Hematemesis Dan Melena

5
(1)

Hematemesis Dan Melena. Muntah darah dan berak darah merupakan komplikasi sirosis hati serius yang membahayakan jiwa.

Varises berkembang di kerongkongan dan pencernaan atas yang mengakibatkan pendarahan gastrointestinal.

Pada Sirosis hepatis mengembangkan 2 komplikasi spesifik yaitu varises di esofagus bagian bawah dan varises pencernaan (usus dan lambung).

Ke dua tipe varises ini bisa mengembangkan pendarahan di kerongkongan dan gastrointestinal, mengakibatkan muntah darah dan berak darah.

Kemacetan aliran darah di vena portal adalah awal mula perkembangan komplikasi yang mengarah ke pembentukan pembuluh baru, dikenal pembuluh kolateral yang terbentuk sebagai jalur bypass.

Jalur bypass ini muncul di kerongkongan bagian bawah (esofagus), dan sistem pencernaan (gastrointestinal) – dinding lambung dan usus/rektum.

Jalur bypass atau varises, berdinding sangat rapuh, terbentuk bukan untuk aliran darah yang besar, jika ini membesar akan bisa pecah menyebabkan pendarahan serius.

Pendarahan bisa terjadi lewat muntah darah atau komplikasi hematemesis, dan lewat anus melalui berak darah, sering disebut komplikasi melena.

Muntah darah – komplikasi hematemesis

Perdarahan akibat pecahnya varises bisa terjadi di mana saja di sepanjang saluran pencernaan (gastrointestinal), mulai dari mulut hingga ke anus.

Muntah darah (hematemesis) pada penderita sirosis hati, menunjukkan perdarahan berasal dari pecahnya varises di saluran pencernaan bagian atas, termasuk: kerongkongan, lambung atau bagian pertama dari usus kecil.

Berak darah – komplikasi melena

Berak darah akibat pecahnya dari varises yang tumbuh di rektum, baik sebagai kotoran warna merah gelap sampai hitam (melena), hingga kotoran warna merah terang (hematochezia).

Namun, berak darah melena lebih mungkin berasal dari kerongkongan, lambung, atau usus kecil. Warna hitam dari melena disebabkan oleh pendarahan yang terjadi selama beberapa jam setelah pecahnya varises ( varises esofagus dan varises pencernaan)

Berak darah hematochezia lebih mungkin terjadi pada perdarahan berasal dari usus besar, meskipun juga dapat disebabkan oleh perdarahan bagian atas usus kecil.

Darah di kotoran dapat mudah dilihat oleh mata langsung (sangat jelas) jika pendarahan dalam jumlah banyak, atau mungkin juga terlihat samar jika pendarahan dalam jumlah kecil.

Perdarahan yang sedikit atau samar dikenal istilah okultisme, tipe ini hanya terdeteksi dengan uji lab dengan mengambil sample dari spesimen tinja.

Pendarahan gastrointestinal

Pada sirosis hepatis stadium lanjut, perdarahan terjadi di saluran cerna atas, merupakan komplikasi yang paling serius dan mengancam jiwa dan harus segera diobati.

Bagi pasien sirosis hati yang telah didagnosa varises di kerongkongan dan perut, mencegah terjadinya perdarahan berulang adalah sangat penting.

Penyebab utama dari pendarahan gastrointestinal adalah pecahnya varises di kerongkongan dan lambung. Ketika ini terjadi, tingkat perdarahan bisa sangat parah dan terjadi dalam jumlah besar.

Tanda fisik yang sering terjadi adalah muntah darah dan tinja menjadi warna hitam mengkilap.

Pasien mungkin mengalami syok hipotensi dan ensefalopati hepatik. Tanpa perhatian medis segera, kondisi bisa berubah fatal.

Pengobatan

Ada dua tujuan untuk pengobatan perdarahan, yaitu

1. Penggantian darah yang hilang

Menggantikan darah yang hilang dengan cairan yang diberikan melalui pembuluh darah (intravena) dan kadang-kadang dengan transfusi darah.

Penderita sirosis hepatis yang mempunyai kelainan pembekuan darah mungkin memerlukan transfusi trombosit, plasma segar, atau faktor-faktor pembekuan darah dan mungkin butuh suntikan vitamin K.

2. Menghentikan perdarahan yang sedang berlangsung

Pendarahan hematemesis, hematochezia atau melena mungkin dipertimbangkan keadaan darurat oleh dokter.

Orang dengan perdarahan berat harus dirawat di unit perawatan intensif dan pencernaan penderita diteliti seksama oleh ahli bedah.

Dokter menghentikan pendarahan akibat pecahnya varises dengan terapi ligasi endoskopi, skleroterapi endoskopi, atau prosedur transjugular intrahepatik portosystemic shunting (TIPS)

Untuk memblokir pembuluh darah yang pecah, mungkin dokter mengambil prosedur dengan menyuntikkan vasopressin guna mengurangi aliran darah ke pembuluh darah yang bocor tersebut.

Untuk perdarahan wasir internal yang sulit dihentikan, dokter akan melakukan anoskopi dengan menempatkan karet gelang di sekitar wasir atau menyuntikkan mereka dengan zat yang menghentikan pendarahan.

Pencegahan

Beberapa langkah-langkah pencegahan; pilih makanan lunak, makan perlahan-lahan, dan mengunyah lebih lembut sebelum menelannya.

Hindari batuk yang berlebihan yang menyebabkan peningkatan tekanan di perut secara mendadak, dan Anda harus lebih menjaga buang air besar lebih teratur untuk mencegah sembelit (konstipasi).

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Ensefalopati Hepatikum Ensefalopati hepatikum adalah kegagalan fungsi hati dalam menetralisir zat racun sehingga terakumulasi dalam aliran darah, kemudian mengalir menuju otak, menyebabkan penurunan fungsi nya. Ensefalopati hepatikum merupakan salah satu […]
  • Hipertensi Portal Sirosis hepatis tahap lanjut menyebabkan komplikasi yang disebut hipertensi portal akibat pembatasan aliran darah yang melalui hati ke vena hepatika. Hipertensi portal terjadi adanya peningkatan resistensi terhadap aliran darah yang […]
  • Varises Esofagus Varises Esofagus Pada Sirosis Hepatis. Varises esofagus adalah pembengkakan pembuluh darah di sekitar esofagus (kerongkongan bagian bawah) akibat penyumbatan oleh bekuan darah atau jaringan parut di hati, dan sirosis hepatis bertanggung […]
  • Splenomegali – Pembesaran Limpa Splenomegali adalah pembesaran limpa akibat beberapa kondisi gangguan kesehatan yang menyebabkan limpa mengalami infeksi dan membengkak. Apa itu limpa? Limpa adalah organ dalam tubuh yang merupakan bagian dari sistem kerja getah […]
  • Komplikasi Infeksi Bakteri SBP Pada Cairan Asites Bakteri Spontaneous Peritonitis atau bakteri SBP adalah mikroorganisme yang tumbuh berkembang dan meng infeksi cairan asites, sebagai hasil dari translokasi bakteri lumen usus atau kadang akibat dari infeksi saluran kemih. Orang yang […]