Hit enter after type your search item
Statistik Penyebaran Virus Corona Di Indonesia Dan Dunia - Terbaru Hari Ini!
Lihat Di Sini
Home / Penyakit / Sakit Perut / Pathway: Obat PPI, Asam Refluks, Barrett Esofagus & Kanker Kerongkongan

Pathway: Obat PPI, Asam Refluks, Barrett Esofagus & Kanker Kerongkongan

/
/
/
img
0
(0)

Periset telah mengidentifikasi pathway baru yang menghubungkan antara penyakit reflusk asam lambung, Barrett esofagus dan risiko pengembangan kanker esofagus (kerongkongan).

Data para peneliti menunjukkan bahwa obat yang dapat memblokir pathway baru adalah obat PPI (proton pump inhibitor) semisal omeprazol, untuk mencegah kanker kerongkongan. Penelitian ini dipublikasikan secara online di jurnal American Journal of Cell Physiology.

Penyakit pencernaan terkait asam lambung memiliki banyak nama yang umum termasuk: sakit maag, refluks lambung, gastroesophageal reflux disease (GERD). Tapi tidak peduli apa disebut itu, yang jelas kondisi ini membuat tidak nyaman dan kadang-kadang menyakitkan di sistem pencernaan.

Ada banyak penyebab asam reflux, termasuk kehamilan; makanan berlebihan, kebiasaan makan; membungkuk ke depan setelah makan; hiatus hernia; ulkus peptikum, enzim pencernaan yang tidak mencukupi; asma; mer0kok; alk0hol dll.

Untungnya, hanya sebagian kecil dari mereka yang menderita GERD atau sakit maag akan mengembangkan Barrett’s esophagus hingga kanker kerongkongan, sebuah kondisi di mana sel-sel esofagus bagian bawah berubah sifat dan menjadi rusak akibat paparan asam lambung secara berulang.

“Pasien dengan refluks asam lambung yang persisten dipersulit oleh Barrett esofagus dan mereka mungkin berisiko tinggi terkena kanker esofagus,” kata penyelidik utama Weibiao Cao, M.D., dari departemen patologi dan kedokteran di Rhode Island Hospital.

“Namun, kami telah menemukan jalur baru (pathway) yang menghubungkan ketiganya, jika diblokir oleh obat penekanan asam dengan obat PPI (penghambat pompa proton), kekemungkinan besar dapat mengurangi risiko kanker kerongkongan.” tambahnya.

Pasien dengan refluks lambung dan Barrett’s esophagus mungkin perlu menggunakan inhibitor pompa proton (PPI) seperti omeprazol dua kali sehari, jika mereka masih mengalami hanya gejala saja, cukupĀ  dengan satu dosis harian.

Studi ini juga menunjukkan bahwa enzim NADPH oxidase NOX5-S, akan menghasilkan hidrogen peroksida, dimana senyawa ini bertanggung jawab atas kerusakan gen seperti p16, tumor suppressor, dan memainkan peran penting dalam pengembangan kanker kerongkongan.

Pemblokiran NOX5-S mungkin merupakan target upaya dalam pencegahan dan terapi untuk kanker kerongkongan.

“Meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut, namun temuan ini menunjukkan bahwa pasien dengan penyakit asam reflux berkomplikasi Barrett esofagus, mereka dapat mengurangi, mencegah, atau bahkan menghilangkan risiko kanker esofagus mereka secara signifikan melalui 1 dosis harian atau dua kali sehari PPI,” kata Cao.

Salah satu obat PPI, omeprazol, tersedia dengan resep dokter, pasien harus berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum minum obat apapun. (Sumber: Eurekalert)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :