Mengapa Pankreas Tidak Dapat Menghasilkan Insulin

patofisiologi diabetes tipe 1

Patofisiologi DM tipe 1. Jika Anda bertanya, mengapa pankreas penderita diabetes tipe 1 tidak bisa menghasilkan insulin. Jawaban ringkas, DM tipe 1 terjadi karena sistem kekebalan tubuh Anda menghancurkan sel-sel beta di pankreas, sel-sel beta ini penghasil insulin.

Namun, ada kondisi lain yang disebut diabetes sekunder. Kerusakan sel beta pankreas pada diabetes sekunder tidak disebabkan oleh sistem imun, tetapi ada penyakit yang membuat luka di pankreas Anda.

Patofisiologi diabetes tipe 1

Insulin diproduksi oleh sekelompok sel tertentu di pankreas, yang disebut sel beta. Pada penderita diabetes tipe 1, sel beta mengalami kerusakan yang dimediasi oleh sistem kekebalan tubuh. Kerusakan sel beta pankreas menyebabkan kegagalan sekresi dan produksi insulin.

Insulin berperan menurunkan kadar glukosa darah setelah makan. Kekurangan insulin menyebabkan kelebihan glukosa dalam darah. Jika tidak diobati, dampak komplikasi sangat potensial dan serius.

Oleh sebab itu, penderita DM tipe 1 diobati melalui suplementasi insulin, dikirim melalui pompa atau melalui suntikan. Pencegahan penyakit ini masih belum jelas, butuh penelitian lebih lanjut untuk menetapkan patogenesisnya yang tepat.

Mekanisme terjadinya diabetes tipe 1

Secara umum disepakati bahwa diabetes Tipe 1 berkembang sebagai hasil dari efek sinergis faktor imun, genetik dan lingkungan yang pada akhirnya menghancurkan sel beta pankreas.

Meski belum jelas dari satu faktor lingkungan yang teridentifikasi sebagai penyebab penyakit ini, beberapa penelitian terus berjalam dalam upaya untuk menjelaskan patofisiologi penyakit ini.

Bagaimana autoimun menyerang sel beta pankreas

Beberapa tanda imunologi muncul sebelum penyakit ini didiagnosis secara klinis menunjukkan kemungkinan mekanisme autoimun sebagai aktor utama perusak sel beta.

Penurunan massa sel beta pankreas akibat insiden ini menghasilkan penurunan progresif pada sekresi insulin. Meskipun pada tahap awal penyakit, toleransi glukosa normal bisa dipertahankan, seiring waktu tingkat penurunan sangat dramatis, kira-kira 80% sel beta telah dihancurkan.

Mekanisme kerusakan sel beta pankreas oleh autoimun ini tidak diketahuisecara pasti, namun kejadian ini mungkin terkait dengan apoptosis, sitotoksisitas sel-t dan pembentukan metabolit toksik setelah reaksi inflamasi.

Virus penyebab diabetes tipe 1

Selain autoimun, sejumlah penelitian telah mempelajari bagaimana virus bisa merusak sel beta pankreas. Virus yang telah diteliti adalah virus Rubella, virus Coxsackie, Cytomegalovirus dan Rotavirus.

Namun, penyelidikan tentang virus ini masih menjadi perdebatan. Meski begitu, penyelidikan lebih lanjut harus dilakukan untuk menguraikan patofisiologi seluler dan molekuler yang pada akhirnya mengarah pada penyembuhan penyakit ini.

Pengobatan

Semua penderita diabetes tipe 1 harus menggunakan suntikan insulin untuk mengendalikan gula darahnya.

Beberapa jenis insulin tersedia.

– Insulin kerja cepat. Insulin ini bekerja dalam waktu sekitar 15 menit. Puncaknya sekitar 1 jam setelah injeksi dan terus bekerja selama 2 sampai 4 jam.
– Insulin reguler, bisa bekerja dalam waktu sekitar 30 menit. Puncaknya antara 2 dan 3 jam dan terus bekerja selama 3 sampai 6 jam.
– Insulin kerja menengah. Insulin belum akan masuk ke aliran darah Anda selama 2 sampai 4 jam setelah injeksi. Bekerja mulai 4 sampai 12 jam dan bertahan selama 12 sampai 18 jam.
– Insulin kerja lambat, ini membutuhkan beberapa jam untuk masuk ke sistem darah anda dan berlangsung sekitar 24 jam.

Jika terlambat memberi insulin

Hal ini menyebabkan gula darah tinggi, yang dapat menyebabkan:

– Dehidrasi.

Sejumlah besar air keluar melalui urin, menyebabkan tubuh Anda mengering.

– Penurunan berat badan.

Sejumlah lemak dan glukosa ikut larut dalam urin sehingga Anda mengalami kehilangan berat badan.

– Diabetes ketoasidosis.

Jika tubuh Anda tidak mendapatkan cukup glukosa untuk bahan bakar, tubuh Anda akan menghancurkan sel lemak, menciptakan zat kimia yang disebut keton.

Sejumlah keton akan larut dalam darah menyebabkan penumpukan asam keton yang bisa mencapai otak dan meracuninya.

– Kerusakan saraf.

Kadar glukosa yang tinggi dalam darah akan merusak saraf di mata, ginjal, dan jantung Anda. Selain itu, gula darah tinggi menyebabkan pengerasan arteri, atau aterosklerosis, yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Bagikan Pada Temanmu!