9 Faktor Risiko & Penyebab Naiknya/Refluks Asam Lambung

Secara etiologi, naiknya asam lambung atau penyakit refluks gastroesofagus (GERD) biasanya diakibatkan karena menurunnya kekuatan otot-otot sfingter, sebuah cincin otot di bagian bawah kerongkongan.

Penyebab refluks asam lambung

Biasanya, cincin otot ini terbuka untuk membiarkan makanan masuk ke lambung dan menutup untuk menghentikan kebocoran asam lambung untuk kembali ke kerongkongan Anda.

Tapi bagi penderita refluks gastroesofagus (GERD), asam lambung bisa masuk kembali ke kerongkongan. Hal ini menyebabkan gejala tidak menyenangkan, termasuk heartburn dan asam reflux.

Heartburn diistilahkan sebagai rasa mulas yaitu rasa sakit yang kuat, panas membakar di lambung hingga dada akibat asam lambung yang keluar dari perut ke kerongkongan (sebuah saluran tabung panjang yang mengarah dari mulut ke perut).

Tidak terlalu jelas apa yang menyebabkan cincin otot ini melemah, tapi beberapa hal dapat meningkatkan risiko terjadinya GERD (Gastro-oesophageal reflux disease)

Faktor risiko refluks gastroesofagus

Ada beberapa faktor risiko naiknya asam lambung dikatikan dengan pengembangan GERD, antara lain:

1. Kelebihan berat badan atau obesitas – badan terlalu gemuk, atau kelebihan lemak perut dapat meningkatkan tekanan pada lambung dan melemahkan otot sfingter di bagian bawah kerongkongan

2. Mengonsumsi makanan berlemak dalam jumlah besar – perut membutuhkan waktu lebih lama untuk menyingkirkan asam lambung setelah mencerna makanan berlemak dan asam berlebihan yang dihasilkan oleh lambung dapat bocor ke dalam kerongkongan.

3. Merok0k, alk0hol, kopi atau coklat – ini bisa mengendurkan otot di bagian bawah kerongkongan

4. Kehamilan – Perubahan sementara kadar hormon dan peningkatan tekanan pada perut Anda selama kehamilan dapat menyebabkan GORD.

Wanita hamil berisiko dispepsia, termasuk sakit maag, disebabkan oleh asam lambung yang bersentuhan dengan lapisan pelindung sensitif (mukosa) sistem pencernaan Anda.

Asam lambung memecah mukosa, menyebabkan iritasi dan gangguan pencernaan. Saat Anda hamil, Anda cenderung mengalami gangguan pencernaan

5. Hernia hiatus – saat bagian lambung bocor dan masuk melalui diafragma Anda (lapisan otot tipis antara dada dan perut)

6. Gastroparesis – bila perut membutuhkan waktu lebih lama untuk menetralkan asam lambung, ini berarti kelebihan asam bisa bocor ke dalam kerongkongan

7. Obat-obatan tertentu – beberapa obat dapat menyebabkan GERD atau membuat gejala lebih buruk, termasuk obat penghambat kalsium (digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi), nitrat (digunakan untuk mengobati angina) dan obat anti-inflamasi non steroid (NSAID)

8. Stress. Kondisi ini bisa memicu penyakit naiknya asam lambung ke kerongkongan Anda

9. Penyakit warisan. Terkadang ada faktor risiko lain, penyebab penyakit refluks gastroesofagus dipengaruhi oleh gen warisan, dimana beberapa anggota keluarga yang sama membawa gen dari orang tua yang memberi peluang Anda untuk mengembangkan penyakit naiknya asam lambung.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!