Apa Itu Pre-Diabetes

3.8
(159)

Saya Terkena Prediabetes, Apa Itu Prediabetes? Mengenali apa itu prediabetes dan bagaimana proses terjadinya pradiabetes bukan berarti anda harus takut setelah mengetahui, tetapi jika anda mengetahui keadaan seseorang yang mengalami prediabetes maka anda akan mengerti pula bagaimana cara mencegah dan bahkan bisa menjauhi resiko penyakit tersebut.

Prediabetes dapat terjadi pada siapa saja jika ukuran kadar gula darah puasa berada diatas kisaran normal namun belum cukup untuk divonis diabetes tipe 2.

Sebagian besar penderita prediabetes disebabkan karena faktor genetik. Jadi seseorang yang memiliki riwayat keluarga diabetes memiliki resiko lebih besar untuk mengalami hal ini.

Serupa dengan penderita diabetes, organ pankreas pada penderita prediabetes juga tidak dapat berfungsi secara normal dalam memproduksi hormon insulin. Insulin hanya diproduksi dalam jumlah yang sedikit sehingga gula darah tidak dapat diedarkan ke seluruh sel tubuh sehingga tidak dapat diubah menjadi energi.

Definisi prediabetes

Prediabetes adalah suatu keadaan pada seseorang ketika kadar gula darah puasa berada diatas normal pada kisaran diatas 100 mg/dl namun dibawah 126 mg/dl sebagai akibat seseorang tersebut mengalami gejala lebih lanjut dari resistensi insulin, meskipun kadang resistensi insulin belum tentu mengakibatkan pradiabetes.

Pradiabetes juga diartikan sebagai batas antara orang normal non-diabetes dengan diabetes, biasanya menimpa pada orang dengan usia diatas 40 th.

Jika orang berada pada batas ini, kemungkinan pengobatan dan penyembuhan untuk tidak memasuki batas wilayah ke diabetes masih ada peluang.

Akan tetapi, kadang gejala prediabetes tidak bisa dideteksi secara jelas sehingga orang yang beresiko merasa aman-aman saja. Selang beberapa tahun kemudian, dia merasakan gejala diabetes, namun ketika diperiksa dokter, dia sudah positif menderita diabetes tipe 2.

Prediabetes merupakan istilah yang digunakan untuk  gejala awal penyakit diabetes tipe 2 saat level gula darah melebihi batas normal, jadi pada level ini belum tentu seseorang disebut pengidap diabetes. Kondisi tersebut terdiri dari Toleransi Glukosa Terganggu (TGT) dan Gula Darah Puasa Terganggu (GDPT).

Seorang penderita prediabetes lebih beresiko terkena penyakit diabetes, namun sebenarnya hal ini bisa menjadi sebuah peringatan agar seseorang segera melakukan perubahan gaya hidup. Jadi penderita harus berusaha menurunkan kadar gula darah dengan membiasakan diri untuk melakukan pola hidup sehat sebelum berkembang menjadi penyakit diabetes yang sesungguhnya.

Bagaimana saya terkena prediabetes?

Setelah terjadinya resistensi insulin, pankreas tidak bisa lagi memasok insulin dengan jumlah yang cukup sehingga kadar gula darah meningkat diatas normal.

Awal terjadinya pradiabetes terkait langsung dengan proses metabolisme glukosa. Setiap manusia mempunyai pankreas yang terletak di daerah perut pada bagian atas yang memiliki sebuah saluran menuju usus.

Pankreas berperan dalam mensekresi 2 enzim, yaitu enzim pencernaan dan hormon insulin. Bedanya, jika enzim pencernaan dilepas oleh pankreas menuju usus, sedangkan hormon insulin dilepas menuju aliran darah.

Enzim pencernaan hasil sekeresi dari pankreas, berfungsi untuk memecah makanan dan membantu penyerapan sari-sari makanan di usus untuk tubuh sehingga enzim pencernaan tidak terkait dengan mekanisme terjadinya prediabetes.

Enzim yang terkait dengan mekanisme terjadinya prediabetes adalah insulin. Insulin bertanggung jawab dalam mengolah glukosa dan asam lemak menjadi bahan bakar untuk aktifitas tubuh.

Tanpa insulin, tubuh manusia tidak bisa memanfaatkan makanan yang dimakan secara sempurna. Jika jumlah pasokan insulin berkurang, maka tubuh tidak bisa memanfaatkan glukosa sehingga gula darah menjadi meningkat.

Pada sistem pencernaan orang normal non-diabetes, makanan dipecah dalam lambung dan usus dan dirubah menjadi bahan kimia sederhana yaitu glukosa dan asam lemak.

Selain untuk bahan bakar aktifitas tubuh, kedua bahan tersebut juga berperan sebagai bahan dasar untuk pertumbuhan atau mengganti sel-sel yang rusak sehingga massa otot bertambah.

Jika jumlah glukosa atau asam lemak berlebihan, maka kedua bahan kimia sederhana tersebut akan disimpan di hati, otot dan lemak tubuh yang akan digunakan kembali disaat tubuh membutuhkan. Semua proses ini dikendalikan secara sempurna oleh insulin orang normal.

