Tes Toleransi Glukosa Oral Untuk Ibu Hamil, Orang Dewasa Dan Anak

Apa tes OGTT (oral glucose tolerance test)? Tes toleransi glukosa oral (TTGO) adalah standar diagnosis diabetes tipe 2 dan untuk mendiagnosis diabetes gestasional. Menjalani tes toleransi glukosa oral, berarti Anda akan berpuasa semalam (setidaknya 8 jam, tetapi tidak lebih dari 16 jam).

Keesokan paginya, glukosa plasma puasa akan diuji. Setelah ini, Anda akan menerima dosis glukosa oral (dosis tergantung pada durasi tes). Biasanya, glukosa berbentuk cairan manis untuk diminum. Sampel darah diambil hingga empat kali setelah konsumsi gula untuk diukur berapa tingkat glukosa darah Anda.

Jenis dan variasi TTGO

Ada dua variasi standar dari tes toleransi glukosa, yaitu metode 2 dan 3 jam; semua metode ini digunakan untuk skrining dan diagnostik diabetes.

1. TTGO dua jam, yang terdiri dari dua penarikan sampel darah, digunakan untuk mendiagnosis diabetes / pradiabetes pada orang dewasa dan anak-anak, atau wanita dewasa tanpa kehamilan.

2. TTGO tiga jam, terdiri dari empat penarikan sampel darah, digunakan untuk skrining diabetes gestasional pada ibu hamil

Tes toleransi glukosa oral pada ibu hamil.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, tes toleransi glukosa digunakan untuk diagnosis diabetes gestasional (diabetes yang berkembang selama kehamilan).

Tes toleransi glukosa oral pada ibu hamil dilakukan jika ada hasil tes glukosa darah acak (GDS – gula darah sewaktu) atau ada hasil skrining diabetes gestasional pada wanita hamil antara 24 hingga 28 minggu kehamilan, padahal ibu hamil tidak diketahui atau tanpa riwayat diabetes.

Tes ini juga dapat digunakan pada periode pascapartum untuk mendeteksi penyakit diabetes pada bumil yang memiliki diabetes gestasional selama kehamilan.

Wanita yang memiliki diabetes gestasional tidak selalu mengembangkan diabetes di kemudian hari, tetapi mereka harus menjalani pemeriksaan diabetes setidaknya setiap tiga tahun sekali sepanjang hidup mereka.

Apa yang diukur pada tes toleransi glukosa oral?

Dokter mengambil sampel darah  setelah minum larutan glukosa.

  • Pada seseorang tanpa diabetes, kadar glukosa meningkat dan kemudian turun dengan cepat.
  • Pada seseorang dengan diabetes, kadar glukosa meningkat lebih tinggi dari biasanya dan tidak bisa turun kembali secepatnya.
  • Orang dengan tingkat kadar glukosa ditengah-tengah; antara glukosa normal dan diabetes, ia memiliki apa yang disebut toleransi glukosa terganggu (TGT). Orang dengan toleransi glukosa terganggu dianggap tidak menderita diabetes.

Namun, setiap tahun, 5% hingga 10% orang yang menunjukkan toleransi glukosa terganggu (TGT), ia nyata benar-benar mengembangkan diabetes.

  • Penurunan berat badan dan olahraga dapat membantu penderita gangguan toleransi glukosa kembali ke kadar glukosa normal.
  • Penggunaan obat-obatan, seperti metformin (Glucophage), juga membantu mencegah / menunda timbulnya diabetes dari orang-orang yang memiliki gangguan toleransi glukosa (TGT).

Hasil tes TTGO normal dan tak normal

Hasil tes toleransi glukosa dapat mengarah ke salah satu diagnosis berikut:

  • Hasil normal

Seseorang dikatakan memiliki respon normal ketika kadar glukosa dua jam kurang dari 140 mg / dl, dan semua nilai antara 0 dan 2 jam kurang dari 200 mg / dl.

  • Pre diabetes – Toleransi glukosa terganggu (TGT)

Seseorang dikatakan memiliki gangguan toleransi glukosa ketika glukosa plasma puasa kurang dari 126 mg / dl dan tingkat glukosa dua jam adalah antara 140 dan 199 mg / dl. Orang memiliki TGT kadang-kadang disebut sebagai “prediabetes” karena ia memiliki risiko tinggi terkena diabetes.

