Bahaya Garam Bagi Sirosis Hati Dan Penderita Liver

Bahaya Garam Bagi Sirosis Hati

Bahaya Garam Bagi Sirosis Hati Dan Penderita Liver. Setelah Anda didiagnosis dengan sirosis hepatis, dokter biasanya menyarankan pasien mereka untuk benar-benar menghindari atau membatasi, asupan sodium secara signifikan.

Apa alasannya dan apa bahaya garam bagi penderita penyakit liver? Pelajari mengapa Anda perlu membatasi atau menghindari garam dari makanan; dan temukan di sini tentang bagaimana tips atau cara meminimalkan asupan garam ketika ingin makan garam.

Ketika penyakit liver berkembang dan kronis, seiring waktu akan menjadi sirosis hati yang ditandai dengan pengerasan struktur hati, penyusutan, meluasnya jaringan parut dan fungsi hati yang berkurang.

Setelah seseorang benar-benar didiagnosis dengan sirosis hati, dokter biasanya menyarankan pasien untuk diet sodium (garam)

Dengan tuntutan perubahan gaya hidup ini, bagi seseorang dengan penyakit hati tahap lanjutan, menghindari garam merupakan sebuah pembatasan yang merebut kebebasan makan Anda.

Namun, jika Anda tetap ingin meneruskan makanan dengan garam karena terdorong keinginan atau kebiasaan lama yang sulit ditinggalkan, ada baiknya Anda mempelajari bagaimana garam mempengaruhi tubuh sirosis hepatis

Peristiwa osmosa

Mengkonsumsi garam akan meningkatkan retensi cairan. Ketika garam larut dalam suplai darah, garam akan menarik keluar cairan dari sel sekitarnya ke dalam darah melalui daya osmosis.

Osmosis adalah perpindahan konsentrasi cairan encer ke lebih pekat melalui membran semi permeabel untuk menyamakan kedudukan.

Ketika diilustrasikan ke tubuh manusia, cairan asin akan mengalir dari konsentrasi garam rendah ke daerah  konsentrasi garam tinggi sampai keduanya memiliki konsentrasi yang sama.

Catatan: sel-sel tubuh bisa bekerja dengan baik jika tingkat konsentrasi cairan adalah konstan.

Maka dari itu, kita harus tetap menjaga konsentrasi mineral (seperti garam) untuk seimbang pula.

Semakin banyak tubuh mengonsumsi garam, semakin banyak pula cairan yang butuhkan tubuh untuk mencairkan kepekatan garam, ditandai rasa kehausan

Bila fungsi hati berkurang, beberapa proses fisiologis akan terjadi ketika Anda makan garam.

Beberapa perubahan fisiologis terjadi ketika penderita sirosis hati makan garam:

1. Garam merubah tekanan darah

Karena sirosis hepatis merusak hati sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyaring darah, hal ini menyebabkan berkurangnya volume darah, yang menurunkan tekanan darah.

Bila tekanan darah rendah, sebuah sinyal akan dikirim ke ginjal yang menyebabkan pelepasan bahan kimia untuk menahan garam dan cairan.

2. Mempengaruhi tingkat albumin

Hati memproduksi albumin protein yang bertanggung jawab untuk menahan cairan di dalam pembuluh darah.

Jaringan parut pada hati menyebabkan kadar albumin darah turun, sehingga cairan merembes keluar memenuhi jaringan kaki (edema) dan perut (asites)

3. Meningkatkan risiko Portal Hipertensi

Bila jaringan parut hati memblokir aliran darah, hipertensi portal berkembang, meningkatkan tekanan pada pembuluh darah yang mengalir melalui hati.

Mengikuti prinsip osmosis, beberapa cairan akan bocor dari pembuluh darah portal yang bertekanan tinggi untuk mencegah agar pembuluh tidak pecah.

4. Risiko asites dan edema meningkat

Retensi cairan yang khas pada sirosis hepatis biasanya ditemukan di dua lokasi:

Edema -kaki bengkak

Karena gaya gravitasi, kelebihan cairan akan menumpuk di jaringan di bawah kulit pergelangan kaki disebut edema. Pembengkakan ini biasanya memburuk di penghujung hari.

Asites -pembengkakan perut

Karena lebih banyak garam dan air dipertahankan dan fungsi hati menurun, cairan menumpuk di perut, disebut asites.

Peningkatan cairan perut menyebabkan ginjal menahan lebih banyak air, karena ginjal mengganggap bahwa tubuh mengalami dehidrasi.

Bahaya Asites

Selain memperbesar perut, asites dapat menyebabkan komplikasi medis berikut ini:

1. Nyeri Perut, Ketidaknyamanan dan Kesulitan Bernapas

Cairan yang menumpuk di rongga perut akan membatasi kemampuan penderita untuk makan, ambulasi dan melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari.

