Akibat Penyakit Diabetes Dan Komplikasinya Yang Spesifik

Akibat Penyakit Diabetes Dan Komplikasinya Yang Spesifik

Beberapa komplikasi penyakit diabetes melitus yg spesifik adalah retinopati, neuropati dan nefropati. Hal ini berlaku untuk pasien dengan penyakit diabetes melitus, baik tipe 1 atau 2. Apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi bahkan untuk mencegahnya?

Kasus komplikasi dapat terjadi pada semua pasien dengan diabetes, kasus ini akan dibahas di sini dan pembahasan berikut mungkin dapat memberikan sedikit informasi yang Anda butuhkan.

Sebelum insulin ditemukan, banyak pasien dengan penyakit diabetes melitus, baik tipe 1 atau pun tipe 2 yang tidak dapat bertahan hidup karena  komplikasi akibat diabetes melitus jangka panjang. Pada hari-hari awal setelah penemuan insulin pada tahun 1922, secara luas diyakini bahwa  insulin dapat menyembuhkan diabetes mellitus.

Sekarang, kita berada dalam pemahaman yang lebih baik bahwa insulin bukanlah OBAT AJAIB yang bisa menyelamatkan penderita diabetes melitus dari KEMATIAN.

Insulin hanya dapat membantu pasien dengan diabetes melitus untuk dapat hidup lebih aktif, tetapi tidak menyembuhkan diabetes mellitus. Jika Anda dapat menggunakan insulin secara tepat, kemungkinan besar Anda dengan diabetes melitus dapat hidup sehat dan panjang umur.

Ketika insulin pertama kali diperkenalkan, banyak orang berhasil hidup selama lebih dari 50 tahun.

Akan tetapi, peningkatan harapan hidup ini sejalan dengan kerusakan jaringan tubuh sebagai akibat dari komplikasi jangka panjang yang terjadi dan selalu mengancam pasien.

Resiko komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, dan sirkulasi darah yang buruk di kaki merupakan komplikasi yang timbul yang seiring dengan pertambahan usia.

Akibat Penyakit Diabetes

Berikut dibawah ini adalah sedikit penjelasan terkait 3 kerusakan jaringan tubuh akibat penyakit diabetes melitus

1. Komplikasi diabetes retinopati

Diabetes Retinopati merupakan salah satu komplikasi diabetes mellitus akibat kerusakan retina di belakang mata (plat fotografi). Kondisi ini dapat terjadi pada orang dengan diabetes melitus yang sudah lama, terutama bagi mereka yang mempunyai kontrol diabetes yang buruk.

Penyebab retinopati pada komplikasi diabetes melitus adalah, terjadi perubahan bertahap dalam pembuluh darah (arteri dan vena) di belakang mata yang dapat menyebabkan penglihatan kabur.

Perubahan ini terjadi karena ada penumpukan di daerah-daerah kritis di belakang mata sehingga terjadi gangguan sirkulasi darah ke mata.

Pencegahan kerusakan akibat komplikasi diabetes melitus retinopati dengan melakukan pengobatan setelah pasien didiagnosis dengan pemeriksaan mata menggunakan oftalmoskop atau fotografi retina sehingga retinopati dapat dicegah dengan lebih awal sebelum membuat gangguan penglihatan ke level yang lebih parah.

2. Komplikasi diabetes neuropati

Diabetes Neuropati adalah kerusakan pada saraf yang mengakibatkan pasien mengalami komplikasi jangka panjang diabetes mellitus. Kerusakan ini mempengaruhi saraf di seluruh tubuh terutama saraf perifer yang mempengaruhi otot dan saraf kulit, atau saraf otonom yang mempengaruhi saraf organ, seperti kandung kemih, usus, dan jantung.

Ada beberapa kondisi yang dapat mempengaruhi sistem saraf pada pasien dengan diabetes melitus seperti neuritis diabetik, neuropati diabetik, neuropati autoimun, dan amyotrophic diabetes. Semuanya akan dibahas di website ini, namun dalam lain judul.

3. Komplikasi diabetes nefropati

Diabetes Nefropati adalah kerusakan akibat komplikasi penyakit diabetes melitus yang mempengaruhi fungsi ginjal. Salah satu bentuk komplikasi nefropati adalah kebocoran ginjal sehingga albumin (protein) ditemukan dalam urin. Pada kasus yang parah, kerusakan ini dapat menyebabkan gagal ginjal.

Kerusakan ini tidak menimbulkan gejala, tetapi akan terdeteksi dengan tes urine yang dilakukan oleh dokter atau perawat. Sebagian besar rumah sakit di Indonesia sekarang sudah melakukan tes untuk mikroalbuminuria (sejumlah kecil albumin dalam urin).

