Beberapa Tes Fisik Untuk Menegakkan Diagnosa Multiple Sclerosis

Anda tidak bisa mendiagnosa penyakit multiple sclerosis (MS) sendiri. Sangat sulit untuk mengetahui apakah Anda menderita multiple sclerosis (MS) karena gejala awal penyakit ini sangat tidak jelas dan kadang serupa dengan kondisi lainnya.

Anda harus menemui dokter jika Anda merasa memiliki gejala multiple sclerosis. Dokter akan mendiagnosis tentang jenis dan pola penyakit secara rinci berdasar gejala yang Anda alami.

Jika dokter Anda menduga Anda memiliki MS, mungkin Anda akan dirujuk ke dokter ahli saraf (spesialis penyakit sistem saraf) untuk mendapat penilaian spesifik

Tes fisik multiple sclerosis

Mendiagnosis MS sangat rumit karena tidak ada tes tunggal yang bisa mendeteksi penyakit secara akurat. Kemungkinan penyebab akan dikesampingkan terlebih dahulu.

Jika Anda hanya memiliki satu “serangan” gejala, mengkonfirmasi diagnosis multiple sclerosis hanya dapat dilakukan setelah ada bukti setidaknya dua gejala serangan secara terpisah, termasuk tanda-tanda yang diketahui dengan pemindaian MRI.

Beberapa tes fisik untuk mengkonfirmasi diagnosa multiple sclerosis sebagai berikut

1. Pemeriksaan neurologis

Ahli saraf Anda akan mencari kelainan, perubahan atau ada gangguan penglihatan, gerakan mata, kekuatan tangan atau kaki, keseimbangan atau koordinasi, dialog dan tingkat refleks.

Uji fisik ini bisa menunjukkan apakah Anda memiliki saraf rusak yang mungkin sebagai bagian ciri-ciri multiple sclerosis.

2. Magnetic Resonance Imaging (MRI scan)

Scan MRI (magnetic resonance imaging) adalah pemindaian dengan menggunakan medan magnet dan gelombang radio yang kuat untuk menghasilkan gambar terperinci bagian dalam tubuh.

Tes fisik dengan MRI dapat menunjukkan apakah ada kerusakan atau bekas luka pada selubung myelin (lapisan yang mengelilingi saraf Anda) di otak dan sumsum tulang belakang Anda. Jika Ada, mungkin dapat membantu memastikan diagnosis.

Alat Pemindai MRI standar seperti tabung besar atau terowongan. Mesinnya berisik dan beberapa orang merasa sesak selama pemindaian. Beritahu ahli saraf Anda jika Anda khawatir dengan hal ini.

Alat Pemindai MRI terbaru lebih terbuka dan bekerja lebih cepat daripada yang digunakan di masa lalu, dan kebanyakan orang tanpa masalah selama pemindaian.

3. Evoked potential test

Evoked potential test adalah jenis tes paling umum untuk menilai seberapa baik mata bekerja. Pola cahaya diperlihatkan ke mata saat gelombang otak Anda dipantau dengan menggunakan tambalan kecil yang lengket yang disebut elektroda yang diletakkan di kepala Anda.

4. Lumbar puntur

Lumbar puncture (tusukan lumbal) adalah prosedur untuk mengambil sampel cairan spinal di tulang belakang dengan memasukkan jarum ke punggung bawah. Cairan spinal (CSF – Cairan serebrospinal) adalah cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang Anda, dan perubahan cairan dapat menyebabkan masalah pada sistem saraf.

Prosedur Lumbar puncture dilakukan dengan anestesi lokal. Sampel kemudian diuji untuk penyakit sel kekebalan dan antibodi, yang merupakan pertanda bahwa sistem kekebalan tubuh Anda telah melawan penyakit di otak dan sumsum tulang belakang Anda.

Tusukan lumbal sering dilakukan untuk memberikan informasi tambahan jika gejala atau hasil pemindaian tidak seperti biasanya.

5. Tes darah

Tes darah biasanya dilakukan untuk mengetahui penyebab lain dari gejala umum multiple sclerosis, seperti penyakit neuromyelitis optica, yaitu penyakit langka dimana tubuh mengalami defisiensi vitamin, atau mirip seperti itu kondisinya.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!