Etiologi Cerebral Palsy Dan Faktor Resikonya

Etiologi Cerebral Palsy

Etiologi Cerebral Palsy adalah rentetan kejadian, peristiwa, zat atau keadaan yang meningkatkan faktor risiko Cerebral Palsy akan dimiliki oleh seseorang.

Semua faktor risiko dibawah ini, tidak menjamin seorang anak pasti akan mengembangkan Cerebral Palsy. Dan, tidak adanya faktor risiko yang disebutkan di bawah ini, tidak berarti bahwa anak selamat dari resiko Cerebral Palsy.

1. Faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan

Banyak ahli merekomendasikan, calon ibu berkunjung ke dokter sebelum hamil untuk menilai kesehatan reproduksi. Penilaian lengkap mencakup kebiasaan, riwayat kesehatan, dan faktor lain yang mempengaruhi kehamilan.

Demikian juga, wanita saat hamil mungkin harus bertanya pada dokter tentang paparan obat dan masalah kesehatan yang harus segera ditangani, seperti diabetes, demam, atau infeksi.

Pewarna rambut, kotoran kucing, larutan pembersih dan produk kebun diketahui memiliki potensi membahayakan.

Tes darah rutin untuk mencegah ABO atau RH yang tidak kompatibel dengan darah. Seorang ibu hamil harus menghindari paparan racun – seperti pestisida, asap rokok, alkohol dan obat-obatan rekreasional lainnya.

2. Gangguan kesehatan selama kehamilan

Demikian juga, kejadian yang menyebabkan keadaan asfiksia, seperti sindrom gangguan pernapasan atau kelalaian medis, adalah faktor risiko Cerebral Palsy yang signifikan.

Kejang, infeksi (seperti meningitis dan malaria), hipoglikemia, hipotiroidisme, dan stroke dapat meningkatkan kemungkinan anak mengembangkan Cerebral Palsy.

3. Trauma otak masa anak-anak

Cedera otak dapat terjadi kapan saja selama masa anak-anak atau orang dewasa. Oleh karena itu, penting mengetahui etiologi Cerebral Palsy dan faktor resikonya meskipun setelah otak berkembang sepenuhnya. Trauma otak adalah penyebab utama cedera otak pada anak setelah lahir.

Cedera otak atau malformasi otak, hanya dapat dideteksi pada MRI atau CT scan pada prosedur diagnostik. Meskipun cedera otak atau malformasi menyebabkan Cerebral Palsy teridentifikasi, sulit untuk menentukan apa kejadian spesifik yang menyebabkan cedera atau malformasi otak tersebut

4. Kelahiran prematur

Kelahiran prematur (sebelum 37 minggu) merupakan faktor risiko Cerebral Palsy, namun prematuritas tidak selalu dianggap sebagai penyebab kerusakan otak yang berujung pada Cerebral Palsy.

Kelahiran prematur tidak selalu menjadi faktor resiko Cerebral Palsy. Namun, orang tua dan dokter harus sadar bahwa resiko Cerebral Palsy meningkat saat anak lahir prematur.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Cerebral Palsy Cerebral Palsy adalah gangguan neurologis akibat cedera otak namun non-progresif, artinya tidak membuat cidera otak lebih luas. Cerebral Palsy juga disebut sebagai malformasi otak semasa janin, artinya terjadi kelainan saat […]
  • Faktor Risiko Dan Penyebab Skoliosis Apa saja penyebab Skoliosis? Skoliosis dapat disebabkan oleh tulang belakang tidak terbentuk dengan sempurna saat bayi masih di dalam rahim, disebut skoliosis kongenital. Skoliosis juga bisa disebabkan karena penyakit saraf atau kelainan […]
  • Benarkah Diabetes Bisa Menyebabkan Keguguran? Miskram Terjadi Jika… Diabetes dan keguguran. Bagaimana diabetes bisa menyebabkan miskram? Bagaimana mencegah keguguran untuk ibu diabetes hamil? Jika Anda seorang wanita dengan diabetes, mungkin Anda bisa mendapatkan kehamilan dengan mudah, atau mungkin […]
  • Skoliosis Neuromuskular Skoliosis neuromuskular adalah skoliosis atau tulang belakang melengkung ke samping akibat gangguan saraf atau otot (neurologis). Gangguan neurologis ini bisa mempengaruhi sistem saraf tubuh. Beberapa contoh gangguan neurologis […]
  • Jenis Obat-Obatan Untuk Neuropati Diabetik Nyeri saraf akibat diabetes dikenal sebagai neuropati diabetik, membuat sakit dan tidak nyaman, bahkan sulit diobati. Gejala neuropati diabetik yang paling umum ditandai kesemutan, mati rasa dan rasa nyeri. Ada 2 kunci pokok pengobatan […]