Tes ini sangat berguna karena dapat mendeteksi kerusakan ginjal yang dapat disembuhkan dengan pengobatan sehingga komplikasi jangka panjang nefropati pada pasien dengan diabetes mellitus dapat diminimalkan.

Ada beberapa bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kerusakan akibat komplikasi jangka panjang dari penyakit diabetes melitus secara langsung berhubungan dengan kontrol gula darah yang buruk. Langkah-langkah pencegahan komplikasi dapat dilakukan dengan kontrol yang ketat dari gula darah.

Bukti ini berasal dari studi klinis berskala besar yang dilakukan di Amerika Serikat, The Diabetes Control dan Komplikasi Trial (DCCT) menunjukkan bukti bahwa kerusakan jaringan tubuh sebagai akibat komplikasi diabetes mellitus tipe 1 dan 2 dapat dihindari dengan kontrol glukosa darah yang ketat dan kontrol HbA1c pada tingkat di bawah 7%.

4. Akibat Penyakit Diabetes untuk Wanita

Diabetes dapat menyebabkan komplikasi tertentu pada wanita. Wanita dengan diabetes memiliki peningkatan risiko infeksi jamur kronik.

KOmplikasi ini dapat menyebabkan penurunan lubrikasi alat g3nital, yang dapat menyebabkan rasa sakit.Wanita dengan diabetes juga harus menyadari bahwa beberapa jenis obat dapat mempengaruhi kadar glukosa darah mereka.

Misalnya, pil k0ntras3psi juga dapat meningkatkan kadar glukosa darah. Penggunaan jangka panjang (lebih dari 2 tahun) dari pil k0ntras3psi dapat meningkatkan risiko komplikasi diabetes untuk bumil .

Kehamilan pada pasien wanita dengan diabetes juga meningkatkan risiko cacat lahir. Studi menunjukkan bahwa kadar gula darah tinggi selama kehamilan (hiperglikemia) dapat mempengaruhi perkembangan kritis janin selama 6 minggu pertama masa pembentukan organ janin.

Baca: gula darah normal untuk kehamilan

Oleh karena itu, penting bahwa wanita dengan diabetes (baik tipe 1 dan tipe 2) yang berencana untuk hamil berusaha untuk mempertahankan kontrol glukosa dgn baik untuk 3 – 6 bulan sebelum kehamilan.

Hal ini juga penting bagi wanita untuk memonitor kadar gula darah mereka selama kehamilan. Untuk wanita dengan diabetes tipe 1, kehamilan dapat mempengaruhi dosis insulin dan butuh penyesuaian baik selama hingga setelah persalinan.

Dalam kasus menopause, perubahan estrogen dan kadar hormon lainnya yang terjadi selama perimenopause dapat menyebabkan fluktuasi besar dalam kadar glukosa darah.

Wanita dengan diabetes juga menghadapi peningkatan risiko menopause dini, ini dapat menyebabkan risiko penyakit jantung yang tinggi.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Penyebab Diabetes Melitus Untuk Tipe 1 dan 2 Faktor Penyebab Diabetes Melitus  Tipe 1 dan 2. Meskipun beberapa penelitian yang telah dilakukan di seluruh dunia, penyebab diabetes tipe 1 atau 2, dan belum diketahui secara jelas. Beberapa ilmuwan menduga bahwa ada virus […]
  • Apa Itu Resistensi Dan Sensitivitas Insulin? Resistensi dan Sensitivitas Insulin. Resistensi insulin adalah lawan dari sensitivitas insulin dimana kedua topik utama tersebut terkait dengan kemunculan resiko pre-diabetes dan diabetes. Jika seseorang mengenal dan memahami apa itu […]
  • Tanda-Tanda Diabetes Untuk Tipe 1 Dan 2 Secara umum, Tanda-tanda diabetes untuk tipe 1 dan 2 pada usia muda atau orang dewasa ditandai sering haus serta sering buang air kecil. Output urine yang kontinue akan membuat kurangnya cairan tubuh sehingga kemungkinan besar akan […]
  • Apa Itu Pre-Diabetes Saya Terkena Prediabetes, Apa Itu Prediabetes? Mengenali apa itu prediabetes dan bagaimana proses terjadinya pradiabetes bukan berarti anda harus takut setelah mengetahui, tetapi jika anda mengetahui keadaan seseorang yang mengalami […]
  • Proses Prediabetes Ke Diabetes Tipe 2 Prediabetes menjadi diabetes Tipe 2. Mekanisme proses prediabetes ke diabetes dipengaruhi oleh beberapa faktor, namun yang jelas pola hidup yang buruk akibat minimnya pengetahuan dan pendidikan tentang diabetes menjadi point yang paling […]