Mengapa Penderita Diabetes Sangat Rawan Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih

Diabetes dan infeksi saluran kemih (ISK). Infeksi saluran kemih, atau ISK, terjadi saat bakteri atau serangga lainnya menyerang sistem drainase tubuh Anda. Diabetes membuat pertahanan kekebalan tubuh melemah dan tak mampu mengusir infeksi.

Apa itu Infeksi Saluran Kemih?

Infeksi saluran kemih atau ISK adalah infeksi yang terjadi di sepanjang lokasi kandung kemih, ginjal atau di sistem saluran kemih.

Infeksi pada saluran kemih bagian atas atau kandung kemih disebut sistitis. Sedangkan infeksi pada uretra disebut uretritis.

ISK yang parah ketika infeksi mengarah ke ginjal dan ureter, disebut pielonefritis.

Hubungan diabetes dengan ISK

Diabetes menurunkan kekebalan tubuh Anda. Anda memiliki lebih sedikit sel darah putih dan sel T untuk melawan infeksi bakteri, virus, dan jamur yang menyerang.

Selain itu, kerusakan saraf membuat kandung kemih Anda tidak mengosongkan sepenuhnya. Urin yang tertinggal di kemih yang terlalu lama menimbulkan risiko infeksi lebih besar.

Gula dalam darah dan air kencing adalah kontribusi utama perkembangan infeksi di saluran kemih Anda.

Selain rasa sakit saat buang air kecil, ISK dapat menyebabkan nyeri punggung atau samping, tekanan di atas tulang kemaluan atau rektum, kelemahan, kelelahan, mual, dan demam, sebagai pertanda bahwa infeksi telah menyebar ke ginjal Anda.

Apa Gejala ISK?

Berikut adalah daftar gejala infeksi saluran kemih,

– Rasa sakit membakar saat buang air kecil
– Sulit buang kencing
– Ada darah di urin anda
– Kencing berbusa atau merah muda
– Bau urine pesing menyengat
– Nyeri suprapubik, nyeri di dekat panggul Anda

Diabetes dengan neuropati otonom mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, gejala terjadi ketika penderita sering kebingungan dan mungkin agak demam.

Apa Penyebab ISK?

Sementara untuk diabetes, penyebab paling umum dari infeksi saluran kemih adalah bakteri, kadang infeksi jamur. Penyebab utama lainnya adalah stasis urin atau kandung kemih yang tidak sepenuhnya mengosongkan.

Bagi penderita diabetes, neuropati otonom adalah komplikasi diabetes yang sering menimbulkan masalah pada kandung kemih, terutama pada saraf yang bekerja dalam pengosongan kandung kemih.

Hal ini menyebabkan apa yang disebut stasis urin, saat urine tertinggal di kandung kemih setelah Anda buang air kecil.

Jika kandung kemih tidak kosong sepenuhnya, urin tetap berada di kandung kemih sehingga bakteri berkembang, menyebabkan infeksi di saluran kemih.

Pencegahan

Jika Anda memiliki gejala infeksi saluran kemih, lakukan pencegahan segera

1. Perbanyak minum air dan segera buang air kecil saat Anda merasakan, jangan menunda kencing. Bersihkan kemaluan Anda setelah hajat selesai.
2. Mengambil antibiotik dosis rendah selama enam bulan atau lebih.
3. Mengambil satu dosis kecil antibiotik setelah berhubungan sek*s.
4. Mengontrol kadar glukosa darah Anda juga dapat membantu mencegah ISK-dan membantu Anda pulih lebih cepat.

Bekerja sama dengan Dokter yang menangani kesehatan Anda pada rencana perawatan yang sesuai dengan gaya hidup yang benar.

Bagikan Pada Temanmu!