Ensefalopati Hepatikum

Ensefalopati hepatikum adalah kegagalan fungsi hati dalam menetralisir zat racun sehingga terakumulasi dalam aliran darah, kemudian mengalir menuju otak, menyebabkan penurunan fungsi nya.

Ensefalopati hepatikum merupakan salah satu komplikasi yang spesifik dari sirosis hepatis dimana otak teracuni oleh zat-zat seperti amonia, suatu produk sampingan hasil pemecahan protein.

Apa itu koma hepatikum? Koma hepatikum adalah kondisi parah akibat komplikasi sirosis hepatis dimana otak diselubungi amonia atau toksin lain yang mengakibatkan penurunan fungsi otak ditandai rasa kebingungan, emosi tak terkendali, dan bahkan sampai koma hingga mengancam jiwa penderitanya

Koma hepatikum pada sirosis hepatis dipicu oleh perdarahan di saluran pencernaan, infeksi,kegagalan hati dalam menetralkan toksin dari obat-obatan, amonia, stres, dll.

Patofisiologi ensefalopati hepatikum

Dalam tubuh orang normal, zat-zat akan diserap ke dalam aliran darah dari usus melalui hati, di mana toksin biasanya dinetralkan. Banyaknya zat toksin (seperti amonia) adalah produk pemecahan normal dari pencernaan protein, akan dinetralkan oleh hati yang sehat.

Pada sirosis hepatis dengan ensefalopati hepatikum, toksin tidak dihapus karena fungsi hati terganggu. Selain itu, beberapa toksin juga melewati hati melalui koneksi abnormal secara bypass via pembuluh darah abnormal, disebut kolateral (pembuluh darah baru).

Racun atau toksin yang melewati hati, langsung dibuang ke aliran darah, mengalir ke seluruh tubuh, hingga menyelubungi otak, menyebabkan komplikasi serius seperti koma, diistilahkan koma hepatikum.

Pembuluh darah abnormal ini terbentuk diantara sistem vena portal dan sirkulasi umum yang normal. Pembuluh darah ini sebagai konsekuensi dari hipertensi portal.

Sebuah prosedur yang digunakan untuk mengobati hipertensi portal (disebut portosystemic shunting) juga dapat membuka atau memungkinkan racun melewati/bypass dari hati.

Etiologi Ensefalopati hepatikum

Pada sirosis hepatis, penyebab ensefalopati hepatik biasanya disebabkan oleh beberapa peristiwa, seperti berikut:

– Sering mengalami infeksi
– Tidak mengambil obat yang diresepkan
– Perdarahan di saluran pencernaan (varises lambung) dan atau gangguan vena di kerongkongan (varises esofagus)
– Makan terlalu banyak protein hewani, terutama di daging merah
– Kurang minum.
– Memiliki ketidakseimbangan elektrolit
– Mengambil obat-obatan tertentu, beberapa obat penenang, penghilang rasa sakit (analgesik), atau diuretik, namun masalah lebih serius akibat penyalahgunaan alkoh0L.

Apa pun penyebabnya, hasilnya adalah sama:

– Racun dapat mencapai otak dan mempengaruhi fungsinya. Penyebab secara pasti bagaimana zat beracun bisa mencapai ke otak tidak diketahui.

– Tingkat tinggi produk pemecahan protein dalam darah, seperti amonia, tampaknya memainkan peran dalam etiologi ensefalopati hebatikum.

Gejala ensefalopati hepatikum

Secara umum, penderita sirosis hepatis yang memiliki gejala ensefalopati hepatik ditandai fungsi otak yang terganggu, terutama penurunan tingkat kewaspadaan dan kebingungan tingkat tinggi.

Pada gejala tahap awal, perubahan perlahan muncul dalam penalaran, kepribadian, dan perilaku. Mood juga berubah, dan cara mengambil keputusan mungkin terganggu.

Pola tidur akan terganggu membuat penderita menjadi mudah tertekan, cemas, atau mudah tersinggung, bahkan mereka kesulitan untuk berkonsentrasi.

Pada setiap tahapan dari gejala ensefalopati hepatik, napas penderita biasanya berbau seperti buah, namun sangat apek.

Selama gangguan berlangsung, orang tidak bisa mengendalikan gerakan tangan untuk stabil, menghasilkan gerakan yang kasar (asteriksis), kaku dan tidak terkontrol, dikenal sebagai tremor.

Otot-otot mereka mungkin bergerak menyentak tanpa sadar setelah mendengar suara tiba-tiba, paparan cahaya, ada gerakan mengejutkan, atau stimulus lain. Gerakan menyentak tanpa sadar ini disebut myoclonus.

Kadang, sirosis hepatis dengan komplikasi ensefalopati hepatikum menjadi gelisah, cemas, dan beringas.

Pada akhirnya, fungsi hati akan terus memburuk, menyebabkan penderita akan kehilangan kesadaran dan masuk ke ranah koma.

Koma akibat ensefalopati sangat berbahaya dan sering menyebabkan meninggal, meskipun tengah menjalani pengobatan, yang dikenal dengan istilah koma hepatikum.

Pengobatan

Ensefalopati hepatikum dan koma hepatikum biasanya diobati melalui 2 cara

– Menghilangkan pemicu
– Menghilangkan zat beracun dari usus

Dokter akan mencoba menghilangkan pemicu, seperti infeksi atau pengaruh obat.

Dokter juga mencoba untuk menghilangkan zat beracun dari usus karena zat ini dapat berkontribusi untuk ensefalopati hepatik.

Dokter mungkin menggunakan satu atau lebih dari langkah-langkah pengobatan termasuk berikut:

1. Diet

Biasanya, dokter menyarankan orang-orang untuk membatasi konsumsi daging atau protein hewani lainnya.

Racun (seperti amonia) yang terbentuk selama proses pencernaan protein hewani, terutama daging merah, tetapi juga pada ikan, keju, dan telur.

Untuk memastikan orang mendapatkan cukup protein, dokter menyarankan mereka untuk makan lebih banyak makanan yang mengandung protein nabati, seperti protein kedelai.

2. Laktulosa

Laktulosa, gula sintetis, bertindak sebagai pencahar, mempercepat perjalanan makanan. Selain itu, zat ini bisa menurunkan jumlah amonia yang diserap oleh tubuh.

3. Enema

Enema atau cleansing diberikan untuk mempercepat perjalanan makanan dan menghilangkan racun.

4. Antibiotik

Dokter mungkin meresepkan antibiotik yang diminum melalui mulut tetapi tidak diserap dari usus. Antibiotik ini tetap berada di usus, di mana mereka dapat mengurangi jumlah bakteri yang membentuk racun selama pencernaan.

Dengan pengobatan, ensefalopati sering bisa dipulihkan. Bahkan, pemulihan secara utuh, terutama jika dipicu oleh penyebab yang mudah diatasi.

Namun, ensefalopati pada sirosis hati parah, di kemudian hari biasanya akan mudah kambuh, mereka tetap membutuhkan perawatan intensif dan berkelanjutan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!