2. Infeksi

Dikenal sebagai infeksi peritonitis bakteri spontan, asites dapat menyebabkan infeksi yang ditandai dengan sakit perut, nyeri tekan, demam atau mual.

Tanpa bantuan medis segera, infeksi dapat menyebabkan gagal ginjal, infeksi darah dan kebingungan mental.

3. Hernia

Tekanan intra abdomen yang meningkat dari asites dapat menyebabkan perkembangan hernia umbilikalis dan inguinalis.

Kondisi ini bermanifestasi dengan ketidaknyamanan perut, nyeri atau tonjolan perut, perbaikan bedah mungkin diperlukan.

4. Hepatic Hydrothorax

Hepatic Hydrothorax atau hydrothorax hati adalah penumpukan cairan di dada dan mengisi rongga paru-paru yang menyebabkan kesulitan bernafas parah.

Selanjutnya, penumpukan cairan di paru-paru bisa menyebabkan gagal jantung.

Tips dan cara mengurangi garam

Karena akumulasi cairan yang terkait dengan sirosis hepatis bisa sangat parah, diet adalah intervensi pertama dan paling penting.

Membatasi sodium atau garam bisa mencegah penambahan cairan ekstra. Dokter biasanya menyarankan untuk membatasi asupan garam sampai 4-5 gram per hari (2.000 mg sodium) atau kurang.

Karena sulit untuk menentukan kandungan garam dari berbagai makanan, umumnya disarankan agar seseorang dengan asites mengonsultasikannya kepada ahli gizi untuk mendapatkan saran tentang berbagai makanan yang harus dihindari.

Bagi mereka yang ingin menambahkan garam meja ke makanan, memilih pengganti garam mungkin pilihan ideal.

Namun, pilih satu produk yang tanpa potassium karena potasium akan meningkatkan kadar kalium darah jika Anda menggunakan obat asites.

Penting untuk didiskusikan dengan dokter atau ahli gizi pengganti garam yang akan Anda gunakan.

Jika belum, mulailah membaca label makanan untuk menguraikan kandungan sodiumnya. Batasi makanan kemasan, makanan olahan dan restoran, yang biasanya tinggi sodium.

Masak dengan sedikit sodium dengan memilih makanan segar atau beku, bilas sayuran kaleng dan hindari produk-produk penguat rasa bersodium  tinggi ini: saus kedelai, saus steak, onion salt, garlic salt, mustard dan kecap.

Hindari garam tersembunyi seperti meliputi monosodium glutamat, natrium sitrat, natrium alginat, natrium hidroksida dan natrium fosfat.

Dengan melakukan upaya sadar untuk meminimalkan garam dalam makanan, berarti Anda mengambil langkah tepat untuk mengurangi retensi cairan.

Orang yang mengalami sirosis hepatis akan merasa jauh lebih baik saat penumpukan cairan di perut dan kaki mereka mereda.

Bagi orang dengan penyakit hati lanjut, menghindari garam sama pentingnya dengan obat yang diresepkan oleh dokter.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Tips Mencegah Mata Buram Akibat Efek Metformin Salah satu efek samping metformin adalah mata buram, atau pandangan berkunang-kunang. Mata buram atau mata kabur terjadi akibat kekurangan Vitamin B12 karena Metformin diketahui mengganggu penyerapannya. Vitamin B12 sangat penting […]
  • 9 Cara Terapi Sirosis Hati Secara Alami 9 Cara Terapi Sirosis Hati Secara Alami di rumah. Apa dan bagaimana cara terapi pencegahan dan pengobatan sirosis hepatis secara aman tanpa efek samping? Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda pelajari 1. Makan alpukat Memilih […]
  • Pengobatan Asites Dengan Jarum Parasentesis Abdomen Sirosis hepatis dengan akumulasi cairan dalam perut atau asites pada tahap ringan bisa disembuhkan melalui diet rendah garam dan mengambil obat diuretik yang telah diresepkan oleh dokter. Namun, jika penumpukan cairan asites dalam […]
  • Urin Berwarna Kuning Gelap Tanda Liver Anda Bermasalah Penyakit liver menjadi salah satu masalah umum di masyarakat serba modern sekarang ini, namun hanya sedikit gejala yang dapat dikenali. Jika Anda tidak memahami arti kecil sebuah tanda, hanya sedikit perubahan warna urin , ini menjadi […]
  • 8 Cara Pencegahan Sirosis Hepatis Pencegahan sirosis hepatis didasarkan 2 hal penting, yaitu mencegah penyebab kerusakan hati dan merubah gaya hidup. Hati manusia dewasa beratnya sekitar tiga kilogram, berada di sisi kanan atas perut dan di bawah tulang rusuk dimana ia […]