Cedera Saraf Sumsum Tulang Belakang

Cedera Saraf Sumsum Tulang Belakang

Cedera Saraf Sumsum Tulang Belakang atau yang dalam bahasa medis dikenal dengan istilah Spinal Cord Injury merupakan luka fatal pada saraf sumsum tulang belakang yang pada umumnya sering dialami korban pasca terjadinya kecelakaan kendaraan, terjatuh atau olahraga ekstrim yang mengakibatkan patahnya tulang belakang.

Dampak yang dirasakan bagi penderita Cedera pada sistem saraf tulang belakang akan berdampak permanen dan sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari pasien yang mengalami cedera ini. Seringkali pasien Cedera saraf tulang belakang akan mengeluh kondisi tubuh yang melemah serta kondisi organ tubuh pada area terpapar cedera juga memiliki resiko terserang penyakit.

Sistem saraf tulang belakang memang berfungsi sebagai saraf yang penting dimana fungsinya sebagai impuls yang menjadi perantara terhubungnya otak dengan jaringan organ tubuh manusia. Cedera pada sistem saraf tulang belakang merupakan penyebab tertinggi kelumpuhan bahkan kematian pada usia muda atau dewasa.

Gejala Cedera Saraf Sumsum Tulang Belakang

Cedera pada sistem saraf tulang belakang memang dikenal memiliki resiko yang fatal pada tubuh manusia, bahkan tak jarang cedera semacam ini berakhir dengan kematian. Maka dari itu, untuk lebih mengenal Cedera Saraf tulang belakang anda harus mengetahui jenis-jenisnya. Berdasarkan tingkat cakupan cedera dibagi menjadi dua tingkat yaitu :

  1. Cedera Menyeluruh, Cedera pada tingkatan ini mampu membuat pasien kehilangan kemampuan sensorik dan motorik untuk berjalan atau bergerak (Kelumpuhan).
  2. Cedera Lokal, Pada jenis cedera ini pasien masih dapat memamakai sebagian fungsi motorik ataupun sensorik lantaran cedera tidak memapar sistem saraf yang lainya.

Beberapa pasien yang mengelami cedera parah pada sistem saraf tulang belakang cenderung mengalami kelumpuhan, hal ini dikarenakan impuls atau rangsangan dari otak terhambat atau terputus di area yang mengalami cedera. Oleh karena itu penting adanya untuk memahami Gejala Cedera Saraf Tulang Belakang seperti :

  1. Tidak mampu merasakan indra perasa pada kulit seperti suhu ataupun sentuhan
  2. Kehilangan kemampuan gerak
  3. Rasa sakit yang ditambah sensasi robekan pada bagian tulang belakang
  4. Kesulitan dalam bernafas
  5. Mengalami kondisi kejang

Penyebab Cedera Saraf Sumsum Tulang Belakang

Seperti yang dijelaskan diatas, cedera saraf tulang belakang disebabkan rusaknya area tulang belakang seperti keping tulang belakang, ligamen maupun sistem saraf pada area tulang belakang itu sendiri. Lantaran fungsi fital saraf tulang belakang yang berfungsi sebagai perantara antara otak dan sistem kerja seluruh tubuh, maka rusaknya saraf tulang belakang dapat mengancam tubuh manusia.

Tak jarang rusaknya saraf tulang belakang dapat berakhir dengan kelumpuhan permanen atau bahkan berakhir dengan kematian. Agar lebih jelas, berikut adalah beberapa faktor yang meningkatkan resiko mengalami Cedera pada sistem saraf tulang belakang :

  1. Insiden kecelakaan kendaraan bermotor, hal ini merupakan penyebab umum munculnya cedera ini terutama bagi pengguna roda dua memiliki resiko yang lebih tinggi saat terjadi kecelakaan
  2. Luka yang didapat dari tindak kekerasan. tindak kekerasan terlebih saat mengenai area punggung dapat menyebabkan cedera ini, hal ini dapat terjadi lantaran luka tembakan, tusukan pisai atau pukulan benda keras yang mengarah langsung ke tulang belakang
  3. Pengguna Alkohol, faktanya berdasarkan penelitian tim medis bahwa pengguna alkohol terlebih secara berlebihan dapat meningkatkan resiko cedera tulang belakang
  4. Usia, usia juga berpengaruh dalam peningkatan resiko cedera ini terlebih bagi lansia yang berusia lebih dari 65 tahun, bagi seseorang dengan usia ini struktur tulang pada umumnya mulai mengalami pengeroposan. Kegiatan yang bersifat reflek atau terjatuh tentu akan meningkatkatkan resiko munculnya cedera ini

Selain faktor diatas, cedera saraf tulang belakang memang dapat dialami semua orang terlebih dalam kondisi traumatis pasca kecelakaan, Sebagai tambahan berikut adalah rentang kondisi yang meningkatkan resiko cedera pada saraf tulang belakang :

  1. Pria, dalam catatan medis jumlah pasien dengan kondisi cedera pada saraf tulang belakang didominasi oleh pasien dengan jenis kelamin laki-laki
  2. Umur, Cedera pada saraf tulang belakang cenderung menimpa paien dengan rentang umur 16-30 tahun yang didominasi pasien pasca insiden keelakaan atau kekerasan dan pasien berusia 65 tahun lebih yang rentan cedera
  3. Atlit dan Olahragawan, kegiatan olehraga terlebih yang memiliki resiko jatuh atau kecelakaan dapat menjadi faktor utama munculnya cedera ini seperti olahraga panjat tebing atau balap motor

Cara Pengobatan

Penanganan yang cepat dapat menolong pasien dalam pemulihan serta mengurangi resiko fatal dalam cedera ini. Penanganan yang cepat juga sangat membantu pasien dalam mengatasi atau meminimalkan efek yang dialami pasien terutama traumatis pada bagian leher dan kepala.

Hingga saat ini masih belum ditemukan bagaimana cara memperbaiki sistem saraf tulang belakang yang telah rusaj seperti semula. peneliti masih terus mengembangkan metode paling efektif dalam pengobatan cedera saraf tulang belakang.

Dalam penanganan cedera saraf pada tulang belakang sendiri sampai saat ini hanya bersifat meringankan seperti terapi, obat-obatan hingga pemulihan dengan bantuan alat penopang seperti kursi roda atau penyangga tubuh.

Bagikan Pada Temanmu!