Apa Itu Gastroenteritis Kronik? Radang Pencernaan Orang Dewasa

Apa Itu Gastroenteritis Kronik? Radang Pencernaan Orang Dewasa

Gastroenteritis kronis adalah peradangan di lambung, usus halus dan usus besar yang berkembang secara bertahap akibat infeksi virus, bakteri dan alergi makanan yang ditandai serangan diare, dehidrasi, dan muntah, lebih umum menyerang orang dewasa ketimbang anak-anak.

Penyakit pencernaan yang berkepanjangan menyebabkan perubahan pada mukosa.Violasi dari sekresi asam klorida menyebabkan penyakit kronis yang berlangsung lama.

Dalam kasus jarang, gastroenteritis kronik bisa menular ke orang dengan sistem imun yang lemah (immunocompromised) seperti pada kasus HIV / AIDS (infeksi oportunistik) atau kondisi kronis lain yang tidak terkelola seperti diabetes.

Sindrom malabsorpsi dikaitkan sebagai dampak gastroenteritis kronis, terlepas dari apa penyebabnya, ini bisa menyebabkan tubuh mengalami defisiensi mineral dan vitamin.

Pengobatan gastroenteritis kronik dapat dilakukan baik rawat inap maupun rawat jalan. Tingkat keparahan gastroenteritis kronis secara langsung mempengaruhi durasi pengobatan.

Penyebab gastroenteritis kronis

Gastroenteritis kronis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri/virus dari makanan, atau kadang alergi terhadap makanan tertentu (Gastroenteritis Eosinofilik).

Alergi makanan

Gastroenteritis Eosinofilik adalah kondisi peradangan akibat alergi makanan yang mempengaruhi lambung, dan kadang usus kecil juga. Konsentrasi eosinofil tinggi (sejenis sel darah putih, leukosit) telah ditemukan di lapisan mukosa lambung dan usus kecil, leukosit ini berperan penting dalam alergi makanan.

Gastroenteritis Eosinofilik merupakan penyebab lain dari gastroenteritis kronis, meskipun sangat jarang terjadi. Alergi makanan ini terkait erat dengan kondisi sistem immune yang lemah termasuk alergi demam, asma dan eksim (triad alergi), terutama pada anak-anak.

Bakteri dalam makanan

Infeksi makanan adalah istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan penyakit bawaan, dimana mikroba lebih menginfeksi penderita, daripada penyakit akibat makanan beracun (keracunan makanan).

Berikut adalah bakteri-bakteri yang menginfeksi makanan sebagai pemicu gastroenteritis kronis untuk orang-orang berisiko

1. Produk kalengan

– Clostridium botulinum

2. Keju tanpa pasteurisasi

– Campylobacter spp
– E.coli enterotoksikogenik (ETEC)
– Listeria monocytogenes
– Salmonella spp
– Yersinia enterocolitica

3. Telur mentah

– Salmonella spp

4. Daging (Sapi) dan Unggas (Ayam, Bebek)

– Campylobacter spp
– Clostridium perfringens
– Enterohemorrhagic E.coli (EHEC)
– Listeria monocytogenes – hot dog, sosis vienna, pate
– Salmonella spp
– Staphylococcus spp

5. Susu tanpa dipasteurisasi atau jus buah

– Campylobacter spp
– Enterohemorrhagic E.coli (EHEC)
– Salmonella spp
– Staphylococcus spp
– Yersinia enterocolitica

6. Nasi

– Bacillus spp

7. Makanan laut (mentah)

– Aeromonas spp
– Astrovirus
– Norovirus
– Plesiomonas spp
– Vibrio spp

8. Sayuran

– Aeromonas spp
– Clostridium perfringens

Gejala

Gejala gastroenteritis kronis serupa dengan penyakit lain pada organ lambung dan dinding usus:

– Sakit parah di daerah perut yang sakit
– Gangguan fungsi usus dan perut ditandai mual, muntah, diare, mudah kantuk
– Rasa sakit walau hanya dengan gerakan sekecil apa pun, berjalan sangat menyulitkan pergerakan pasien
– Secara bertahap mengembangkan tanda-tanda keracunan, tubuh melemah, penurunan efisiensi, kelelahan, pusing parah, suhu tubuh bisa mencapai hingga 40 derajat
– Munculnya tanda-tanda dehidrasi termasuk urin berwarna gelap adalah ciri bentuk parah dari gastroenteritis kronis
– Penurunan berat badan, berdampak negatif terhadap kondisi pasien, menyebabkan kelemahan dan apatis.

Diagnosis dan pengobatan gastroenteritis kronik

Diagnosis yang tepat hanya bisa dilakukan oleh dokter spesialis teregistrasi, sehingga gejala awal bisa mendapat pertolongan medis segera. Dokter mempelajari dan mengamati gejala gastroenteritis kronis pada pasien, berapa lama penyakit, dan seberapa tingkat keparahannya.

Dengan bantuan palpasi, daerah yang sakit diperiksa. Kotoran dan muntahan juga diperiksa untuk mengetahui adanya bakteri dan virus di dalamnya.

Tes darah umum dan tes biokimia juga dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya anemia dan mengungkap adanya sel darah putih di sana – semua ini akan membantu pengobatan ke depannya.

Cara paling efektif untuk mendiagnosis gastroenteritis kronis adalah menggunakan fibrogastroduodenoscopy. Metode ini lebih akurat dan efisien daripada yang lainnya. Ini memungkinkan diagnosis terkait pemeriksaan di saluran gastrointestinal dengan lebih teliti dan mengidentifikasi adanya patologi.

Selama prosedur ini, juga diperlukan prosedur biopsi untuk mengambil sampel jaringan lambung untuk keperluan penelitian. Metode ini akan dikontraindikasikan oleh dokter jika pasien mengalami muntah terlalu sering atau terus-menerus.

Untuk pengobatan gastroenteritis kronis yang disebabkan oleh bakteri apapun, mungkin perlu menerapkan terapi antibakteri dan menghentikan asupan obat untuk mengurangi tingkat manifestasi gejala penyakit. Hal ini diperbolehkan hanya menggunakan obat-obatan yang diresepkan dokter, sesuai dengan dosis yang resepkan.

Pengobatan gastroenteritis kronis juga didasarkan pada diet yang benar dengan makanan bertekstur lebih lembut sehingga tidak mengganggu kerja lambung dan usus.

Saat mengalami dehidrasi tubuh, Anda perlu menambah cairan sebanyak mungkin untuk mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh

Apa Itu Gastroenteritis Kronik? Radang Pencernaan Orang Dewasa
5 (100%) 1 vote
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!