  • Diabetes

Seseorang menderita diabetes ketika dua tes diagnostik pada hari berbeda menunjukkan kadar glukosa darah tinggi. Ini berarti tingkat dua jam lebih besar dari 200 mg / dl atau glukosa puasa tercatat lebih besar dari 126 mg / dl. Tingkat hemoglobin terglikosilasi (HbA1c) sebesar 6,5% atau lebih

  • Diabetes gestasional

Seorang wanita hamil menderita diabetes jika ia memiliki glukosa plasma puasa lebih dari 92 mg / dl, atau kadar glukosa dua jam lebih besar dari 153 mg / dl.

Cara tes toleransi glukosa

Tidak seperti tes glukosa puasa (GDP), TTGO mencakup hasil baik berpuasa ataupun tidak berpuasa. Prosedur tes dapat bervariasi baik untuk orang dewasa (tanpa kehamilan), anak-anak, atau ibu hamil.

Persiapan sebelum TTGO

Seperti disebutkan sebelumnya, persiapan untuk tes toleransi glukosa oral melibatkan puasa semalam (dari 8 hingga 16 jam) dan beraktifitas normal seperti biasanya di kehidupan sehari-hari.

Agar hasil tes toleransi glukosa memberikan hasil akurat, Anda harus dalam keadaan sehat (tidak memiliki penyakit lain, bahkan flu sekalipun). Anda harus normal aktif (tidak berbaring sebagai pasien rawat inap di rumah sakit) dan tidak boleh mengonsumsi obat yang dapat mempengaruhi glukosa darah. Anda jangan merokok atau mengkonsumsi kafein (kopi, coklat, dsb).

Selama uji TTGO

Pada hari tes, Anda akan dibawa ke ruang pemeriksaan tinggi dan berat badan. Suhu dan tekanan darah Anda juga akan dicatat.

Lalu, Anda akan diminta menyingsingkan lengan baju untuk pengambilan darah yang dilakukan oleh phlebotomist. Phlebotomist adalah perawat terlatih yang bertugas mengukur tekanan darah dan mengambil sampel darah di vena.

Vena lengan atau pergelangan tangan akan dipilih untuk situs pengambilan darah. darah Anda akan diambil sekitar 2 mililiter untuk diekstraksi.

Setelah jarum dilepas, luka tusukan dibalut, Anda atau anak Anda akan diberikan larutan glukosa manis untuk diminum.

Setelah uji TTGO

Setelah minum larutan gula, Anda akan kembali ke area tunggu sampai batas waktu ditentukan; namun Anda belum boleh pulang sampai ada keputusan dokter.

Untuk orang dewasa atau anak-anak yang diuji untuk diabetes atau pradiabetes, Anda akan menunggu selama dua jam setelah minum larutan dan kembali ke ruang periksa untuk pengambilan sampel darah lain (dua kali penarikan darah).

Untuk ibu hamil yang sedang diuji diabetes gestasional, sampel darah akan diambil satu, dua, dan tiga jam setelah minum larutan gula ( empat kali pengambilan sampel darah).

Setelah sampel diambil, Anda boleh ke rumah dan melanjutkan aktivitas biasa. Jika Anda merasa pusing, tim medis mungkin menyuruh Anda beristirahat sebentar sebelum pulang.

Formulasi larutan glukosa pada OGTT

Formulasi larutan gula yang digunakan dalam tes toleransi glukosa adalah bervariasi, seperti berikut:

  • Untuk TTGO dua jam orang dewasa: Larutan glukosa 8 ons terdiri dari 75 gram gula
  • Untuk TTGO dua jam anak-anak: Dosis dihitung pada 1,75 gram gula per kilogram berat badan (1,75 g / kg), dengan dosis maksimum 75 gram.
  • Untuk TTGO tiga jam: Larutan glukosa 8 ons terdiri dari 100 gram gula

Komplikasi dan efek samping uji TTGO

  • Efek samping dari tes OGTT jarang terjadi, beberapa orang mungkin mengalami kembung, mual, sakit perut, dan diare akibat dari minum larutan gula. Efek ini dapat dikurangi dengan minum obat anti-diare, menghirup teh jahe, atau mengunyah permen.
  • Beberapa orang mungkin juga mengalami rasa sakit, bengkak, atau memar di lokasi pengambilan darah.
  • Beri tahu perawat atau phlebotomist jika Anda mengalami tanda-tanda hipoglikemia, termasuk: lemah, letih, loyo, pusing, berkeringat, cemas, gemetar, kulit pucat, kelaparan, atau denyut jantung tidak teratur.

Hubungi dokter Anda jika Anda mengalami rasa sakit yang tidak segera sembuh di lokasi bekas suntikan, pembengkakan, atau pendarahan berlebihan di situs tusukan atau Anda memiliki gejala infeksi, termasuk demam tinggi, menggigil kedinginan, denyut jantung cepat, napas cepat, atau sesak napas.

Bagikan Pada Temanmu!