Bagaimana Diabetes Menyebabkan Penyakit Jantung Koroner?

Bagaimana Diabetes Menyebabkan Penyakit Jantung Koroner?

Komplikasi diabetes kardiovaskuler. Diabetes menyebabkan jantung koroner. Bagaimana diabetes menyebabkan serangan penyakit jantung koroner? Glukosa tinggi di aliran darah merusak arteri, menyebabkan kaku dan keras.

Ada bahan lemak terbentuk di bagian dalam pembuluh darah ini yang menghalangi aliran darah ke jantung atau otak, menyebabkan serangan jantung jantung koroner, hingga stroke.

Hubungan diabetes dan penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner adalah suatu kondisi di mana arteri yang memasok jantung menjadi mengeras dan menyempit karena penumpukan plak.

Kerusakan pembuluh darah pada diabetes karena efek jangka panjang dari rendahnya kontrol kadar glukosa darah, atau akibat kondisi lain yang berkaitan dengan diabetes.

Kelebihan berat badan, gaya hidup dan kontrol glukosa darah yang buruk berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah dan kelainan lipid dalam darah, termasuk kolesterol dan trigliserida tinggi.

Hasil penyempitan dan pengerasan arteri menyebabkan penyakit jantung  termasuk

– Iskemia miokard, kekurangan oksigen ke jantung karena berkurangnya aliran darah di sekitar pembuluh darah jantung
– Angina pectoris, nyeri dada akibat iskemia miokard
– Infark miokard, serangan jantung mendadak.

Gejala serangan jantung koroner

Gejala penyakit jantung koroner bisa meliputi sesak napas, mual, sesak nafas, berkeringat dingin, kelelahan yang tidak dapat dijelaskan, palpitasi, dan nyeri dada.

Namun, dalam banyak kasus, penyakit jantung koroner tidak menyebabkan gejala. Faktanya, 64% wanita meninggal mendadak terkena serangan penyakit jantung koroner.

Karena diabetes dapat mempengaruhi fungsi syaraf, penderita mungkin memiliki sedikit rasa nyeri di jantung mereka.

Penyebab dan faktor risiko

Penyakit jantung koroner memiliki beberapa faktor risiko utama, termasuk

1. Tekanan darah tinggi.

Tekanan darah tinggi memaksa jantung untuk bekerja lebih keras dan menyebabkan penebalan dan pengerasan jantung itu sendiri.

2. Tingkat lipid darah tidak normal.

Kadar kolesterol dan trigliserida tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner.

3. Obesitas dan kelebihan berat badan.

Orang dengan kelebihan lemak tubuh, terutama sekitar pinggang, lebih cenderung terkena resistensi insulin dan penyakit kardiovaskuler.

Selain itu, kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan darah tinggi, meningkatkan kadar kolesterol buruk (LDL dan trigliseri) dan menurunkan total kolesterol baik (HDL).

4. Mer0kok. Risiko perok0k terhadap penyakit jantung koroner adalah 2-4 kali daripada yang tidak.

5. Kurangnya aktivitas fisik.

Kurang olahraga meningkatkan berat badan tak sehat,  penyakit jantung koroner

6. Konsumsi alkohol.

Minum ini bisa menaikkan tekanan darah dan bisa menyebabkan gagal jantung atau stroke. Hal ini juga dapat meningkatkan kadar trigliserida dan berkontribusi pada obesitas.

Pengobatan dan terapi penyakit jantung koroner

Pada tahun 2007, panel ahli untuk American Heart Association bekerja sama dengan organisasi kesehatan nasional, Evidence-Based Guidelines for Cardiovascular Disease Prevention in Women, memberikan pedoman tentang penyakit kardiovaskular.

Pedoman tersebut menggarisbawahi bahwa wanita dengan diabetes dianggap berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Rekomendasi ini sesuai dengan Standar Perawatan Medis Diabetes Diabetes Amerika.

Para panel ahli merekomendasikan intervensi obat untuk pencegahan

1. Terapi aspirin (75-325 miligram).

Terapi ini direkomendasikan untuk wanita berisiko tinggi terkena penyakit jantung koroner.

2. Beta-blocker

Ini  golongan obat penurun tekanan darah, digunakan oleh semua orang yang memiliki kondisi iskemik kronis (aliran darah yang terbatas ke jantung).

3. ACE inhibitor

Ini adalah obat penurun tekanan darah.  Jika penghambat ACE tidak ditolerir, obat lain yang disebut ARB bisa diresepkan.

4. Terapi Niacin

Obat penurun lipid ini direkomendasikan untuk orang dengan kolesterol dan trigliserida tinggi.

Skrining penyakit jantung koroner

Pedoman untuk pencegahan penyakit kardiovaskular merekomendasikan bahwa skrining setidaknya setiap tahun untuk mengidentifikasi adanya penyakit jantung koroner untuk diabetes.

Alasan skrining jantung untuk diabetes karena adanya mikro atau makroalbuminuria, atau adanya albumin (protein darah) dalam urin yang merupakan tanda nefropati diabetik, kondisi ini terkait langsung dengan penyakit kardiovaskular.

Orang dengan diabetes yang memiliki riwayat penyakit oklusif perifer atau karotid (arteri tersumbat di tungkai atau leher); disarankan untuk memiliki tes skrining, karena kedua kondisi ini terkait faktor risiko penyakit jantung koroner mayor

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Tips Mencegah Dan Mengatasi Komplikasi Diabetes Jantung Koroner Penyakit jantung koroner adalah salah satu pembunuh nomer satu di dunia. Tak hanya untuk orang diabetes, akan tetapi penyakit ini juga berisiko pada orang non-diabetes. Namun, risiko komplikasi diabetes jantung koroner lebih mungkin […]
  • Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Vitiligo Diabetes menyebabkan vitiligo. Apa hubungan diabetes tipe 1  dengan vitiligo? Bagaimana komplikasi diabetes tipe 1 menyebabkan vitiligo? Apa itu vitiligo? Vitiligo didefinisikan sebagai sebuah gangguan autoimun pada kulit di mana […]
  • Komplikasi DM Tipe 2 Dan Aterosklerosis Diabetes dan aterosklerosis. Mengapa diabetes melitus menyebabkan aterosklerosis? Hubungan komplikasi diabetes tipe 2  dan aterosklerosis dikaitkan dengan endapan lemak dan reaksi jaringan lokal pada dinding arteri yang membentuk […]
  • Kaitan Antara Diabetes Dan Gangguan Sulit Tidur OSA Diabetes tipe 2 terjadi Karena Gangguan Tidur (OSA). Apa itu gangguan tidur OSA? OSA (Obstructive Sleep Apnea) adalah gangguan tidur di mana orang mengalami jeda nafas selama satu menit atau lebih, tidur mendengkur, dan bangun tidur […]
  • Diabetes Dan Masalah Rambut Rontok Yang Sering Dialami Diabetes Rambut Rontok. Mengapa diabetes menyebabkan kerontokan rambut? Bagaimana cara mengatasi rambut rontok akibat diabetes? Jika Anda memiliki diabetes melitus, baik tipe 1 atau 2, ini berarti tubuh Anda tidak memproduksi […]