Akan tetapi, setelah seseorang mengalami resistensi insulin yang tidak diobati, pasokan insulin dari pankreas menjadi berkurang jumlahnya dari yang dibutuhkan oleh tubuh sehingga jumlah dari sebagian bahan kimia sederhana tersebut tidak bisa diolah secara sempurna untuk bahan bakar atau mengganti sel-sel yang rusak.

Namun, itu tetap dalam bentuk glukosa yang menumpuk dalam aliran darah sehingga resiko resistensi insulin meningkat menjadi pradiabetes.

Jika prediabetes tidak dicegah, maka risiko meningkat menjadi diabetes. Sebab, diabetes mellitus dapat terjadi akibat pre-diabetes yang tidak diobati. Baca: cara mencegah prediabetes

Apa saja gejala prediabetes yang perlu Saya dipelajari?

Gejala-gejala yang paling umum dikenal dengan sebutan 3P, yaitu poliuria (sering kencing), polidipsia (sering haus), dan polifagia (sering makan). Selain itu penglihatan menjadi kabur, lelah, lemas, dan mudah mengantuk.

Apabila Anda mengalami beberapa gejala tersebut segeralah untuk melakukan cek urine dan cek gula darah untuk memastikan penyakit Anda karena langkah pencegahan tentu jauh lebih baik daripada pengobatan.

Tes kadar gula darah disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien antara lain:

•    Tes gula darah sewaktu: Tes ini dilakukan tanpa harus berpuasa dan tanpa pemberian gula pada pasien (Tes Toleransi Glukosa Oral).
•    Tes gula darah puasa: Tes ini dilakukan sesudah pasien menjalankan puasa minimal 8 jam atau semalaman. Seseorang dinyatakan positif menderita prediabetes jika tes gula darah puasa berada pada rentang 100-125 mg/dL atau 5,6-6,9 mmol/L.
•    TTGO atau Tes Toleransi Glukosa Oral: Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sampel darah setelah pasien menjalankan puasa selama 8 jam atau semalaman. Selanjutnya pasien diminta untuk minum larutan gula, lalu 2 jam kemudian sebelum sampel darah diambil kembali.

Pada tes ini seseorang tergolong normal jika kadar gula darahnya kurang dari140 mg/dL atau 7,8 mmol/L. Dan tergolong prediabetes jika kadar gula darahnya berada pada kisaran 140-199 mg/dL atau 7,8-11 mmol/L.

Beberapa tes yang disarankan adalah tes glycated hemoglobin atau tes HbA1c. Tes HbA1c Diabetes Mellitus dimaksudkan untuk mengukur jumlah hemoglobin yang mengandung glukosa.

Saat tubuh sedang memproses gula, maka gula darah akan melekat pada keping darah (hemoglobin). Dan semakin tinggi kadar gula darah akan semakin banyak pula hemoglobin yang terkait dengan gula. Hemoglobin yang terkait dengan gula ini disebut HbA1c.

Jika hasil tes ini berada pada kisaran 5,7-6,4 %, maka pasien positif mengidap prediabetes. Selain itu ada pula beberapa tes lainnya, yaitu pemeriksaan kolesterol total, kolesterol LDL dan HDL, serta trigliserida. Semua tes tersebut minimal dilakukan satu tahun sekali.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 3.8 / 5. Vote count: 159

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Proses Prediabetes Ke Diabetes Tipe 2 Prediabetes menjadi diabetes Tipe 2. Mekanisme proses prediabetes ke diabetes dipengaruhi oleh beberapa faktor, namun yang jelas pola hidup yang buruk akibat minimnya pengetahuan dan pendidikan tentang diabetes menjadi point yang paling […]
  • Apa Itu Resistensi Dan Sensitivitas Insulin? Resistensi dan Sensitivitas Insulin. Resistensi insulin adalah lawan dari sensitivitas insulin dimana kedua topik utama tersebut terkait dengan kemunculan resiko pre-diabetes dan diabetes. Jika seseorang mengenal dan memahami apa itu […]
  • Definisi Hiperinsulinemia Definisi hiperinsulinemia adalah suatu kondisi pada seseorang dimana pankreas memproduksi insulin dalam jumlah banyak dan secara tidak normal untuk membantu tubuh saat menyerap glukosa dari aliran darah. Jadi, hiperinsulinemia sangat […]
  • Manfaat Magnesium Sitrat Bagi Tubuh Diabetes Magnesium merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh penderita diabetes. Hypomagnesaemia atau kekurangan magnesium sering terlihat pada pasien diabetes sehingga mereka butuh tambahan suplementasi magnesium untuk melengkapi kebutuhan […]
  • Akibat Penyakit Diabetes Dan Komplikasinya Yang Spesifik Beberapa komplikasi penyakit diabetes melitus yg spesifik adalah retinopati, neuropati dan nefropati. Hal ini berlaku untuk pasien dengan penyakit diabetes melitus, baik tipe 1 atau 2. Apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi bahkan […]