Hit enter after type your search item
Statistik Penyebaran Virus Corona Di Indonesia Dan Dunia - Terbaru Hari Ini!
Lihat Di Sini
Home / Penyakit / Nyeri Sendi / Studi Ilmiah: Pengaruh EGCG Teh Hijau Terhadap Arthritis Rheumatoid

Studi Ilmiah: Pengaruh EGCG Teh Hijau Terhadap Arthritis Rheumatoid

/
/
/
img
0
(0)

Sifat anti-inflamasi teh hijau bermanfaat untuk mengatasi nyeri sendi, pembengkakan dan kerusakan jaringan yang disebabkan oleh rheumatoid arthritis, kata periset di Washington State University (WSU tim) di Spokane.

Rheumatoid arthritis adalah kelainan autoimun yang melemahkan jaringan yang terkena, dan sebagian besar mempengaruhi sendi kecil di tangan dan kaki. Ini menyebabkan pembengkakan dan nyeri sendi menyakitkan yang berkembang menjadi kerusakan tulang rawan, erosi tulang hingga deformitas sendi.

“Fitokimia yang ditemukan dalam teh hijau yang disebut epigallocatechin-3-gallate (EGCG) mengurangi peradangan pergelangan kaki pada model hewan dalam 10 hari.

Obat-obatan yang ada untuk rheumatoid arthritis mahal, dan imunosupresif kadang tidak sesuai untuk penggunaan jangka panjang,” kata Salah-uddin Ahmed, peneliti utama WSU dalam proyek tersebut.

Timnya mengevaluasi fitokimia yang disebut epigallocatechin-3-gallate (EGCG), molekul dengan sifat anti-inflamasi yang ditemukan dalam teh hijau. Studi mereka menunjukkan bahwa EGCG memiliki potensi tinggi sebagai pengobatan alternatif Artritis Reumatoid karena efektifitas molekul EGCG menghambat nyeri akibat penyakit tanpa menghalangi fungsi seluler lainnya.

“Penelitian ini telah membuka bidang penelitian untuk menggunakan EGCG dengan menargetkan TAK1 – sebuah protein untuk persinyalan penting – di mana sitokin proinflamasi ini mengirimkan sinyal untuk menyebabkan radang dan kerusakan jaringan pada rheumatoid arthritis,” kata Ahmed.

Para peneliti mengkonfirmasi temuan mereka dalam model hewan yang mengalami pembengkakan pergelangan kaki akibat artritis. Hewan dengan artritis yang diberi EGCG dalam kurang 10 hari terjadi pengurangan tingkat peradangan.

Tim beranggota periset Anil Singh dan Sadiq Umar, telah mempelajari rheumatoid arthritis dan penyakit peradangan lainnya di WSU College of Pharmacy di Spokane sejak tahun 2014. Mereka bergabung dengan para peneliti dari National Institute of Pharmaceutical Education and Research di Hajipur, India.

Ahmed telah memfokuskan studinya pada penelitian yang berkaitan dengan rheumatoid arthritis selama 15 tahun terakhir. Penemuan ini ditampilkan di cover Arthritis and Rheumatology, dalam sebuah jurnal American College of Rheumatology.

Sumber: Eurekalert

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :