Diet Sirosis Hepatis – Pantangan Makanan & Minuman Yg Dihindari

Diet Sirosis Hepatis – Pantangan Makanan & Minuman Yg Dihindari

Pondasi dasar dari diet sirosis hepatis adalah menghindari makanan yang memicu peradangan hati dengan mengubah kebiasaan makan sesuai anjuran dokter atau ahli diet yang menangani penyakit Anda, karena diet termasuk management pengobatan sirosis.

Sejak Anda didiagnosis dengan penyakit sirosis hepatis, mungkin mengubah kebiasaan makan akan menyulitkan bagi Anda pada awalnya.

Namun percayalah, semua akan berlalu dan akan terbiasa, karena semua perubahan membutuhkan proses, semua butuh kekuatan.

Optimasi perubahan diet bagi Anda akan memberi hasil yang mendalam pada kesehatan secara keseluruhan – termasuk peningkatan mood, energi dan masih banyak lagi.

Berikut adalah pantangan makanan dan minuman yang harus anda hindari

1. Hindari minuman terburuk untuk hati Anda

Perubahan yang paling penting bagi siapa pun yang didiagnosis dengan hepatitis atau sirosis hati yang menjalani terapi pengobatan adalah penghapusan minuman beralk0hol secara total dari hidupnya.

Minuman ini membahayakan hati ANda karena akan menyebabkan perlemakan hati, salah satu penyebab dari sirosis hepatis

2. Gandum dan Gluten

Gluten sangat berbahaya bagi hati Anda karena tubuh kita benar-benar tidak dirancang untuk mencernanya.

Jaman sekarang, butir gandum adalah hasil rekayasa genetika yang memiliki kandungan gluten sangat tinggi.

Sebagian besar biji gandum yang digunakan dalam pembuatan tepung telah dimodifikasi secara genetis (strain) untuk menciptakan gandum yang tahan terhadap pestisida dan stresor iklim.

Strain ini sangat sulit dicerna dan, oleh karena itu, bersifat memberi efek inflamasi bagi hati. Jadi beradaptasi dengan diet bebas gluten bisa bermanfaat bagi hati Anda.

3. Air Kran

Air keran (ledeng) ini mungkin mengandung lebih unsur berbahaya bagi hati Anda, termasuk logam berat, klorin, fluorida, bahan kimia anorganik dan senyawa yang tidak dapat diproses oleh hati.

Bahkan air kran yang Anda minum setiap hari memiliki racun di dalamnya yang diserap melalui kulit dan terhirup melalui paru-paru.

Untuk keamanan yang lebih baik, Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk meminum air kemasan. Air suling adalah alternatif lain, meski ada beberapa kontroversi mengenai manfaatnya.

Air yang disaring tentu saja lebih baik daripada air keran. Pertimbangkan untuk menentukan air apa yang paling sesuai untuk Anda dan keluarga Anda.

Jika Anda ingin memilih, mungkin bisa mengambil air suling untuk mencukupi kebutuhan minum dan makan, secukupnya.

4. Junk Foods

Ini adalah makanan favorit tapi namanya cocok sekali, Junk adalah sampah, artinya tidak berharga. Tubuh kita tidak mendapatkan sumber gizi yang baik dari makanan cepat saji.

Dan yang paling sering, makanan-makanan ini penuh dengan semua hal yang harus kita jauhi – termasuk lemak, gula, rendah kalori, bahan kimia, aditif dll.

Hati kita sudah terlalu lelah bekerja membuang racun, dan dia tidak membutuhkan stres tambahan. Memilih masak makanan sendiri jauh lebih baik.

5. Tepung Putih (kecuali organik)

Tepung putih telah mengalami proses pemutihan secara kimia (dikelantang – bleaching). Banyak vitamin dan mineral hilang selama proses berlangsung; Sekitar 75%.

Bila kita mengkonsumsi produk yang diubah secara kimia ini, tubuh kita membutuhkan vitamin dan mineral tambahan untuk mengolah dan memanfaatkannya.

6. Minyak terhidrogenasi

Minyak terhidrogenasi (minyak sulingan) adalah produk yang sulit ditangani oleh hati. Ini termasuk semua jenis minyak atau lemak yang bisa mengeras saat dingin (lemak jenuh). Pilihan yang lebih baik sebagai pengganti adalah minyak biji rami atau minyak zaitun.

7. Produk Susu

Makanan olahan dari susu ini sangat sulit dicerna. Penderita sirosis hepatis lebih rentan terhadap pertumbuhan bakteri di usus kecil daripada orang-orang yang memiliki hati sehat.

Penderita sirosis cenderung mengalami gejala intoleransi laktosa, tubuh tidak bisa mencerna susu atau galaktosa, diistilahkan sebagai galaktosemia.

Hari ini, semakin banyak dokter yang menyadari bahwa mengonsumsi susu dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri di usus kecil yang berkembangbiak, dan memperburuk masalah pencernaan pada pasien dengan penyakit liver.

8. Sirup Buah

Minuman ini mengandung gula konsentrat tinggi. Gula merupakan kejutan bagi hati, meningkatkan stress pada sistem pencernaan, menekan pankreas, dan memberi makan untuk virus Hepatitis C.

9. Pemanis Buatan

Pemanis ini sangat sulit bagi hati untuk mengolah, sehingga menambah beban tambahan pada kerja hati.

Selain pemanis buatan, sirup jagung mengandung fruktosa tinggi – ini sangat buruk bagi hati.

Sementara, memilih gula pasir mungkin juga tidak terlalu ramah bagi liver Anda. jika Anda ingin memakannya – lakukan secukupnya dalam batas wajar sesuai anjuran dokter.

10. Makanan olahan

Kita semua tahu makanan olahan mengandung zat yang tidak alami, banyak pengawet, pewarna dan penambahan zat-zat yang diolah secara kimia. Para ahli diet mengatakan bahwa jenis makanan ini tidak sehat bagi hati kita.

11. Garam

Garam akan meningkatkan tekanan osmosis darah. Dampaknya cukup signifikan terhadap memburuknya kesehatan, termasuk: tekanan darah tinggi, hipertensi portal, turunnya produksi albumin oleh hati, meningkatkan asites dan edema.

Bagi orang dengan sirosis hepatis, diet rendah garam sama pentingnya dengan minum obat yang diresepkan oleh dokter Anda.

12. Gula fruktosa

Gula fruktosa dan etanol secara kualitatif adalah sama dalam hal metabolisme; Artinya, seperti alk0hol, hati hanya bisa memproses fruktosa dalam dosis kecil.

Bila gula fruktosa dikonsumsi pada volume tinggi dan / terus-menerus, hati banyak menanggung beban dan menjadi meradang.

Peradangan hati diiringi dengan pengerasan struktur, dan perlemakan hati (penyakit hati berlemak).

Seiring banyak waktu berjalan, ini bisa menyebabkan hati terluka bertambah, memperluas jaringan parut, yang kemudian akan mengembangkan komplikasi serius dari sirosis hepatis.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Patofisiologi Dan Mekanisme Terjadinya Sirosis Hepatis Salah satu organ dalam tubuh kita yang mampu meregenerasi dirinya sendiri adalah hati. Hati yang normal akan mampu melakukan tugas regenerasi ketika terjadi kerusakan sel-sel. Namun, hati yang cacat akibat luka berulang menyebabkan […]
  • 5 Prinsip Dasar Penting Diet Hepatitis Pola penting Diet Hepatitis untuk penderita sirosis hepatis. Makna hepatitis adalah peradangan hati, dan diet anti hepatitis adalah sebuah pola makan didasarkan pada memilih makanan berdasar sifat biokimia, dimana antioksidan berperan […]
  • 9 Cara Terapi Sirosis Hati Secara Alami 9 Cara Terapi Sirosis Hati Secara Alami di rumah. Apa dan bagaimana cara terapi pencegahan dan pengobatan sirosis hepatis secara aman tanpa efek samping? Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda pelajari 1. Makan alpukat Memilih […]
  • Pemeriksaan Dan Tes Kadar Bilirubin Untuk Sirosis Hati Tes kadar bilirubin adalah sebuah prosedur untuk mengukur jumlah bilirubin dalam sampel darah, biasanya dilaksanakan ketika Anda mendapat penyakit hati serius atau kondisi penyakit lain yang berhubungan dengan darah. Jika kadar […]
  • Manfaat Kunyit Sebagai Anti Virus Hepatitis Penyebab Radang Hati Siapa tidak tahu kunyit? Kunyit dapur atau kunir (Curcuma longa) adalah bumbu rempah-rempah anti-inflamasi yang melindungi sel hati dari virus pemicu peradangan hati. Dan virus Hepatitis C (HCV), salah satu penyebab utama sirosis […]