8 Cara Pencegahan Sirosis Hepatis

8 Cara Pencegahan Sirosis Hepatis

Pencegahan sirosis hepatis didasarkan 2 hal penting, yaitu mencegah penyebab kerusakan hati dan merubah gaya hidup.

Hati manusia dewasa beratnya sekitar tiga kilogram, berada di sisi kanan atas perut dan di bawah tulang rusuk dimana ia terhubung dengan kantong empedu.

Di dalam hati, ada jaringan spesifik yang terbuat dari lobulus, dikenal sebagai lobulus hati. Hati selalu berinteraksi dengan organ pencernaan lainnya untuk menerima informasi tentang nutrisi makanan atau adanya potensi ancaman semisal obat-obatan, logam berat atau zat beracun.

Salah satu peran terpenting dari hati adalah mengatur darah, ini berarti hati kita juga terlibat dalam; menyimpan darah, membuat pembekuan darah dan memecah sel darah yang rusak untuk dibuang (bilirubin).

Hati yang sehat menghasilkan aliran darah yang sehat pula untuk seluruh pembuluh darah, termasuk pembuluh darah kapiler yang bertugas mengangkut oksigen dan nutrisi ke sel-sel tubuh kita.

Hati juga berinteraksi dengan organ lain seperti kantong empedu, lambung dan limpa. Setiap ia menerima suplai partikel makanan atau racun yang dicerna dari lambung, ia memutuskan apa yang harus ia dikerjakan; menyebarkannya ke seluruh tubuh melalui darah atau menghilangkannya sebelum menyebabkan kerusakan.

Salah satu kerusakan itu adalah penyakit liver. Dan sirosis hepatis adalah tahap akhir penyakit liver kronis.

Perubahan penyakit liver kronis menjadi sirosis hepatis membutuhkan waktu bertahun-tahun, dan selama waktu tenggang ini, Anda punya kesempatan untuk membalikkan keadaan ini dari penyakit serius sejak dini.

Saat ini, belum ada obat yang benar-benar memulihkan hati ketika telah menjadi sirosis. Cara terbaik untuk mencegah sirosis hepatis adalah menghindari penyebab, merubah gaya hidup, dan mengobati penyakit Anda melalui dokter terekomendasi, mulai sejak dini.

Ada 2 topik utama terkait pencegahan sirosis hepatis yaitu melalui perubahan gaya hidup dan menghindari penyebab, 2 cara yg bisa Anda perbuat untuk membantu mencegah penyakit bahaya ini.

Menghindari penyebab

Menurut WHO, penyebab sirosis hati adalah hepatitis B dan C, karena itu disebut sirosis hepatis. Untuk mencegah penyakit ini, Anda bisa melakukan beberapa hal, termasuk

1. Dapatkan vaksinasi hepatitis B

Anda harus mempertimbangkan untuk mendapatkan vaksinasi hepatitis B (hepa B). Saat ini, belum ada vaksin untuk hepatitis C.

Di AS, Vaksin untuk hepa B, direkomendasikan untuk orang-orang berikut ini:

– Siapapun yang berusia di bawah 19 tahun
– Siapapun yang menggunakan obat intravena
– Siapapun yang terinfeksi hepatitis C atau HIV
– Pasien ginjal dengan hemodialisis
– Orang dengan penyakit liver
– Penderita diabetes yang berusia antara 19 hingga 59 tahun
– Orang-orang bepergian ke daerah dengan epidemi hepatitis B, seperti Asia Selatan dan Afrika

2. Mencegah Infeksi Hepatitis C

Virus Hepatitis C hanya bisa ditularkan melalui transfer darah, meskipun paparan darah dalam sejumlah kecil, itu sudah cukup menyebabkan infeksi dan menularkan virus.

Karena tidak ada vaksin untuk mencegah infeksi hepatitis C, berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ambil ketika kontak langsung dengan penderita

– Jangan pernah berbagi jarum suntik.
– Hindari paparan darah atau produk darah secara langsung.
– Jangan berbagi barang perawatan pribadi.
– Jangan mentatoo

Salah satu masalah utama dalam mencegah penularan hepatitis C adalah kebanyakan orang yang tertular virus tidak menunjukkan gejala pada awalnya.

Namun selang beberapa waktu, dia mendapat gejala lanjut dan setelah dia didagnosa melalui tes darah, bahwa dia telah tertular hepatitis C.

Merubah gaya hidup

Rubah pola hidup Anda ke arah yang lebih baik. Ada banyak cara untuk mencegah penyakit sirosis dengan merawat dan meningkatkan fungsi hati Anda.

Berikut point-point pentingnya

3. Diet hepatitis

Diet rendah gula, diet rendah lemak, memilih makanan berserat tinggi, adalah sangat penting untuk mendukung fungsi hati Anda. Sejumlah besar antioksidan dan serat mungkin bisa memperbaiki kerusakan sel-sel hati Anda.

4. Persiapkan menu makan Anda dengan benar

Mempersiapkan dan merencanakan untuk makan bertujuan untuk mengurangi adanya racun, antinutrien dan karsinogen, karena ke tiga hal tersebut berpotensi merusak hati.

Antinutrien adalah jenis racun alami yang ditemukan pada makanan seperti biji-bijian, atau kacang-kacangan. Paparan racun bisa mengganggu kemampuan hati menyerap nutrisi dan memetabolisme protein.

Jika ingin makan biji-bijian atau kacang-kacangan, rendam dan tumbuk  sebelum Anda memakannya agar kadar toksin menjadi lebih rendah dan ketersediaan unsur hara menjadi lebih tinggi.

Hindari memasak daging dengan pemanggang panas tinggi atau menggunakan panci berlapis kimia karena dapat menciptakan produk sampingan berupa racun yang tersumbat

Kemasan kaleng pada makanan mengandung BPA ini berpotensi meracuni hati Anda. Wadah minuman tupperware mungkin juga berpotensi melepaskan bahan kimia ke dalam makanan.

5. Pilihlah tanaman atau daging yang diliarkan.

Tanaman disemprot dengan bahan kimia berpotensi meracuni hepar (hati). Hewan yang dibudidayakan di peternakan lebih cenderung membawa toksin, residu antibiotik dan hormon sintetis, zat-zat ini bisa merusak fungsi hati Anda.

Jika ingin makan daging, pilihlah hewan yang diliarkan atau lebih memilih daging hewan yg bukan dari peternakan.

Jika ingin makan sayuran atau buah-buahan, pilih tanaman yang bebas dari pertanian. Selain lebih segar, juga banyak nutrisi (omega-3 atau antioksidan).

6. Gunakan ramuan alami untuk merawat hati

Ramuan alami telah digunakan selama berabad-abad untuk membantu kerja hati dalam memetabolisme bahan kimia yang ditemukan dalam obat, antibiotik, hormon, protein dan lemak.

Sel hati mengubah asam amino dari makanan berprotein untuk energi. Sayangnya, dalam proses metabolisme tersebut, ada jenis zat beracun yang disebut amonia sebagai produk sampingan.

Hati yang sehat mampu menghilangkan atau mengirim amonia ke ginjal untuk buang melalui urin.

Namun, hati kurang sehat menyebabkan konversi amonia melambat, sebagian dibuang dalam aliran darah, dan meracuni otak.

Beberapa ramuan untuk merawat hati, membantu metabolisme protein dan mengeluarkan racun adalah:

– Milk thistle
– Kemangi
– Akar dandelion
– Bupleurum

Tanaman ini bisa membantu hati memetabolisme makanan dengan benar, menghilangkan limbah dan bahkan menyeimbangkan hormon.

Milk thistle adalah sumber antioksidan yang sangat baik disebut silymarin. Komponen ini dapat mencegah penipisan glutathione di hati dan juga melawan penyakit hati.

Kemangi mengandung minyak esensial, membantu melawan bakteri/virus, logam berat dan bahkan jamur.

Akar dandelion memiliki efek diuretik alami. Ini berarti membantu keseimbangan tingkat cairan dan meningkatkan fungsi hati dalam menghilangkan limbah, memperkuat sistem kekebalan tubuh, membantu keseimbangan gula darah dan mengurangi gangguan pencernaan.

Bupleurum adalah akar tanaman obat untuk melawan infeksi dan memperbaiki masalah pencernaan seperti relfux asam, diare dan konstipasi.

Ini membantu memperbaiki fungsi kelenjar adrenal, mengurangi efek stres dan membuat sistem kekebalan tubuh agar lebih bandel.

7. Hindari Stress

Secara historis, praktisi holistik menghubungkan masalah emosional dengan kerusakan hati. Stress berdampak pada sistem endokrin, reproduksi, pencernaan dan bahkan sistem kekebalan tubuh Anda.

Menurut penelitian, stress mempengaruhi hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA) dimana ini bisa mendorong respons inflamasi dan memperburuk kerusakan hati, bahkan berkontribusi terhadap penyakit hati.

8. Aktifitas fisik

Karena hati menyimpan dan memproses darah, percepatan sirkulasi akan meningkatkan pembersihan tubuh melalui keringat.

Orang yang jarang berolahraga, sirkulasi darah melambat, zat racun tidak dibuang dan menumpuk di tubuh. Tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit

Selama aktivitas fisik, jantung memompa lebih banyak darah. Hati kemudian lebih mampu melepaskan darah ke otak, organ lain, tendon, persendian dan otot Anda.

Aktifitas fisik setidaknya 30 menit sehari, dikerjakan 3 kali dalam seminggu sudah bisa membantu pengeluaran racun-racun dari tubuh serta membantu kerja hati.

Aktifitas fisik tidak selalu olahraga. Mengepel lantai, mencuci mobil sendiri, memilih tangga ketimbang lift, seterika baju, ikut kerja bakti di kampung, dll; semua itu bagian dari aktifitas yang bisa mengeluarkan keringat dan mendetoksifikasi tubuh Anda.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Pemeriksaan Biopsi Hati Untuk Penyakit Liver Dan Sirosis Hati Apa Itu biopsi sirosis hati? Tes biopsi adalah sebuah prosedur diagnosis suatu penyakit organ dalam dengan mengambil ukuran kecil jaringan sebagai sample untuk diteliti di laboratorium dalam rangka menentukan penyebab dan pengobatan […]
  • 7 Pilihan Makanan Untuk Detoksifikasi Hati Hati merupakan organ yang berperan mengusir racun dalam tubuh. Hati penting dalam proses detoksifikasi serta membersihkan tubuh. Organ liver terus bekerja menyaring racun serta zat berbahaya lain yang berasal dari saluran pencernaan, […]
  • Pruritus, Gatal- Gatal Di Kulit Badan Apa itu pruritus? Pruritus atau gatal kulit adalah sensasi gatal yang menjengkelkan dan tak terkendali yang membuat Anda ingin menggaruk untuk meredakan rasa, disebabkan oleh penyakit ginjal, penyakit liver, ruam kulit, alergi, dan […]
  • Tes Toleransi Glukosa Oral Untuk Ibu Hamil, Orang Dewasa Dan Anak Apa tes OGTT (oral glucose tolerance test)? Tes toleransi glukosa oral (TTGO) adalah standar diagnosis diabetes tipe 2 dan untuk mendiagnosis diabetes gestasional. Menjalani tes toleransi glukosa oral, berarti Anda akan berpuasa semalam […]
  • Istilah Dan Kamus Sirosis hati Sirosis hati atau sirosis hepatis adalah bentuk penyakit liver kronis tahap akhir dimana hati menjadi tidak berfungsi dengan pembentukan jaringan parut dan nodul. Hati adalah salah satu organ terpenting tubuh kita. Ini adalah organ […]