetes.
  • Hasil tes GDP adalah diabetes. Jika 126 mg / dL (7 mmol / L) atau lebih tinggi pada dua tes terpisah, Anda menderita diabetes.
  • Jika hasil tes gula darah puasa menunjukkan diabetes atau pra-diabetes, maka ANda harus menjalani tes selanjutnya, yaitu tes toleransi glukosa formal (GTT).
  • Jika bacaan angka terlalu rendah (hipoglikemia) dapat dikaitkan dengan kondisi:
    • Terlalu banyak insulin yang digunakan untuk menurunkan gula darah,
    • Insulinoma (tumor langka),
    • Hypothyroidism,
    • Kelaparan
    • Penggunaan Alkohol,
    • Mengkonsumsi obat anti-diabetes, atau agen penurun kolesterol.

Efek samping

Risiko atau efek samping dari tes gula darah puasa ini adalah: Pendarahan dari situs tusukan, Memar, Pembentukan hematoma (benjolan karena perdarahan di bawah kulit), atau Infeksi

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait